Gairah Seks Makin Tinggi Usai Bertengkar? Ini Alasannya

  • Bagikan
ilustrasi bercinta 8 169

Ini seperti adegan film atau serial televisi. Dua pemeran utama bertengkar hebat, tapi sesaat setelahnya satu ciuman bisa ‘memanaskan’ suasana dan berakhir dengan seks. Pertengkaran selesai, hubungan kembali damai.

Sebenarnya ini sangat mungkin terjadi di kehidupan nyata. Bahkan tak cukup ciuman, seks saja bakal makin panas setelah adu argumen sengit. Namun kenapa orang bisa demikian terangsang setelah bertengkar dengan pasangan?

1. Lonjakan hormon

Saat bertengkar, hormon-hormon seperti testosteron, adrenalin, dan kortisol semua melonjak. Jenni Skyler, seksolog, mengatakan saat kortisol dilepaskan akibat stres, tubuh dan pikiran bisa merindukan kedekatan yang didapat dari aktivitas seks.

Sementara itu terapis seks dan hubungan, Andrew Aaron mengungkapkan orgasme dan kesenangan meningkatkan serotonin, dopamin, adrenalin dan oksitosin. Artinya, hormon yang dilepaskan saat kesal membuat Anda puas, perasaan berkuasa dan meningkatkan rasa aman, semua kombinasi ini menimbulkan gairah. Sebuah klimaks jadi penutup sempurna.

Baca Juga :  Cek Yuk ! Sayuran Terbaik untuk Diet

2. Naluri bertahan hidup

Gairah tak jarang membuat dua orang yang usai berdebat mengakhiri ‘debatnya’ di ranjang. Megan Fleming, psikolog dan terapis seks, berkata kebutuhan akan seks berhubungan dengan naluri bertahan hidup manusia.

“Sistem keterikatan kita diaktifkan selama pertengkaran. Saat kita berselisih, ada rasa terancam. Ini mengaktifkan naluri ‘lawan’ atau ‘lari’ kita. Berdebat memang menggairahkan secara fisiologis, seperti halnya ketakutan dan kegembiraan, sehingga tubuh dihidupkan, ada peningkatan detak jantung, pernapasan dan aliran darah,” jelas Fleming mengutip dari Huffington Post.

3. Kecemasan dan gairah

Gairah dan kecemasan adalah dua sensasi yang saling bersaudara. Keduanya sama-sama mampu meningkatkan detak jantung, aliran darah dan napas.

“Saat kita berada di bawah stres, seperti stres akibat pertengkaran, sistem saraf simpatik kita terangsang,” jelas relationship coach, Michele Lisenbury Christensen, mengutip dari Cosmopolitan.

Hal ini berujung pada respons ‘lawan atau lari’ (fight or flight), membuat tubuh penuh energi dan termotivasi untuk mengambil tindakan. Apa lagi cara yang lebih baik untuk menumpahkan energi?

Baca Juga :  Selain Nikmat, Ikan Gabus Memiliki 9 Manfaat Lainnya untuk Kesehatan

4. Ada preferensi terhadap sadomasokis

Rasa sakit, tak selalu membawa derita. Perkelahian, adu argumen dengan pasangan memang bikin kesal, sakit, memicu amarah. Namun ini bisa merangsang fantasi seksual sadomasokis. Gail Saltz, psikiater, menjelaskan sadomasokis adalah kondisi orang yang mendapatkan kenikmatan seksual dari menyakiti atau menerima rasa sakit.

5. Jalan untuk mengatasi trauma

Pengalaman traumatis dengan nuansa pertengkaran atau kemarahan kadang bisa dihubungkan dengan gairah seksual. Skyler berkata secara psikologis, saat bertengkar dengan pasangan, ini memicu atau menyentuh bagian sistem memori.

Ketakutan menciptakan rasa ditinggalkan, tidak mampu atau keduanya. Akibatnya, seks terkadang dapat mengurangi rasa takut dengan meningkatkan keintiman dan membangun kembali perasaan aman.

sumber https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20210823193451-282-684258/5-alasan-gairah-seks-makin-tinggi-usai-bertengkar

  • Bagikan
Positive SSL