Terdakwa Proyek Turap Jalani Sidang Perdana – cakrawalarafflesia

  • Bagikan
sidangturap1


cakrawalarafflesia, PALEMBANG – Majelis hakim Pengadilan Tipikor Palembang menggelar sidang perdana kasus dugaan korupsi proyek turap penahan air Rumah Sakit Kusta Dr Arivai Abdullah Kabupaten Banyuasin tahun 2017 atas nama terdakwa Rusman dan Junaidi.

Keduanya dihadirkan secara virtual dari Rutan Tipikor Pakjo Palembang oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumsel, Selasa (26/10) di hadapan majelis hakim Tipikor diketuai Sahlan Effendi SH MH dengan agenda pembacaan dakwaan.

Adapun disebutkan dalam dakwaan, bahwa nilai pagu anggaran pembuatan turap penahan RS Kusta Dr Rivai Abdullah Palembang di Kabupaten Banyuasin pada tahun 2017 tersebut mencapai Rp14 miliar lebih.

“Yang mana dalam perkara ini, atas dua perbuatan terdakwa negara mengalami kerugian sebesar Rp4,8 miliar,” sebut JPU dalam sidang.

JPU menyebutkan bahwa diduga kedua terdakwa yakni Rusman Kasubag Rumah Tangga dan Perlengkapan RS Kusta Dr Rivai Abdullah Palembang serta Junaidi (46) pelaksana pembangunan (Kontraktor) PT Palcon Indonesia telah mengurangi volume pengerjaan dan memperkaya diri sendiri.

Untuk itu sebagaimana dakwaan yang dibacakan, keduanya disangkakan dengan jerat Pasal 2 ayat (1) atau 3 ayat Jo Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU No 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Atas dakwaan tersebut, kedua terdakwa melalui penasihat hukum masing-masing akan mengajukan keberatan atas dakwaan JPU (Eksepsi), dan meminta waktu satu minggu ke depan untuk membacakan eksepsinya.

Dikonfirmasi pada kuasa hukum terdakwa Rusman, Lisa Merida SH MH didampingi Arif Budiman SH MH menilai jika dakwaan yang dibacakan oleh JPU tersebut tidak mendasar alias kabur.

“Karena kami menilai ada beberapa bagian dari dakwaan JPU tersebut, terutama terkait nilai kerugian negara yng menurut kami sedikit rancu, itu nanti salah satu poin yang akan kami bacakan pada pledoi nanti,” ungkapnya.

Arief Budiman menambahkan bahwa sebagaimana dikatakan dalam dakwaan tersebut ada nama Mujib yang diduga turut serta menerima sejumlah uang Rp10 juta.

“Ada nama lain disebutkan dalam dakwaan menerima uang Rp10 juta, namun cuma dua terdakwa ini saja yang dihadirkan dipersidangan, kan tidak jelas itu,” imbuh Arief Budiman

Senada juga disampaikan oleh kuasa hukum terdakwa Junaidi, Agustina Novita Sarie SH MH dan Muhammad Yusuf SH MH.

“Terkait kerugaian negara yang disebutkan tadi sebesar Rp4,8 miliar, hal tersebut menurut kami tidak sesuai dengan apa yang telah dilakukan oleh terdakwa kami selaku pihak pelaksana pembangunan. Maka itu kami akan ajukan eksepsi pada agenda sidang selanjutnya,” ujar Agustina.

Sebelumnya, Kasi Penuntutan Pidsus Kejati Sumsel, Naimullah SH MH menjelaskan kronologi perkara dugaan korupsi yang bersumber dari APBN tahun anggaran 2017 dengan nilai pagu sebesar kurang lebih Rp.12 miliar, dalam pelaksanaannya adanya dugaan pengurangan volume proyek oleh tersangka.

Adapun peran dari kedua tersangka ini, Naim mengatakan bahwa tersangka yakni Junaidi selaku pihak kontraktor merupakan Direktur PT Palcon Indonesia dan Rusman selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang juga merupakan oknum ASN RS Kusta sebagai Kasubag Rumah Tangga.

“Untuk pembangunannya juga hingga saat ini belum selesai hingga patut diduga negara mengalami kerugian lebih kurang sebesar Rp4 miliar,” jelas Naim. (fdl)





Melansir Sumeks co

Baca Juga :  Gempa di Sulut, Bangunan Rusak di Dua Kecamatan
  • Bagikan
Positive SSL