SuntonFX Scam, Belajar Investasi Forex Dengan Robot Trading Mata Uang Dan Komoditi

  • Bagikan
sutonfx Forex
sutonfx Forex

Robot trading sedang naik daun. Pasalnya selain memberikan nilai return yang fantastis, robot trading juga memberikan kenyamanan terhadap para investor untuk tidak melakukan apapun. Sebagai informasi, robot trading mengacu pada platform kegiatan perdagangan jual-beli aset seperti mata uang atau forex secara otomatis, dengan iming-iming kemudahan dan keuntungan yang ditawarkan. Tentu saja, itu menjadi hal menarik bagi sejumlah orang.

Jika kamu pernah ditawari investasi dengan robot trading, sebaiknya tingkatkan kewaspadaan. Pasalnya, sejumlah robot trading justru terindikasi sebagai sebuah praktik penipuan atau investasi bodong. Hal ini seiring dengan ditemukannya berbagai kejanggalan dalam operasionalnya.

Cara Meneliti Praktik Robot Trading Yang Benar

Menurut Pengamat dan Praktisi Investasi Rendi Sianturi, ia telah melakukan investigasi terhadap beberapa platform robot trading. Kejanggalan pertama yang ditemukan adalah tingginya rasio keuntungan dibanding kerugian yang dicetak oleh robot trading.

Sejumlah robot trading disebut memiliki rasio keuntungan atau disebut winning rate hingga hampir mencapai 90 persen. Hal itu mungkin saja terjadi, namun harus dilandasi dengan pengetahuan yang cukup dengan mengenali nilai dari drawdown. Angka angka dan spesifikasi tersebut bisa ditemui dengan menggunakan alat bantu pada aplikasi third party seperti Mql5.Com dan juga MyFxBook.

“Dari sejak 2006 mql5.com berdiri, belum pernah ada hasil trading yang betul betul long lasting. Ada yang pernah sangkut floating pada BREXIT Inggris, Krisis 2008, bahkan yang terbaru ini masalah krisis energi di sana yang menyebabkan mata uang GBP hancur.” kata Rendi kepada Bisnis.com, Kamis (30/9/2021).

Baca Juga :  Mengenal Istilah Trading Index,Trading Limit dan Trading Book

Menurut dia, hal tersebut menjadi tidak masuk akal, sebab trader berpengalaman bahkan investor kawakan dunia saja memiliki rasio kerugian yang jauh lebih besar.

“Musuh seorang trader itu ada 3, yang pertama adalah diri sendiri, yang kedua adalah market, yang ketiga adalah broker. Dan rasanya alasan nomor satu dan kedua adalah hal yang paling banyak ditemui” ujar Rendi.

Apakah Robot Trading Benar benar Menghasilkan?

Selain itu, Rendi juga menyoroti praktik robot trading yang hanya bisa dioperasikan oleh broker tertentu. Padahal, dengan sistem Expert Advisor (EA) seharusnya robot trading dapat digunakan oleh broker forex lain.

“Inperfection pada dua hal diatas akan bisa ditutupi dengan kartu joker yaitu broker. Hal ini bisa ditemui pada kasus SuntonFX beberapa saat lalu dimana delay dan permainan harga pada chart bisa di lakukan sekehendak hati oleh para broker. Hal ini yang perlu diwaspadai. ” tutur Rendi Sianturi saat diwawancarai Bisnis.Com via daring.

Pada model bisnisnya, SuntonFX hanya jual signal forex. Dimana para investor bisa melakukan perdagangannya mandiri pada platform MT4 yang mereka miliki masing masing tanpa harus belajar trading forex . Signal adalah anjuran untuk buy atau sell pada sebuah mata uang atau komoditi.

“Karena kalau memang trader nya sakti, sampai bisa mengenali waktu kapan harus buy dan sell, seharusnya bisa digunakan disemua broker, bahkan big player atau entitas bank bank di dunia, sudah pasti mau ikut invest.” tambah dia.

Kemudian, dalam operasionalnya robot trading dinilai menggunakan perdagangan atau trading buatan. Hal tersebut ditunjukkan pada beberapa hal, seperti pembukaan posisi trading yang delay, berbeda dengan real time harga, hingga perbedaan pada posisi harga yang terjadi dengan grafik harga.

Baca Juga :  Tips dan Trik Cara Trading Forex Untuk Pemula

Cara Menghindari Investasi Bodong Robot Trading

Kejanggalan terakhir ialah, skema member get member atau money game ala skema ponzi untuk memberikan keuntungan yang digunakan oleh berbagai platform robot trading.

“Skema berbagi rebate dari broker itu mungkin masih wajar. Namun ketika sudah ada profit sharing dimana itu dilakukan langsung oleh broker seharusnya ini yang harus diperhatikan oleh pihak pihak terkait” kata Rendi.

Menurut dia, hal tersebut menjadi salah satu indikasi platform robot trading membutuhkan uang dari anggota baru untuk operasionalnya, layaknya skema ponzi lain.

“Kalau memang sakti, seharusnya bisa berjalan juga di semua broker. Banyak broker yang tergulasi di Indonesia, yang sudah pasti membuka tangan untuk bekerjasama. Atau kalau perlu, penyelenggara yang sudah memiliki equity besar, bisa speak up langsung dengan BAPEPTI.” ucap Rendi.

Memilih Broker Forex Yang Teregulasi

Terkait hal ini, Kepala Satgas Waspada Investasi (SWI) Tongam L Tobing menjelaskan, robot trading seharusnya hanya sebuah alat atau platform untuk membantu investor melakukan transaksi jual-beli aset. Dalam praktiknya, robot trading tidak memiliki sifat kepastian untuk memberikan keuntungan kepada investor.

Dalam seluruh kegiatan investasi, tidak terkecuali robot trading, seluruh keputusan jual-beli harus berasal dari investor, bukan dari pihak lain.

Oleh karenanya, Tongam meminta kepada masyarakat untuk memahami terlebih dahulu mekanisme robot trading. Investor diharapkan paham betul terkait risiko platform tersebut.

“Jangan sekali-kali melakukan investasi perdagangan berjangka komoditi ke pihak lain yang bukan perusahaan perdagangan berjangka komoditi yang berizin dari Bappebti,” ucap dia.

  • Bagikan
banner 400x130
Positive SSL
slot online mpo slot judi slot online Slot online dana Daftar Slot Online mpo