Palembang Banjir, Dinas PUPR Kurang Pompa – cakrawalarafflesia

  • Bagikan
IMG 20210915 WA0190


cakrawalarafflesia, PALEMBANG – Saat ini Kota Palembang membutuhkan tambahan dua pompa pengendali air untuk mengatasi banjir. Hal ini untuk mengantisipasi luapan air yang terjadi dikarenakan curah hujan di Palembang akhir akhir ini cukup tinggi.

Pompa pengendali banjir yang saat ini telah disediakan oleh Pemerintah Kota Palembang, belum mampu menampung air di beberapa daerah pemukiman warga dan ruas jalan yang ada di Kota Palembang.

Terbukti dengan terjadinya luapan air yang terjadi akhir akhir ini dikarenakan hujan yang begitu deras.

Kepala Dinas PUPR Kota Palembang, Ahmad Bastari Yusak menyatakan, pompa yang dimiliki oleh Pemkot Palembang di Jl Kapten Arrivai hanya mampu menampung debit air 1.000 liter/detik.

“Saat ini pompa pengendali air di Kapten Arrivai hanya mampu menampung 1000 liter/detik,” kata Bastari di Hotel Beston Palembang, Rabu (15/9).

Dikatakan Bastari, pompa pengendali air yang saat ini dibutuhkan sebanyak 3.000 liter/detik. Artinya pompa pengendali air tersebut harus ditambah dua pompa lagi agar lebih efektif. Sehingga dapat menampung debit air lebih banyak lagi dari yang sebelumnya.

Baca Juga :  Lagi-lagi, 3 Oknum Wartawan Kepahiang Kena OTT

“Ya saat ini masih dibutuhkan dua pompa pengendali air lagi,” cetusnya.

Tercatat, sebelumnya sudah ada delapan pompa pengendali banjir yang saat ini tersedia. Masing-masing berada di anak sungai sekanak, Jl Kapten Arrivai, Jl Bay Salim, depan Universitas IBA, Jl Veteran, pompa bayas di JlPerintis Kemerdekaan, pompa 26 ilir, kolam retensi Brimob Jl Demang Lebar Daun.

Penambahan dua pompa pengendali air tersebut, rencananya akan di pasang di beberapa titik lagi yang memang menjadi rawan banjir. Namun, pemkot Kota Palembang saat ini masih mencarikan solusi untuk merealisasikan hal tersebut. Karena anggaran yang dibutuhkan untuk membeli alat tersebut cukup besar.

Baca Juga :  Daftar Lengkap Ruas Jalan Jakarta yang Ditutup saat Malam Tahun Baru

“Saat ini masih kami pikirkan dulu solusinya, karena harga satu pompa pengendali air itu bisa mencapai Rp2 miliar,” ujarnya.

Selain itu, salah satu penyebab terjadinya luapan air yang menimbulkan banjir di daerah pemukiman warga adalah, banyaknya tumpukan sampah yang menumpuk di saluran drainase, adanya bangunan diatas drainase, terlalu kecilnya saluran air, dan ada beberapa saluran air yang sengaja ditutup oleh masyarakat.

Bastari menerangkan, Pemkot Palembang telah berupaya mengatasi hal tersebut dengan melakukan gotong royong rutin yang dilakukan setiap minggunya, membuat saluran air box culvert dan U DITCH (PRE CAST) sebanyak 1.039 unit, serta melakukan pelebaran saluran air, dan menertibkan bangunan yang berada diatas saluran air.

“Semuanya telah kami upayakan untuk mengantisipasi hal tersebut. Namun semua itu tidak ada gunanya jika masyarakat tidak bisa diajak kerja sama,” bebernya. (edy)





Melansir Sumeks co

  • Bagikan
Positive SSL