Khutbah Jumat Singkat Keutamaan Istighfar dan Rahasianya

  • Bagikan
Materi Khutbah Jumat Singkat Keutamaan Istighfar dan Rahasianya dakwah.id

Khutbah Jumat Singkat
Keutamaan Istighfar dan Rahasianya

Pemateri: Nofriyanto, M.Ag

*) Link download PDF materi khutbah Jumat ada di akhir tulisan

إِنَّ الْحَمْدَ لِلهِ، نَحْمَدُهُ، وَنَسْتَعِيْنُهُ، وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. اَلْحَمْدُ لِلهِ الْغَفُوْرُ التَّوَّابُ، اَلَّذِيْ وَعَدَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ بِجَزِيْلِ الثَّوَابِ، وَجَعَلَهُ أَمَانًا مِنَ الْعَذَابِ.

نَحْمَدُكَ يَا اللهُ حَمْدَ الشَّاكِرِيْنَ، وَنَسْتَغْفِرُكَ اِسْتِغْفَارَ الْمُسْرِفِيْنَ، وَنَلْجَأُ إِلَيْكَ لُجُوْءَ الْمُضْطَرِّيْنَ، وَنُصَلِّي وَنُسَلِّمُ عَلَى خَيْرِ الْخَلْقِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الَّذِي اخْتَصَّ هَذِهِ الْأُمَّةَ بِأَفْضَلِ كُتُبِهِ، وَخَاتِمِ أَنْبِيَائِهِ، وَنَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ خَيْرَ خَلْقِهِ.

أَيُّهَا النَّاسُ، يَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ، فَاتَّقُوْا اللهَ، فَمَنْ يَتَّقِ اللهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا مِنْ كُلِّ ضَيِّقٍ، وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ، قَالَ اللهُ تَعَالَى: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّـهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُوا فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ.

وَيَقُوْلُ اللهُ تَعَالَى فِي مُحْكَمِ آيَاتِهِ: وَاسْتَغْفِرُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ، وقال تعالى: وَأَنِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ.

Ma’asyiral Muslimin wa Jumratul mu’minin rahimakumullah

Istighfar merupakan salah satu cara sekaligus solusi yang diajarkan Islam untuk menyelesaikan berbagai problematika kehidupan sekaligus hal yang paling dibutuhkan saat ini.

Kita butuh istighfar karena saat-saat ini banyaknya ujian, fitnah, dan musibah. Kita sangat butuh istighfar atas dosa-dosa dan kemaksiatan yang telah kita lakukan. Sebagaimana kita sangat butuh beristighfar di hari-hari di mana langit sudah sangat jarang membasahi bumi tempat kita tempati.

Tidak ada seorang pun yang mampu memaksa langit untuk menurunkan hujan meski betapa kuatnya dia. Hanya istighfar lah yang mampu menjadi solusi. Hal ini sebagaimana nasihat dan pesan Nabi Nuh ‘alaihissalam kepada kaumnya,

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ اِنَّهٗ كَانَ غَفَّارًاۙ. يُّرْسِلِ السَّمَاۤءَ عَلَيْكُمْ مِّدْرَارًا. وَّيُمْدِدْكُمْ بِاَمْوَالٍ وَّبَنِيْنَ وَيَجْعَلْ لَّكُمْ جَنّٰتٍ وَّيَجْعَلْ لَّكُمْ اَنْهٰرًاۗ

Artinya; maka aku berkata (kepada mereka), “Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, Sungguh, Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu.” (QS. Nuh: 10-12)

Barang siapa yang ingin hujan, maka istighfar dapat menjadi sebab turunnya hujan dari langit. Barang siapa yang ingin kaya, maka istighfar adalah jawabannya. Barang siapa yang ingin punya keturunan, maka istighfar adalah solusinya.

Barang siapa yang menginginkan surga, keridhaan, dan limpahan nikmat Rabbnya, maka istighfar adalah sebab dan wasilahnya.

Potret Keutamaan Istighfar dalam Kehidupan Ulama Salaf

Jamaah shalat Jumat dirahmati Allah subhanahu wata’ala

Banyak kisah dan riwayat yang menjelaskan dan merekam rahasia dan keutamaan istighfar. Semua terekam dan dicatat dalam lintasan hari-hari sejarah umat Islam.

Sebagaimana sudah kita ketahui bersama ungkapan kesepakatan para ahli sejarah bahwa at-tārīkh yu’īdu nafsahu, sejarah itu akan mengulang dirinya. Pilihan ada di tangan kita, semoga kita termasuk yang mencontoh kebaikan-kebaikan para pendahulu kita yang mulia.

Potret keutamaan istighfar dapat kita jumpai dalam kisah Umar bin Khatab radhiyallahu ‘anhu. Pada masa kepemimpinannya, kaum muslimin ditimpa kekeringan dan masa paceklik. Beliau keluar ke tanah lapang. Beliau hanya beristighfar, dan hal itu diketahui oleh orang banyak. Mereka heran dan bertanya, “Wahai Amirul Mukminin, kenapa kami tidak melihatmu meminta hujan?”

Lantas beliau menjawab, “Sungguh aku telah meminta hujan dengan kemuliaan langit yang dengannya hujan turun!” sambil melantukan ayat al-Quran surat Nuh ayat 10-12 yang tadi kita simak bersama.

Qadarullah wa subhanallah wallahu Akbar! Apa yang diminta dan diharapkan oleh mereka menjadi kenyataan.

Kisah tentang keutamaan istighfar juga kita jumpai dalam kehidupan Hasan Al-Bashri. Satu ketika pernah datang kepada Hasan al-Bashri seseorang yang mengadukan masalah hama tanaman dan kekeringan, beliau hanya menjawab, “Beristighfarlah kamu!”

Saat orang yang lainnya mengadukan masalah kefakirannya, jawaban Hasan Al-Bashri pun tetap sama, “Beristighfarlah kamu!”

Baca Juga :  Materi Khutbah Jumat Bahaya Legalisasi Khamr

Kemudian datang orang ketiga mengadu kepadanya tentang anaknya yang sedikit, jawaban beliau tetap, “Beristighfarlah kamu!”

Baca juga: Doa Rasulullah ketika Hujan Deras – Teks Arab Latin dan Terjemah

Orang-orang yang mengetahui sikap dan jawaban Hasan Al-Bashri terheran-heran lantas bertanya kepadanya, “Kenapa jawabanmu untuk solusi semua masalah hanya istighfar?”

Beliau menjawab, “Itu bukan jawaban dan solusi dariku, aku hanya menjawab sesuai firman Rabbku.” Sembari membaca surat Nuh ayat 10-12.

Betapa mulianya istighfar, alangkah indah dan baiknya lisan-lisan yang berkilau dan bersinar karena cahaya istighfar tanpa kenal malas, lalai, dan bosan.

Dan yang paling baik dari itu semua jika istighfar bisa menjadi syiar dan untaian yang senantiasa menghiasi setiap detik hidup dan tempat kita.

Dapat kita baca dan lihat tidak hanya melalui lisan, bahkan tertulis di dinding-dinding, plang-plang setiap sudut jalan dan ruangan kita, di sekolah-sekolah, dan perkantoran. Mari kita isi waktu-waktu penantian dan menunggu kita dalam hidup ini dengan senantiasa beristighfar kepada Allah subhanahu wata’ala!

Kaum Muslimin sidang shalat Jumat yang dirahmati Allah subhanahu wata’ala,

Jika kita mengisi waktu kita dengan istighfar, sama artinya kita mengisi lembaran-lembaran catatan amal kita dengan kebaikan-kebaikan, yang dengannya derajat kita bertambah mulia di sisi-Nya.

Setan pun lari dan tidak akan mampu menggoda kita. Sebagaimana yang disampaikan baginda Nabi dalam hadis shahihnya, “Sesungguhnya setan berkata, demi kemulian-Mu, ya Rabb aku tidak akan berhenti menggoda hamba-hamba-Mu selama arwah masih berada di jasad mereka, Allah subhanahu wata’ala berfirman, “Demi kemulian dan kebesaran-Ku akan aku ampuni hamba-hamba-Ku selama mereka beristighfar kepada-Ku.” (HR. Ahmad no. 11327)

Sebagaimana Allah subhanahu wata’ala senantiasa mengingatkan kita untuk memohon ampun atas kesalahan dan dosa dalam banyak ayat-ayat-Nya.

وَّاَنِ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوْبُوْٓا اِلَيْهِ يُمَتِّعْكُمْ مَّتَاعًا حَسَنًا اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّى وَّيُؤْتِ كُلَّ ذِيْ فَضْلٍ فَضْلَهٗ ۗوَاِنْ تَوَلَّوْا فَاِنِّيْٓ اَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ كَبِيْرٍ

Dan hendaklah kamu memohon ampunan kepada Tuhanmu dan bertobat kepada-Nya, niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik kepadamu sampai waktu yang telah ditentukan. Dan Dia akan memberikan karunia-Nya kepada setiap orang yang berbuat baik. Dan jika kamu berpaling, maka sungguh, aku takut kamu akan ditimpa azab pada hari yang besar (Kiamat).” (QS. Hud: 3)

Dalam hadits qudsi, Allah subhanahu wata’ala juga berfirman, “Wahai hamba-hamba-Ku, kalian senantiasa berbuat kesalahan di siang dan malam hari, namun Aku mengampuni dosa-dosa kalian semua, maka meminta ampunlah kepada-Ku, pasti akan Aku ampuni!” (HR. Muslim no. 2577)

Syarat Istighfar Agar Diterima Oleh Allah

Kaum Muslimin yang dirahmati Allah subhanahu wata’ala,

Istighfar merupakan bagian dari doa. Maka, agar istighfar kita berfaidah ibarat doa mustajab, maka ia harus memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan dalam syariat Islam.

Syarat-syarat tersebut antara lain:

Syarat pertama: Takwa dan bebas dari syirik serta kekufuran.

Istighfar kita harus berbalut takwa dan bebas dari syirik dan kufur, sebagaimana yang Allah firmankan,

اِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللّٰهُ مِنَ الْمُتَّقِيْنَ

Sesungguhnya Allah hanya menerima (amal) dari orang yang bertakwa.” (QS. Al-Maidah: 27)

Syarat kedua: Makan dan minum yang halal.

Kenapa harus makan dan minum yang halal? karena makanan dan minuman yang haram merupakan penghalang dikabulkannya doa hamba.

Syarat ketiga: Yakin Allah akan mengabulkan doa dan permitaan.

Yakin sepenuhnya bahwa Allah akan mengabulkan doa dan permintaan kita. Sebagaimana pula dijelaskan dalam hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,

اُدْعُوا اللَّهَ وَأَنْتَمْ مُوقِنُونَ بِالْإِجَابَةِ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لَاهٍ

Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai.” (HR. At-Tirmizi No. 3479)

Materi Khutbah Jumat: 4 Amalan Agar Panjang Umur

Syarat keempat: Tidak berlebih-lebihan dalam berdoa.

Baca Juga :  Khutbah Jumat tentang Kematian

Artinya, kita tidak boleh berdoa yang dilarang, misalkan meminta suatu yang sudah jelas-jelas haram agar dihalalkan atau sebaliknya. Sebagaimana kita dilarang berdoa yang mustahil menyelisihi sunnah kauniyah-Nya. Seperti berdoa agar tidak mati dan lain sebagainya.

Selain syarat-syarat di atas, siapa saja yang ingin berdoa dan beristighfar seyogianya memperhatikan waktu mustajab untuk berdoa (al-auqaat al-mustajabah).

Adapun waktu-waktu tersebut sebagaimana dalam hadis-hadis Baginda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yaitu, saat sujud, dalam barisan jihad, turunnya hujan, saat safar berpergian, sepertiga akhir malam, ketika azan dikumandangkan, imam atau khatib naik mimbar di hari Jumat seperti sekarang ini dan di penghujung sore harinya, juga ketika berbuka puasa dan lain-lain.

Ma’asyiral Muslimin wa Jumratul mu’minin rahimakumullah

Demikianlah materi khutbah Jumat singkat yang dapat khatib sampaikan tentang rahasia dan keutamaan istighfar.

Semoga ada manfaatnya dan Allah jadikan kita dari golongan hamba-hamba-Nya yang senantiasa mengisi setiap detik dan tarikan nafas hidupnya, lisanan, jasadan wa ruuhan beristighfar kepada-Nya. Wallāhul musta’ān. Allāhumma ‘ainnā ‘alā dzikrika wa husni ‘ibādatika.

بَـارَكَ اللهُ لِـيْ وَلَكُمْ بِالْقُـرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِــيْ وَإِيَّــاكُــمْ بِمَــا فِيْهِ مِـنَ الْآيَاتِ وَالـذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَأَقُـوْلُ قَوْلِي هَذَا وَاَسْتَغْفِرُوا اللَّهَ لِـي وَلَــكُمْ مِـنْ كُلِّ ذَنْـبٍ، فَيَا فَوْزَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَيَــا نَجَاةَ التَّــائِبِيْنَ.

 

KHUTBAH KEDUA

اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، اَللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ عَلَى نِعْمَةِ الْإِسْلَامِ وَالْاِيْمَانِ. وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْ جَعَلْتَنَا مِنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. نَشْهَدُ أَنَّهُ بَلَّغَ الرِّسَالَةَ وَأَدَّى الْأَمَانَةَ وَنَصَحَ الْأُمَّةَ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

أَمَّا بَعْدُ، أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، يَقُوْلُ اللهُ تَعَالَى فِي مُحْكَمِ آيَاتِهِ قَالَ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا* يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُم مِّدْرَارًا* وَيُمْدِدْكُم بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَل لَّكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَل لَّكُمْ أَنْهَارًا.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا كُلَّهَا دِقَّها وَجُلَّهَا أَوَّلَهَا وَآخِرَهَا سِرَّهَا وَعَلَنَهَا. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا مَا قَدَّمْنَا وَمَا أَخَّرْنَا وَمَا أَسْرَرْنَا وَمَا أَعْلَنَّا وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنَّا أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا جُدَّنَا وَهَزْلَنَا وَخَطَأَنَا وَعَمْدَنَا. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدَيْنَا وَلِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.

اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْتَغْفِرُكَ إِنَّكَ كُنْتَ غَفَّارٌ فَأَرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْنَا مِدْرَارًا. اَللَّهُمَّ اسْقِنَا وَأَغِثْنَا، اَللَّهُمَّ اسْقِنَا وَأَغِثْنَا، اَللَّهُمَّ اسْقِنَا وَأَغِثْنَا. اَللَّهُمَّ أَغِثْ قُلُوْبَنَا بِالْإِيْمَانِ وَدِيَارَنَا بِالْمَطَرِ. اَللَّهُمَّ سُقْيَا رَحْمَةٍ لَا سُقْيَا هَدْمٍ وَلَا عَذَابٍ وَلَا غَرْقٍ.

اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ بِأَسْمَائِكَ الْحُسْنَى وَصِفَاتِكَ الْعُلْيَا وَبِأَنَّكَ أَنْتَ اللهُ الَّذِيْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ يَا مَنْ وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ رَحْمَةً وَعِلْمًا، اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ غَيْثًا مُغِيْثًا هَنِيْئًا مَرِيْئًا سَحًّا طَبَقًا نَافِعًا غَيْرَ ضَارٍّ عَاجِلًا غَيْرَ آجِلٍ.

اَللَّهُمَّ ارْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالزَّلَازِلَ وَالْمِحَنَ وَالْفِتَنَ كُلَّهَا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ. اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا شَأْنَنَا كُلَّهُ وَلَا تَكِلْنَا إِلَى أَنْفُسِنَا طَرْفَةَ عَيْنٍ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

اَللَّهُمَّ آتِ نُفُوْسَنَا تَقْوَاهَا زَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَاهَا. اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَنَا الَّذِيْ هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِيْ فِيْهَا مَعَاشُنَا وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِي فِيْهَا مَعَادُنَا وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِي كُلِّ خَيْرٍ وَالْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شَرٍّ.

اَللَّهُمَّ آمَنَّا فِي أَوْطَانِنَا وَأَصْلِحْ أَئِمَّتَنَا وَوُلَاةِ أُمُوْرِنَا وَاجْعَلْ وِلَايَتَنَا فِيْمَنْ خَافَكَ وَاتَّقَاكَ وَاتَّبَعَ رِضَاكَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ وَفِّقْ وَلِيَّ أَمْرِنَا لِهُدَاكَ اَللَّهُمَّ وَفِّقْهُ لِمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى مِنْ سَدِيْدِ الْأَقْوَالِ وَصَالِحِ الْأَعْمَالِ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.

Download PDF Materi Khutbah Jumat Singkat dakwah.id
Keutamaan Istighfar dan Rahasianya di sini:

DOWNLOAD PDF

Semoga bermanfaat!

Source link

  • Bagikan
Positive SSL