Terkendala Alat, Penyebab Minimnya Ekspor Peternakan Sumsel

  • Bagikan
kadin


cakrawalarafflesia, PALEMBANG – Keterbatasan alat mengelola peternakan hewan, membuat terhambatnya angka ekspor peternakan Sumsel ke manca Negara.

‘’Kendala lain, akses jalur pelabuhan masih menjadi factor penghambat  menampung jalur ekspor ke berbagai Negara,’’ Kepala Dinas Perdagangan Sumsel Ahmad Rizali, Selasa (7/9).

Itulah mengapa, lanjut Rizali, Sumsel masih mengandalkan ekspor tumbuh tumbuhan. Komoditi karet, sawit, dan kelapa tetap menjadi primadona ekspor.

Sedangkan untuk ekspor hewan Sumsel tidak ada. dikarenakan keterbatasan alat untuk mengelolanya Sumsel belum ada. ‘’Pun pengusaha untuk mengelolanya juga belum ada.’’
Faktanya, kebutuhan hewan ternak Sumsel sendiri, masih dipenuhi dari pihak luar

Baca Juga :  Malam Tahun Baru, Pemkot Surabaya Akan Tutup Suramadu

Dia menjelskan, di Sumsel memang banyak ternak sarang burung wallet. Namun sayangnya, Sumsel belum mempunyai ketersediaan alat prosessing pembersihnya, sehingga tidak dapat di ekspor langsung ke luar negeri.

“Karena belum ada alat prosessing pembersihnya, jadi sekarang hanya bisa mengirimkan hasil sarang burung wallet ke daerah Lampung dan Tanjung Priuk.” kata Rizali.

Untuk kendala pelabuhan, kapasitas kapan bersandar hanya bisa menampung dan mengangkat barang sebanyak 2000 ton untuk sekali pengiriman. Sedangkan untuk minimalnya sekali pengiriman 6000 ton.

Baca Juga :  Korban Bacok Sepupu Sendiri di Kepahiang Masih Kekurangan Biaya Operasi

Dikatan Rizali, jika hal itu juga yang menyebabkan nilai ekspor Sumsel tidak lebih baik dibandingkan dengan daerah yang lainnya ada di Wilayah Indonesia. “Hal itu yang sebabkan nilai ekspor kita belum stabil dibandingkan daerah lainnya,” tambahnya.

Lanjutnya, Rizali berharap agar ada pengusaha berminat terjun di sector ini.  ‘’Berani mempersiapkan alat penyedia peternakan agar memudahkan untuk mengekspor hewan peternakan yang berasal dari Sumsel,’’ pungkas dia. (edy)





Melansir Sumeks co

  • Bagikan
Positive SSL