Pelanggar Prokes Menurun, Kasat Pol PP Senang – cakrawalarafflesia

  • Bagikan
arissaputra1


cakrawalarafflesia, PALEMBANG – Sejak tiga bulan terakhir dari Juni hingga Agustus, jumlah pelanggar protokol kesehatan yang tidak memakai masker dan diberi sanksi di sejumlah tempat nongkrong dan tempat makan di Sumsel, mengalami penurunan signifikan. Hal ini diungkapkan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Sumsel, Aris Saputra saat ditemui di ruangan kerjanya, Senin (20/9).

“Tiga bulan terakhir dari Juni hingga Agustus mayoritas pelanggar prokes turun cukup signifikan,” kata Aris.

Pada Juni, terhitung sejak 10 Juni hingga 9 Juli, lanjut Aris, jumlah pelanggaran prokes yang mendapat teguran lisan 3237, sanksi sosial sebanyak 424. Dari sanksi tersebut, jumlah pelanggar yang tidak memakai masker berjumlah 3.661 pelanggar di Sumsel.

Selanjutnya, pada Juli dari 10 Juli-8 Agustus, yang mendapatkan teguran lisan 2558, sanksi sosial 227, keseluruhan jumlah pelanggar yang tidak memakai masker 2.785 pelanggar. Kemudian, 9 Agustus sampai dengan 7 September, teguran lisan 2.181, sanksi sosial 129, dan untuk seluruh pelanggaran yang tidak memakai masker sebanyak 2.310 pelanggar.

“Ini semua yang melanggar protokol kesehatan, terutama yang tidak memakai masker,” jelas Aris.

Dikatakannya, semua pelanggar yang mendapat sanksi adalah level PPKM-nya cukup tinggi, dan memang harus diperhatikan khusus. Diantara kabupaten/kota di Sumsel yang mendapatkan perhaian khusus tentang prokes sesuai dengan PPKM yang diberlakukan kemarin seperti Kota Palembang, Lubuklinggau, Prabumulih, dan Pagaralam.

“Tentunya yang mendapat sanksi kemarin hanya beberapa daerah yang level PPKM-nya tinggi,” ucapnya.

Aris menambahkan, pelanggar diberikan sanksi ringan diantaranya diberikan edukasi, sosialisai, dan diberikan sanksi push up dan disuruh buat surat pernyataan. Pelanggar tersebut banyak ditemukan di cafe tempat nongkrong, rumah makan, termasuk tempat karaoke.

Sementara itu, untuk pemilik usaha diberikan edukasi, sosialisasi, teguran lisan serta peringatan. Namun jika tetap ada yang tidak mengindahkan peringatan tersebut, maka akan diberikan teguran keras dan untuk masalah pencabutan izin usahanya nanti akan diserahkan kepada pemerintah kabupaten/kota yang bersangkutan.

“Termasuk pemilik usaha kita berikan sanksi teguran. Namun jika masih terlihat melanggar maka akan kami berikan teguran keras,” tegasnya.

Aris menjelaskan, di tiga bulan terakhir ini dirinya cukup merasa senang dan bangga atas taatnya masyarakat, dan pemilik usaha yang telah patuh untuk untuk mematuhi protokol kesehatan. Sehingga saat ini Sumsel bisa menjadi rata rata kabupaten/kota bisa menjadi zona kuning.

“Saya senang dan bangga karena ketaatan masyarakat dan pemilik usaha untuk bisa mematuhi prokes yang diberlakukan selama ini,” tukasnya. (edy)





Melansir Sumeks co

Baca Juga :  IRT Asal Kepahiang Tersangka Pengedar Sabu Diduga Punya Ladang Ganja
  • Bagikan
Positive SSL