PBI-JK di Sumsel berkurang 345.811 orang – cakrawalarafflesia

  • Bagikan
rapat sekda


cakrawalarafflesia, PALEMBANG – Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) di Sumsel berkurang 345.811 orang. Angka itu dikarenakan adanya data NIK ganda, meninggal dunia, tidak miskin lagi dan sebagainya. Setelah dikurangi, jumlah PBI yang aktif hanya 2,37 juta.

Untuk itu, Pemerintah Provinsi Sumsel mengarahkan Dinas Sosial (Dinsos) dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) di kabupaten/kota untuk melakukan validasi data PBI-JK.

Sekda Sumsel, SA Supriono mengatakan, dari jumlah PBI-JK non aktif tersebut, belum diketahui berapa yang meninggal dunia, data ganda atau dikeluarkan karena tidak miskin lagi.

Baca Juga :  HD Minta FKUB Bantu Pemerintah Ciptakan Zero Konflik – cakrawalarafflesia

“Belum bisa dikategorikan, sebab akan di survei dulu oleh Pemkot dan Pemkab,” ungkapnya, Jumat (15/10).

Dalam rapat pembahasan validasi data penerima PBI-JK yang ada di kabupaten/kota di Sumsel, koordinasi dilakukan juga bersama Dinas Keaehatan dan BPS.

“Perlu diverifikasi ulang dalam rangka penyempurnaan dan pemadanan data antara Dinsos dan Disdukcapil agar data yang ada benar-benar valid dan tepat sasaran,” bebernya.

Baca Juga :  Sumsel Siap Pasok Oksigen ke Provinsi Lain

Lanjutnya, ada berbagai penyebab yang membuat data tidak valid. Diantaranya data double NIK, peserta meninggal, termasuk tidak tepat sasaran.

“Setelah ini kita ambil langkah dengan membuat surat ke kabupaten/kota terutama ditujukan untuk Dinsos dan Disdukcapil untuk validasi data,” tambahnya.





Melansir Sumeks co

  • Bagikan
Positive SSL