8 Perbedaan Blog dan Website yang Jarang Diketahui

  • Bagikan
8 Perbedaan Blog dan Website yang Jarang Diketahui
8 Perbedaan Blog dan Website yang Jarang Diketahui

Cara Membedakan Blog dan Website

Ingin tahu cara membuat website maupun blog dan perbedaan antara keduanya? Sebelum membuat, simak dulu artikel ini hingga selesai. Karena di sini kami akan coba jelaskan apa perbedaan antara blog dan website bagi Anda yang berencana membuatnya.

Dengan mengetahui kedua istilah tersebut, maka Anda bisa menentukan untuk membangun website sendiri atau blog. Pasalnya, website dan blog bukan hanya sekedar istilah saja, bahkan fungsinya pun berbeda.

Penjelasan Tentang Blog dan Website

Blog sendiri merupakan sebuah kependekan dari web log. Fungsinya yaitu untuk konten-konten seperti aktivitas penulis, pengalaman pribadi, hingga konten berupa opini yang bermanfaat untuk pembaca.

Sedangkan website merupakan sebuah laman online yang terhubung di dalam satu domain. Website umumnya dikelola oleh institusi, organisasi, perusahaan, individu, hingga pemerintah.

Website digunakan untuk menyebut sebuah situs tertentu yang ada di internet. Contohnya seperti www.facebook.com, www.google.com, www.wordpress.com, dan lainnya.

Sementara blog merupakan salah satu tipe website yang mudah dikelola. Blog jauh lebih sederhana dibandingkan dengan website. Selain itu, blog juga sering disebut dengan istilah website pribadi.

Perumpamaan sederhana untuk istilah website dan blog bisa kita analogikan dengan buah-buahan. Contohnya, semua apel merupakan buah-buahan. Namun tidak semua buah-buahan adalah apel. Apel di sini merupakan blog dan buah-buahan adalah website.

Perbedaan Blog dan Website

8 Perbedaan Blog dan Website yang Jarang Diketahui
8 Perbedaan Blog dan website

Berencana membangun website sendiri atau blog? Intip perbedaannya terlebih dahulu agar Anda bisa menentukan tipe yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Berikut perbedaan-perbedaan yang sudah kami rangkum untuk Anda.

1.      Jenis Konten pada Blog dan Website

Perbedaan pertama yang paling mencolok antara keduanya terletak pada jenis konten yang di-posting.

Blog umumnya diisi dengan konten-konten artikel, video, maupun podcast. Adapun isi kontennya yaitu seputar opini, aktivitas pemilik blog, seperti yang sudah kami jelaskan sebelumnya.

Blog bisa Anda buat dengan memfokuskan satu tema atau niche. Contohnya seperti niche teknologi, fashion, parenting, dan sebagainya. Niche yang Anda pilih bisa disesuaikan dengan minat.

Baca Juga :  Why Website maintenance is important

Sedangkan untuk konten pada website biasanya bersifat promosi maupun pemasaran. Contohnya seperti konten yang berkaitan dengan produk atau layanan yang sedang Anda tawarkan.

Selain itu, website juga bisa dibuat untuk kebutuhan halaman perusahaan. Isi website perusahaan yaitu berkaitan dengan sejarah, produk, alamat, hingga kontak perusahaan. Selain itu juga bisa berupa website untuk lembaga, toko online, hingga pemerintah.

2.      Fitur Tombol Subscribe

Baik website maupun blog, keduanya sudah dilengkapi dengan fitur subscribe. Para audiens atau pembaca bisa mengaktifkan fitur tersebut untuk mengetahui informasi atau update terbaru. Namun fungsi fitur subscribe pada website berbeda dengan fitur blog.

Fitur subscribe pada blog umumnya dibuat untuk memberitahu informasi atau update konten terbaru pada blog Anda. Update yang diinformasikan berupa konten terbaru yang Anda posting.

Namun berbeda dengan fitur subscribe pada website. Tombol berlangganan pada website biasanya untuk memberikan informasi terbaru seputar produk, layanan, atau penawaran menarik.

3.       Penggunaan Gaya Bahasa

Blog dan website biasanya menggunakan gaya bahasa yang berbeda. Pasalnya keduanya memiliki fungsi yang berbeda juga. Jadi penggunaan gaya bahasanya disesuaikan dengan fungsinya.

Blog umumnya menggunakan gaya bahasa yang tergolong luas. Anda bisa memilih gaya bahasa formal, informal, bahkan casual yang terlihat gaul.

Penggunaan kata sapaan atau kata ganti orang kedua pada blog pun tergolong sangat beragam. Kata ganti orang kedua umumnya menggunakan kata Anda, kamu, lu, dan sebagainya agar menciptakan kesan yang lebih personal.

Sementara itu, gaya bahasa yang digunakan pada website biasanya lebih profesional. Gaya bahasa pada website umumnya lebih formal karena biasanya digunakan untuk kebutuhan website perusahaan, organisasi, pemerintah, dan lainnya.

4.      Update Konten

Proses update konten blog dan website umumnya berbeda-beda. Blog biasanya memperbarui kontennya secara berkala. Update blog biasanya dilakukan satu hari sekali, tiga hari sekali, hingga seminggu sekali sesuai keinginan si pemilik.

Karena sering diperbarui, maka jenis konten pada blog bersifat dinamis. Pasalnya, kontennya akan selalu bertambah dari waktu ke waktu. Selain itu, update konten juga merupakan nyawa dari blog itu sendiri.

Sedangkan update konten pada website tidak terlalu intens layaknya blog. Website hanya akan memperbarui kontennya jika ada perubahan informasi produk maupun layanan yang disediakan oleh perusahaan, organisasi, maupun pemerintah.

Baca Juga :  Cara Mempercepat Loading Blog dan WordPress

5.      Proses Pengelolaan

Pengelolaan blog dan website memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Pengelola blog dikenal juga dengan istilah atau sebutan blogger. Blog biasanya dikelola sendiri oleh penulis atau pemilik blog terkait.

Blogger akan mengelola blog secara mandiri. Meski begitu, blogger juga bisa menunjuk beberapa penulis untuk menjadi admin di blog yang mereka kelola.

Sementara itu, pengelolaan website biasanya akan ditangani oleh tim atau perusahaan. Biasanya tim tersebut terdiri dari penulis artikel, copywriter, developer, dan designer.

6.      Metode Komunikasi

Blog dan website memiliki fungsi yang berbeda. Itulah kenapa, arah dan metode komunikasi yang digunakannya pun berbeda.

Blog umumnya menggunakan arah komunikasi yang interaktif. Alasan menggunakan metode ini yaitu agar pembaca bisa berkomentar pada setiap artikel yang sudah di-posting.

Sementara itu, website biasanya menggunakan metode komunikasi satu arah saja. Pasalnya, di dalam sebuah website tidak tersedia kolom komentar.

7.      Perbedaan Coding

Coding juga menjadi salah satu hal yang membedakan antara blog dan website. Blog umumnya memiliki proses coding yang tergolong mudah digunakan ketimbang website.

Blog sudah dirancang khusus agar mudah sekali untuk dikelola. Semua fitur dan konfigurasinya diciptakan untuk mudah diaplikasikan oleh perorangan. Itulah kenapa, blog selalu dipilih untuk website pribadi.

Sementara itu, coding website diciptakan lebih rumit agar bisa digunakan untuk kepentingan yang lebih luas. Itulah kenapa, website biasanya dikelola oleh tim yang ahli di bidangnya masing-masing.

Orang yang tahu cara membuat website harus paham programming seperti PHP, SS3, dan lainnya. Meski begitu, saat ini sudah ada website dengan metode pembuatan drag & drop yang lebih mudah.

8.      Pembagian Konten di dalam Website dan Blog

Perbedaan terakhir yang membedakan antara blog dan website terletak pada pembagian konten. Umumnya pembagian konten yang ada pada blog dibuat berdasarkan kategori dan tag.

Contohnya pada blog bertema fashion yang biasanya akan ada beberapa kategori konten. Misalnya konten pada blog yang bertema fashion akan terbagi pada beberapa kategori seperti fashion pria, fashion wanita dan lainnya.

Sementara itu, konten di dalam sebuah website umumnya berdasarkan pada produk atau layanan. Contohnya website toko online, maka isinya seputar kategori produk seperti fashion, aksesoris, elektronik, dan lainnya.

Sudah tahu cara membuat website dan ingin segera memilikinya? Setelah Anda mengetahui apa perbedaan website dan blog yang kami bagikan di atas, Anda bisa menyesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan  Anda. Semoga bermanfaat. 

  • Bagikan
Positive SSL