Ahli Keuangan Negara Sebut Universitas Tadulako Tidak Berwenang Melakukan Audit – cakrawalarafflesia

  • Bagikan
sidang saksi ahli


cakrawalarafflesia, PALEMBANG – Tim penasihat hukum terdakwa kasus dugaan korupsi Masjid Sriwijaya hadirkan beberapa ahli di hadapan majelis hakim Tipikor PN Palembang.

Ahli yang dihadirkan tersebut di antarannya yakni ahli keuangan negara bernama Prof Dr Dadang Swanda, dalam sidang yang digelar Jumat (15/14) di hadapan majelis hakim diketuai Sahlan Effendi SH MH.

Ia memberikan keterangan sebagai ahli saat dicecar penasihat hukum, terutama berkaitan dengan proses audit kerugian negara pembangunan Masjid Sriwijaya, yang menurutnya hanya bisa dilakukan oleh lembaga audit seperti BPKP, BPK serta Inspektorat meskipun itu atas permintaan tim penyidik.

Baca Juga :  Kalsel Masih Digenang Banjir, Ketinggian Air Hingga 1 Meter

Selain ahli keuangan negara, ahli Pengadaan Barang dan Jasa bernama Dr Riad Horem, mengatakan terhadap perkara ini menerangkan tentang total loss yang menurutnya pembangunan Masjid Sriwijaya itu bukan total loss.

Diwawancarai saat skorsing sidang, Hj Nurmalah SH MH penasihat hukum Eddy Hermanto dan Syarifuddin mengaku sependapat dengan keterangan ahli yang dihadirkan di dalam persidangan, terutama mengenai tidak berwenangnya perhitungan audit diluar dari lembaga audit pemerintah.

Baca Juga :  Perpanjangan PPKM, Pemkot Palembang Tunggu Informasi Pusat – cakrawalarafflesia

“Hasil audit yang dilakukan di luar tiga lembaga yakni BPK, BPKP dan Isnpektorat itu menurut keterangan ahli berwenang, tidak hanya itu SEMA juga mengatakan demikian, undang-undang BPK pasal satu juga mengatakan demikian,” ujar Nurmala.

Dijelaskannya, bahwa dalam hal melakukan perhitungan kerugian negara, syarat yang harus diperlukan itu yakni audit investigasi dan klarifikasi, dalam perkara ini pihak Universitas Tadulako yang melakukan audit kerugian negara, faktanya tidak melakukan klarifikasi.





Melansir Sumeks co

  • Bagikan
Positive SSL