[Waifu Wednesday] Sunohara Shun

Saat artikel ini ditulis seharusnya para pemain global udah namatin event Sunohara Shun di Blue Archive. Entah Nexon nggak terima ada karakter yang eksplisit dewasa di game ini, jadi dia juga punya versi “ramah lingkungan” untuk kalian yang juga nggak terima ada heroine yang punya masalah punggung dan asam urat di roster.

Sunohara Shun adalah salah satu unit perwakilan Shanghaijing, yang sesuai namanya sebagai manual tumbuhan dan binatang legendaris; punya reputasi di kuliner dan farmasi. Shun sendiri memegang posisi unik di game melihat profesinya sebagai guru. Hanya saja tidak seperti sang Sensei protagonis yang secara efektif itu guru SMA, Shun mengajar murid setingkat TK ke bawah.

Shun berambut hitam panjang, bermata emerald hijau, memiliki Halo kristal, dan mengenakan Qipao hitam yang saya nggak yakin sesuai regulasi. Tapi ya karakter kayak Tsubaki dan Eimi ada, dan unit disiplin tiap sekolah juga kayak gitu seragamnya. Jadi ya saya tahu apa sih soal aturan Kivotos. Dirinya juga menggunakan QBU-88 tanpa bipod sebagai senjata, yang berguna untuk mobilitas saat dia mondar mandir dari cover ke cover tanpa menembak backline sekalipun saat PVP.

Ini debut karakter Blue Archive di rubrik ini dan ya faktor utama saya buat milih dia memang alasan “kompromi”. Event dia baru-baru ini juga menunjukkan banyak sisi menarik darinya.

+ The Other Teacher

Profesi sensei di Kivotos itu kalau nggak via online learning/video tutorial ya via robot buat ngurangin kompetisi melihat setting modernnya. Makanya Shun ini memegang posisi berharga di antara para karakter sebagai teman seprofesi. Kebanyakan scene Momotalk dengannya juga melibatkan Sensei sekalian sebagai tenaga pembantu maupun sebagai “pengasuh” saat menggunakan wujud lainnya. Sudah jelas dirinya bisa mengurus anak secara profesional.

+ Versi Ramah Lingkungan

Ini kan yang bikin situ ngeklik artikel ini? Eksperimen Yakushi Saya menyebabkan Shun kembali menjadi kecil dan event baru-baru ini berfokus pada kebebasan barunya ini melihat sejauh ini cuma Sensei dan Saya saja yang tahu tentang identitas sebenarnya dari murid baru bernama “Shunling”.

Mental dan seleranya juga jadi lebih kekanak-kanakan walaupun dirinya berusaha ngejaga image dia sebagai guru yang sudah berumur. Namun saat tertekan juga nyatanya dia masuk mode anak bandel dan lari dari tanggung jawab dia.

Pas saya ngumpulin materi juga secara tidak mengejutkan jumlah fanart Shun naik tajam begitu versi ini muncul. Demografi selera fanart kayak gini ya mau gimana lagi.

+ Competitive Advantage

Versi vanilla Shun punya niche di mana dia bisa langsung memberi tim skill point, yang nggak terlalu menarik di PVE di luar fase pertama Kaiten; namun cukup penting di PVP di mana skill shot yang bagus bisa ngebersihin tim musuh. Tapi ya karena ini game Nexon saya saranin jangan ngarep banyak buat di aspek PVP ngeliat saat artikel ini ditulis yang penting ya punya Summer Mashiro apa nggak.

– The Mini Version on The Other Hand

Sementara form mini dia nampaknya didesain buat Hiero berkat DEF Pierce dan gimmick dia buat ngatur timing buff. Hanya saja dia itu tipe unit “solusi yang nyari masalah”, udah gitu mereka yang nyeriusin main Hiero harusnya udah punya Azusa. Setidaknya dia nggak limited jadi buat kalian yang pengen karakter dia menghiasi main screen ya tunggu aja di-spook.

– Merciless March of Time

sunohaar shun

Kecuali saya ngelewatin sesuatu, dia aja karakter yang ga mau buka mulut soal usianya di profil. Complex terhadap usia dia memang sejauh ini lebih ke aspek “badan yang makin susah diajak kerjasama” daripada “tuntutan buat berkeluarga”. Penulis sendiri juga susah bikin estimasi usia dari kondisinya ngeliat ini setting di mana kena artileri cuma bikin para heroine lecet dikit.

– Who Gave The Children Grenade

Semua murid dan staf di Kivotos itu bawa senjata dan saya nggak nyangka ini berlaku juga buat anak TK sekalipun yang ternyata boleh bawa granat dan phospor putih. Bisa ngurus anak kecil itu butuh kompetensi profesional dan ngurus anak kecil yang bawa cukup munisi buat perang jelas bikin Shun beberapa kali ingin nyerah dengan tanggung jawabnya.

Kokona selaku si adik dan asisten dia juga sayangnya nggak bisa diandalin. Malah itungannya anak tambahan yang mesti Shun urus melihat si adik ini suka mangkir dari tanggung jawabnya. Jujur saja sisi minus ini lebih buat ngomentarin kalau di setting fiktif macam Kivotos yang fokusnya pada edukasi sekalipun, guru itu kelas profesional yang kurang dihargai.

Jadi itulah Sunohara Shun. Secara gamblang, dia itu karakter yang satu paket anak dan ibu. Mana yang mana tentunya sudah jelas untuk kalian wahai pembaca JOI yang adil dan beradab. Namun dia juga memegang posisi spesial sebagai rekan kerja di Kivotos, melihat tempat ini kalau nggak ketemu faksi antagonis macam Gematria ya mesti ngadepin murid lain yang kelewat energetik dan bersenjata. Sebagai rekan seprofesi tentunya sudah wajar kalau kedua sensei perlu mendukung satu sama lain.

Header: GDD

Gambar: 1

Cakrawala Rafflesia
Exit mobile version