Izin BPOM Ada, Vaksinasi Anak segera Bergulir

  • Bagikan
Lesty


Cakrawalarafflesia  – Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Selatan Lesty Nuraini mengatakan vaksinasi anak sudah mendapatkan izin dari BPOM.  ‘”Tinggal menunggu instruksi resmi dari pusat saja, kapan bisa dieksekusi,’’ kata Lesty di Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke 57 di Dining Hall Jakabaring Palembang, Rabu (8/12).

Dinkes Sumsel, aku Lesty, sudah siap. “Nakes kita semuanya juga sudah siap, termasuk vaksinator sudah mencukupi,” bebernya.

Vaksinator mencapai 4500 lebih. Sementara stok vaksin Sumsel sangat memadai. Bahkan dalam dua minggu belakang, Sumsel mendapat kiriman vaksin dari kemenkes sebanyak satu juta.

Stok vaksin melimpah itu, Dinkes menggandeng TNI dan Polri menggencarkan program vaksin. Sehingga akhir tahun 2021, target angka tembus 80 persen.

Baca Juga :  Giliran Satlantas Sosialisasi Prokes – cakrawalarafflesia

Lesty mengatakan kabupaten OKUS dan Empat Lawang angka cakupan vaksin di bawah 60 persen. Kota Prabumulih dan Palembang cakupan vaksinasinya nya 88 persen dan 77 persen.

‘’Tapi mereka — OKUS dan Empat Lawang cakupan vaksin terus berupaya . Dan saya minta kepalad kabupaten untuk langsung kemenkes terkait permintaan stok vaksin,’’ ujarnya Lesty.

Seperti diketahui, Kementerian Kesehatan didorong segera melaksanakan vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 6-11 tahun seiring diizinkannya vaksin untuk anak oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendesak vaksinasi mutlak.

Komisioner KPAI Retno Listyarti mengatakan sangat penting menciptakan sistem pelayanan kesehatan yang dapat mengantisipasi kemungkinan bertambahnya kasus Covid-19 pada anak, termasuk perlunya vaksinasi untuk usia anak. KPAI menyambut positif izin penggunaan vaksin sinovac untuk anak usia 6-11 tahun oleh BPOM.

Baca Juga :  Fenomena Gerhana Bulan Total di Langit Palembang – cakrawalarafflesia

“Vaksinasi untuk melindungi anak-anak Indonesia melalui pemberian ijin vaksinasi anak. Apalagi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sudah digelar hampir di seluruh daerah yang sudah memasuki level PPKM 1-3. Padahal, pembukaan sekolah tatap muka secara bertahap akan menjadikan anak juga berpotensi pembawa virus Covid-19 setelah beraktivitas di luar rumah dan menularkannya kepada orang lain. Hal ini menjadi kekhawatiran dan harus menjadi perhatian bersama,” kata dia. (edy)





Melansir Sumeks co

  • Bagikan
banner 400x130
Positive SSL
slot online mpo slot judi slot online Slot online dana Daftar Slot Online mpo