Kaum Milenial Kabupaten Kepahiang Turut Berperan Melestarikan Batik Diwo

  • Bagikan
Batik Diwo1 e1633313716593 712x420 1

Kepahiang — Dalam rangka memperingati Hari Bati Nasional 2021, IKM Sumberhayati Kabupaten Kepahiang menyelenggarakan lomba Desain Batik Diwo bertempat di Gedung Pelayanan DInas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Perpusda) Kabupaten kepahiang pada 2(2/10/2021 ) lalu.

“Melalui momen Hari Batik Nasional ini, IKM Sumber Hayati bekerjasama dengan Perpusda menggelar lomba mendesain batik diwo,” ujar Nurhayati.

Ketua LKP Sumber Hayati, Nurhayati mengatakan, lomba ini dikhususkan untuk desain Batik Diwo dikarenakan Batik Diwo merupakan batik khas Kabupaten Kepahiang. Oleh karena itu batik jenis ini sangatlah penting untuk dilestarikan. Terlebih saat ini eksistensinya mulai meredup maka penting untuk dipopulerkan kembali.

Kaum Milenial Kabupaten Kepahiang Turut Berperan Melestarikan Batik Diwo 7

Nurhayati juga mengungkapkan jika lomba ini diselenggarakan dengan sasaran kaum milenial dari kalangan pelajar dan masyarakat umum se-Kabupaten Kepahiang. Tujuan utama diselenggarakan lombaini untuk mengenalkan batik khas Kabupaten Kepahiang yang telah ada sejak zaman dahulu.

Antusias kamum milenial Kabupaten Kepahiang sangat tinggi dalam melestarikan batik kahs Kabupaten Kepahiang ini,. Terbukti sebanyak 76 peserta turut hadir untuk mengikuti perlombaan ini baik dari sekolah formal maupun sekolah non formal.

Kaum Milenial Kabupaten Kepahiang Turut Berperan Melestarikan Batik Diwo 8

“Awalnya saya ragu karena takut tidak banyak yang ingin ikut (lomba). Namun diluar dugaan, terhitung sebanyak 76 pelajar datang untuk mendaftarkan diri sebagai peserta,” lanjutnya.

Kaum Milenial Kabupaten Kepahiang Turut Berperan Melestarikan Batik Diwo 9

Asisten III Pemkab Kepahiang, Hairah Aryani, S.Sos, M.Pd yang ikut hadir dalam kegiatan ini mengaku dukungan penuh kegiatan ini. Sebab menurut Hairah, kaum milenial dalam melestarikan budaya sangatlah penting karena pemuda yang juga merupakan aset bangsa, dinilai mampu menjadi media promosi dari budaya lokal seperti Batik Diwo ini.

“Karena kaum milenial itu mengikuti trend, sehingga bukan tidak mungkin nantinya batik diwo ini akan dipoles para pemuda dengan lebih modern sehingga menguatkan potensinya untuk lebih dikenal luas,” singkatnya.

Kaum Milenial Kabupaten Kepahiang Turut Berperan Melestarikan Batik Diwo 10

Sementara itu Kadis DPKD Kabupaten Kepahiang, Muhdi, S.Pd, M.M,Pd, melalui Kabid Pelayanan DPKD Sadikin, S.Pd menuturkan kegiatan ini difasilitasi Perpusda, karena dianggap sejalan dengan program yang telah dicanangkan sebelumnya, yakni program Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial.

“Karena salah satu syarat untuk menjalankan program tersebut adalah dengan melibatkan masyarakat banyak dan memanfaatkan perpustakaan sebagai tempat untuk berkegiatan, tentu saja kegiatan ini akan kami dukung,” tutupnya.

Sementara itu, perlombaan yang diikuti 76 peserta ini langsung diberi penilaian. Terdapat 12 juara yang masing – masing terdiri dari 6 juara untuk tingkat SMA dan 6 juara tingkat SMP.

Daftar pemenang lomba desain Batik Diwo tingkat SMA/Umum

Kaum Milenial Kabupaten Kepahiang Turut Berperan Melestarikan Batik Diwo 11


Juara I : Nazmi Junifarsyah (Umum)
Juara II : Jelita (SMKN 04 Kepahiang)
Juara III : Dewi Astini (PKBM Az – zahra)
Harapan I : Lusia Wulandari (MAN 02 Kepahiang)
Harapan II : Jimmy (PKBM Az – zahra)
Harapan III : Nazifah Az-zahra (MAN 02 Kepahiang)

Daftar pemenang lomba desain Batik Diwo tingkat SMP/Mts


Juara I : Farah Salsabila (SMPIT Kepahiang)
Juara II : Keyla Assifa (SMPIT Kepahiang)
Juara III : Dzakiyyah Baziqhah (SMPIT Kepahiang)
Harapan I : Aziz Maulana (Pesantren Qur’an)
Harapan II : Helen (MTS EHQ Embong Ijuk)
Harapan III : Mario Andika (SMPIT Kepahiang)

Masing – masing juara diberikan piala dan piagam penghargaan. Didukung Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Kepahiang, Sanggar Metamorfosa dan Rumah BUMN PLN Kepahiang, kegiatan ini diramaikan dengan doorprize dari sejumlah produk UMKM.

  • Bagikan