Susun Dokumen RPPEG Dengan Cermat – cakrawalarafflesia

  • Bagikan
senenhar1


cakrawalarafflesia, PALEMBANG – International Centre for Research in Agroforestry (ICRAF) menggelar workshop pendahuluan Penyusunan Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut (RPPEG) Kabupaten Banyuasin, Jumat (24/9). Workshop dilaksanakan di Ruang Angsana Beston Hotel Palembang pukul 09.00 WIB. Workshop dibuka oleh Sekda Kabupaten Banyuasin Dr H Muhammad Senen Har.

Sekda Senen Har mengatakan bahwa Kabupaten Banyuasin memiliki lahan gambut terbesar kedua setelah Kabupaten OKI. Banyuasin memiliki lahan gambut seluas 317.530 hektare yang tersebar di 22 kecamatan.

“Lahan gambut terluas di Sumsel ada di Kabupaten OKI,” kata Senen.

Dalam menyusun dokumen RPPEG, tambah Senen, harus dilakukan dengan cermat dan teliti. Karena itu, pemkab harus melibatkan semua pihak. Apakah itu Bappeda Litbang, Badan Restorasi Gambut, Forum DAS, dan dinas instansi lainnya. Tindak lanjut dari workshop ini tentu akan dibentuk Pokja melalui SK Bupati.

Baca Juga :  Sesepuh Flexi itu Meninggal – cakrawalarafflesia

“Pokja inilah yang akan menyusun dokumen RPPEG Banyuasin,” ujarnya.

Dia meminta kepada Pokja dan peserta workhsop untuk mengikuti dan mempelajari sedetail mungkin dalam menyusun dokumen RPPEG. Dokumen yang disusun harus memperhatikan POAC (planning, organizing, actuating, controlling) akan berlaku selama 30 tahun. Jangan sampai, Pokja yang dibentuk dan peserta workshop yang sudah menghabiskan waktu, tenaga, dan pikirannya berakhir sia-sia karena dokumen RPPEG yang disusun tidak sempurna.

“Kita mengikuti workshop ini di hotel, disuguhi snack, makan, dan minuman. Jangan sia-sia,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala Bappeda dan Litbang Banyuasin Qosaruddin MM menambahkan bahwa keberadaan lahan gambut di Banyuasin, tidak hanya mendatangkan manfaat bagi petani dan warga. Tetapi juga bagi flora dan fauna.

“Ada jelutung, ramin, dan flora fauna lainnya hidup di lahan gambut,” pungkasnya. (dom)





Melansir Sumeks co

  • Bagikan
Positive SSL