Materi Khutbah Jumat 5 Amalan Penghapus Dosa

  • Bagikan
materi khutbah jumat 5 amalan penghapus dosa dakwah.id

Materi Khutbah Jumat
5 Amalan Penghapus Dosa

Pemateri: Mubin Amrulloh, Lc., M.SI

الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ لَا مَانِعَ لِمَا وَهَبَ، وَلَا مُعْطِيَ لِمَا سَلَبَ، طَاعَتُهُ لِلْعَامِلِيْنَ أَفْضَلُ مُكْتَسَبٍ، وَتَقْوَاهُ لِلْمُتَّقِيْنَ أَعْلَى نَسَبٍ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ هَزَمَ اْلأحْزَابَ وَغَلَبَ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ اصْطَفَاهُ وَانْتَخَبَ.

صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَعَلَى صَاحِبِهِ أَبِيْ بَكْرٍ الْفَائِقِ فِيِ اْلفَضَائِلِ وَالرُّتَبِ، وَعَلَى عُمَرَ الَّذِيْ فَرَّ الشَّيْطَانُ مِنْهُ وَهَرَبَ أَمَّا بَعْدُ: يَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.

Maasyiral Muslimiin rahimakumullah

Dalam kesempatan yang mulia ini marilah kita meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah subhanahu wata’ala, yaitu dengan menjalankan perintah Allah subhanahu wata’ala dengan ikhlas, khusyuk, lagi penuh tawakkal.

Juga, kita meningkatkan ketakwaan kepada Allah dengan menjauhi segala larangan-Nya dengan semangat berhijrah dari kebiasaan buruk menuju kebiasaan terpuji dan diridhai Allah subhanahu wata’ala.

Shalawat dan salam mudah-mudahan tetap terlimpahkan kepada Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam, keluarga, para shahabat, dan umatnya hingga yaumulkiamah.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah

Perlu kita sadari bahwa setiap dari kita pernah berbuat dosa. Setiap orang tidak terlepas dari dosa yang dilakukan oleh anggota tubuhnya. Manusia tidak terlepas dari keinginan yang mengajak untuk berbuat dosa. Manusia tidak terlepas dari bisikan setan untuk memikirkan hal-hal yang menjauhkannya dari mengingat Allah.

Manusia tidak terlepas dari lalai dan sempitnya pengetahuan tentang Allah, tentang sifat-sifat-Nya maupun apa-apa yang dilakukan-Nya. Itu semua merupakan hal-hal negatif dan tentu memiliki sebab.

Allah subhanahu wata’ala berfirman:

فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا

Maka Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaannya.” (QS. Asy-Syams: 8)

Dalam ayat ini, Allah mengawali dengan kalimat al-Fujur (Kejahatan). Ini mengindikasikan bahwa pada dasarnya manusia selalu condong kepada kejahatan sebelum akhirnya Allah tanamkan takwa pada dirinya.

Hal ini dikuatkan dengan sabda Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam dalam sebuah hadits Qudsi, beliau bersabda:

يَا عِبَادِي إِنَّكُمْ تُخْطِئُونَ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَأَنَا أَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا فَاسْتَغْفِرُونِي أَغْفِرْ لَكُمْ

Wahai hamba-Ku, kamu sekalian senantiasa berbuat salah pada malam dan siang hari, sementara Aku mengampuni segala dosa dan kesalahan. Oleh karena itu, mohonlah ampunan kepada-Ku, niscaya Aku akan mengampunimu!” (HR. Muslim: 4674)

Jamaah Jumat rahimakumullah

Namun demikian, Allah subhanahu wata’ala memiliki sifat ar-Rahman dan ar-Rahim-Nya. Dia senantiasa membuka pintu ampunan terhadap setiap dosa dan kesalahan hamba-Nya.

Dengan ampunan yang Allah berikan, setiap manusia insyaallah mampu melewati dosa dan kesalahan dan kembali kepada-Nya dalam nuansa indahnya ketakwaan dengan menghadirkan berbagai amalan penghapus dosa.

Maasyiral Muslimiin rahimakumullah

Berikut ini 5 amalan penghapus dosa.

Amalan penghapus dosa yang pertama adalah tobatan nashuha. Tobat yang sebenar-benarnya.

Dalam al-Quran, Allah subhanahu wata’ala berulang kali berfirman memerintahkan hamba-Nya untuk bertobat. Di antaranya adalah firman Allah subhanahu wata’ala dalam al-Quran surat an-Nur Ayat 31:

وَتُوْبُوْٓا اِلَى اللّٰهِ جَمِيْعًا اَيُّهَ الْمُؤْمِنُوْنَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.” (QS. An-Nūr: 31)

Dalam ayat yang lain, Allah memperintahkan hamba-Nya untuk bertobat dengan tobat nasuha.

Allah subhanahu wata’ala berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا تُوْبُوْٓا اِلَى اللّٰهِ تَوْبَةً نَّصُوْحًاۗ عَسٰى رَبُّكُمْ اَنْ يُّكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّاٰتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُۙ يَوْمَ لَا يُخْزِى اللّٰهُ النَّبِيَّ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗۚ نُوْرُهُمْ يَسْعٰى بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَبِاَيْمَانِهِمْ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَآ اَتْمِمْ لَنَا نُوْرَنَا وَاغْفِرْ لَنَاۚ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Wahai orang-orang yang beriman! Bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Rabb kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai,

pada hari ketika Allah tidak mengecewakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengannya; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka berkata,“Ya Rabb kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.” (QS. At-Tahrīm: 8)

Baca Juga :  Khutbah Jumat: Keutamaan Bulan Rajab dan Peristiwa-peristiwa Penting di Dalamnya

Maasyiral Muslimiin rahimakumullah

Ketika seorang hamba memperbanyak tobat kepada Allah subhanahu wata’ala, maka tentu tobatnya itu akan mendatangkan rahmat dan kasih sayang-Nya.

Sebagaimana janji Allah subhanahu wata’ala dalam al-Quran surat al-Baqarah ayat 222.

Allah subhanahu wata’ala berfirman:

اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ التَّوَّابِيْنَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِيْنَ

Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang bertobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.” (QS. Al-Baqarah: 222)

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah

Amalan penghapus dosa yang kedua adalah melaksanakan shalat sunah dua rekaat.

Shalat dua rekaat yang dilakukan seorang hamba merupakan amalan yang dapat menghapuskan kesalahan. Shalat ini kita kenal dengan istilah shalat sunnah tobat.

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

مَا مِنْ عَبْدٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا فَيُحْسِنُ الطُّهُورَ ثُمَّ يَقُومُ فَيُصَلِّى رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللَّهَ إِلاَّ غَفَرَ اللَّهُ لَهُ

Tidaklah seorang hamba melakukan dosa, kemudian ia bersuci lalu berdiri melakukan shalat sebanyak 2 rekaat, dilanjutkan dengan beristighfar memohon ampun kepada Allah, kecuali Allah mendatangkan ampunan baginya.” (HR. Abu Daud No. 1521)

Maasyiral Muslimiin rahimakumullah

Amalan penghapus dosa yang ketiga adalah melaksanakan shalat lima waktu. Di antara tanda luasnya rahmat Allah subhanahu wata’ala, Dia jadikan perintah shalat lima waktu yang kita dirikan sehari semalam sebagai jalan dan sebab kita memperoleh ampunan-Nya.

Diriwayatkan dari sahabat Ibnu Mas‘ud radhiyallahu ‘anhu, ada seorang lelaki mencium wanita yang tidak halal baginya, kemudian ia mendatangi Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan mengadukan perbuatan tersebut.

Artikel Tsaqafah: 3 Balasan Amal Saleh di Dunia dan di Akhirat

Maka turunlah firman Allah subhanahu wata’ala:

وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِّنَ الَّيْلِ ۗاِنَّ الْحَسَنٰتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّاٰتِۗ ذٰلِكَ ذِكْرٰى لِلذَّاكِرِيْنَ

Dan laksanakanlah shalat pada kedua ujung siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan malam. Perbuatan-perbuatan baik itu menghapus kesalahan-kesalahan. Itulah peringatan bagi orang-orang yang selalu mengingat (Allah).” (QS. Hūd: 114)

Laki-laki itu lalu bertanya, “wahai Rasulullah, apakah ini khusus buatku?”

Beliau menjawab, “untuk semua umatku.” (HR. Al-Bukhari No. 495; HR. Muslim No. 4963)

Maasyiral Muslimiin sidang shalat Jumat rahimakumullah

Shalat itu selayak sebuah sungai jernih yang mengalir. Jika seseorang menunaikan shalat lima waktu, maka ibarat ia mandi lima kali sehari menggunakan air yang jernih dan mengalir. Jadi, tidak akan ada kotoran yang menempel pada tubuhnya atau semua dosa yang telah dilakukannya akan hilang dengan shalat lima waktu.

Dalam hadits Nabi yang lainnya juga terdapat penjelasan bahwa shalat lima waktu dan shalat Jumat dapat menghapus dosa-dosa kecil yang mereka lakukan sehari-hari.

Berdasarkan hal ini, Rasulullah memberikan nasihat dan solusi kepada sahabat tersebut: memperbanyak ibadah kepada Allah subhanahu wata’ala dan menjalankan shalat lima waktu secara rutin untuk menghilangkan dosa yang telah dilakukannya.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah

Keempat: Mengiringi Keburukan dengan Kebaikan

Dosa dan kesalahan yang telah kita perbuat semestinya tidak menjadikan kita lari, semakin menjauh dari rahmat Allah. Akan tetapi, semestinya kita iringi kesalahan-kesalahannya itu dengan berupaya melakukan ketaatan.

Rasulullah shalallahu alaihi wasalla pernah berpesan dalam sabdanya:

اتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ

Bertakwalah kamu kepada Allah di mana saja kamu berada dan iringilah setiap keburukan dengan (melakukan)kebaikan yang dapat menghapuskannya, serta pergauilah manusia dengan akhlak yang baik.” (HR. Tirmidzi No. 1910)

Materi Khutbah Jumat: Materi Kutbah Jumat Mewujudkan Hayatan Thayyibah

Ulama menjelaskan maksud dari kebaikan dalam hadits ini mencakup segala bentuk kebaikan. Dan kebaikan yang paling agung adalah bertobat kepada Allah subhanahu wata’ala dengan sebenar-benarnya tobat.

Baca Juga :  Khutbah Jumat PDF : 6 Adab Menghadiri Shalat Jumat

Maka, maasyiral muslimin, hadits ini menjadi motivasi kita untuk kembali kepada Allah subhanahu wata’ala dengan banyak beramal saleh sehingga dengan izin Allah, Allah menghapuskan segala dosa dan kesalahan yang telah kita perbuat selama tidak menyekutukan-Nya.

Mengiringi keburukan dengan meperbanyak kebaikann merupakan salah satu amalan penghapus dosa yang mudah untuk dilaksanakan.

Kelima: Menghadiri Majelis Zikir

Amalan penghapus dosa yang kelima adalah menghadiri majelis zikir.

Majelis zikir yang dicintai oleh Allah subhanahu wata’ala adalah majelis ilmu, majelis belajar al-Quran, belajar sunnah Nabi, dan majelis mendalami agama.

Orang yang duduk dengan orang-orang saleh yang rajin berzikir masuk dalam seluruh keutamaan yang Allah subhanahu wata’ala berikan.

Dalam sebuah hadits yang di-shahih-kan Syaikh al-Albani, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

مَا مِنْ قَوْمٍ اجْتَمَعُوا يَذْكُرُونَ اللَّهَ لَا يُرِيدُونَ بِذَلِكَ إِلَّا وَجْهَهُ إِلَّا نَادَاهُمْ مُنَادٍ مِنْ السَّمَاءِ أَنْ قُومُوا مَغْفُورًا لَكُمْ قَدْ بُدِّلَتْ سَيِّئَاتُكُمْ حَسَنَاتٍ

“Tidaklah sekelompok orang berkumpul sambil berzikir kepada Allah, tidak memiliki tujuan selain mencari ridha Allah, kecuali malaikat memanggil-manggil mereka dari langit: ‘berdirilah kalian semua dalam keadaan terampuni dan semua kejelekan kelaian telah diganti dengan kebaikan.’” (HR. Ahmad No. 12045)

Hadits ini menunjukkan, betapa pun banyak dosa yang kita punya jangan ragu untuk melangkahkan kaki menuju majelis ilmu. Karena, dengan cara mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wata’ala melalui majelis ilmu, kita berharap Allah mengampuni segala dosa yang telah lalu.

Dengan menghadiri majelis ilmu, kita berharap Allah pantaskan kita untuk berada di barisan-Nya. Golongan yang kelak akan mendapatkan naungan Allah subhanahu wata’ala di mana tidak ada naungan kecuali naungan yang diberikan kepada mereka.

Hamba-hamba Allah yang berbahagia

Demikian materi khutbah Jumat tentang lima amalan penghapus dosa yang dapat khatib sampaikan. Tentu masih banyak amal saleh lain, ketika seorang hamba mengamalkannya maka itu menjadi sebab Allah datangkan ampunan-Nya.

Semoga khutbah singkat ini dapat menjadi asbab Allah mendatangkan hidayah dan taufik-Nya untuk kita semua sehingga kita mampu memaksimalkan ketaatan kepada-Nya dengan penuh pengharapan akan ampunan-Nya.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي القُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمِا فِيْهِ مِنَ الآَيَاتِ والذِّكْرِالحَكِيْمٍ، وتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَه إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ

KHUTBAH KEDUA

الْحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ، وَالعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِيْنَ، وَلاَ عُدْوَانَ إِلاَّ عَلَى الظَّالِمِيْنَ، وَنَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَلِيُّ الصَّالِحِيْنَ، وَنَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ إِمَامُ الأَنبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، وَأَفْضَلُ خَلْقِ اللهِ أَجْمَعِيْنَ،

صَلَوَاتُ اللهِ وَسَلاَمُهُ عَلَيْهِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَالتَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، أَمَّا بَعْدُ:

يَا أَيًّهَا الحَاضِرُوْن، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ تَعَالَى: {يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ}، قَالَ تَعَالَى: {وَمَن يَتَّقِ اللهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا}، وَقَالَ: {وَمَن يَتَّقِ اللهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُعْظِمْ لَهُ أَجْرًا}،

ثُمَّ اعْلَمُوْا فَإِنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَالسَّلاَمِ عَلَى رَسُوْلِهِ فَقَالَ: {إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا}.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا. اَللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ باَطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ الله، اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاۤئِ ذِى الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، فَاذْكُرُوا اللهَ العَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ.

Semoga bermanfaat!

Source link

  • Bagikan
Positive SSL