Saksi Ini Akui Ikut Tandatangani Berkas Pencairan Dana Hibah Rp 50 Miliar – cakrawalarafflesia

  • Bagikan
saksi masjid sriwijaya


cakrawalarafflesia, PALEMBANG – Sidang dugaan korupsi dana hibah Masjid Sriwijaya atas nama empat terdakwa Eddy Hermanto, Syarifuddin, Yudi Arminto serta Dwi Kridayani dengan agenda pemeriksaan saksi ahli masih bergulir hingga malam hari.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumsel, Jumat (8/10) usai menggelar sidang lapangan dilanjutkan dengan pemeriksaan perkara dengan menghadirkan seorang saksi yakni Dr Ir Marzan A Iskandar mantan Wakil Ketua Pembangunan Masjid Sriwijaya.

Di hadapan majelis hakim Tipikor Palembang diketuai Sahlan Effendi SH MH, saksi Marzan mengaku selain menjabat sebagai Wakil Ketua Yayasan di tahun 2015 dia juga menjabat pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum Yayasan Wakaf Masjid Sriwijaya.

Baca Juga :  Gara-gara Ini, Ground Breaking Tanjung Carat Tertunda (Lagi)

“Saat pencarian dana hibah sebesar Rp 50 miliar ditahun 2015 untuk pembayaran kepada KSO selaku kontraktor pembangunan, saya dan  Muddai Madang selaku bendahara Yayasan menandatangani berkas pencairan dana tersebut,” ungkap Marzan.

Rektor Institut Teknologi Indonesia ini juga menjelaskan, dirinya menjabat sebagai Plt Ketua Umum Yayasan dari Oktober 2015 sampai dengan 2016. Sementara untuk pencarian dana hibah tahun 2017, dirinya mengaku sudah tidak lagi di Yayasan Wakaf Masjid Sriwijaya.

Marzan yang merupakan ilmuan dan insinyur profesional ini juga akui, mewakili pihak Yayasan Wakaf Masjid Sriwijaya turut menandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) tahun 2015.

Baca Juga :  Jemaat Gereja Dilarang Membawa Tas Berukuran Besar – cakrawalarafflesia

“Dimana dalam kontrak kerja tersebut, yang menandatanganinya yakni pihak dari panitia pembanguan dengan kontraktor. Kemudian kalau untuk lelang saya tidak tahu, saya hanya dapat laporan kalau terkait berkas lelang yang menandatanganinya kepada pihak panitia pembangunan,” ujarnya.

Terkait hal itu, tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumsel Roy Riady didampingi Naimullah membenarkan bahwa kedudukan saksi Marzan sebagai wakil ketua yayasan akan tetapi ikut menandatangani NPHD tahun 2015.

“Pada prinsipnya masalah NPHD serta dalam proses pencairan dia (saksi) hanya tanda tangan saja. Akan tetapi dia tidak tahu mengenai kebenaran dokumen dokumen tersebut,” ujar Roy. (Fdl)





Melansir Sumeks co

  • Bagikan
banner 400x130
Positive SSL
slot online mpo slot judi slot online Slot online dana Daftar Slot Online mpo