100 Advokat dan Aktifis, Kawal Mahasiswi Korban Kasus Oknum Dosen Mesum – cakrawalarafflesia

  • Bagikan
IKA Unsri


cakrawalarafflesia – Mengawal pengungkapan fakta, dugaan pelecehan mahasiswi Unsri oleh oknum dosen A dan R, sebanyak 100 gabungan advokat dan aktifis perempuan meleburkan diri. Mereka menamakan diri Tim Koalisi Penghapusan Kekerasan Seksual Universitas Sriwijaya (Unsri).

“Kekerasan seksual tidak boleh terjadi di kampus (Perguruan Tinggi) dan dimana pun,” ujar M A Yan Iskandar Z SH MH dan Sri Lestari Kadariah, kepada awak media di Sekretariat IKA Unsri, di Jl OKI, Kampus, Palembang, Sabtu (5/12) malam.

Baca Juga :  Audiensi dengan Wawako, ini Permintaan PDOS – cakrawalarafflesia

Ditegaskannya, kampus merupakan wahana inteletual dalam pencarian nilai-nilai keilmuan dan kebenaran. Melalui kampus diharapkan suara-suara kebenaran dalam menyikapi perkembangan zaman lahir dari kampus ini.

Masih kata Yan, Unsri sebagai salah satu perguruan tinggi negeri menjadi bagian dari tujuan mulia tersebut.

Terkuaknya kasus pelecehan seksual oleh oknum Dosen terhadap sejumlah mahasiswi di Unsri, menjadi suatu hal yang menghinakan kemanusian atas tujuan mulia dari Unsri. “Ini yang kita sayangkan,” ujarnya.

Baca Juga :  Kumpulan Foto: Penerapan Protokol Kesehatan Bagi Pengunjung Mal di Palembang

Kekerasan seksual di kampus menjelma menjadi sebuah fenomena gunung es, relasi kuasa, aturan yang tidak mendukung korban, budaya menyalahi korban membuat korban enggan dan sulit mendapat dukungan.

Perguruan tinggi tempat mahasiswa seharusnya menjadi tempat aman untuk mengenyam pendidikan dan bebas dari kekerasan. Namun, tempat ini menjadi sarang dari kekerasan itu sendiri.





Melansir Sumeks co

  • Bagikan
banner 400x130
Positive SSL
slot online mpo slot judi slot online Slot online dana Daftar Slot Online mpo