BMKG Ungkap Potensi Tsunami Selatan Jawa Bisa Sampai Ancol

  • Bagikan
b58d88f4 download 1

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan potensi tsunami Selat Sunda atau di selatan pulau Jawa bisa sampai pantai di Jakarta dalam waktu sekitar 3 jam setelah gempa.

Dari hasil permodelan tsunami di Jakarta, Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan tinggi tsunami dapat mencapai 0,5 meter di Kapuk Muara-Kamal Muara dan 0,6 meter di Ancol-Tanjung Priok.

“Permodelan tsunami diukur dari muka air laut rata-rata (mean sea level). Dalam kasus terburuk, jika tsunami terjadi saat pasang, maka tinggi tsunami dapat bertambah,” tulis Daryono melalui akun Instagram @daryonobmkg, Jumat (20/8).

Selain itu, ketinggian tsunami juga dapat bertambah jika permukaan di pesisir Jakarta turun. Menurut Daryono, permodelan tsunami bersifat tak pasti (uncertainty) yang sangat tinggi.

“Hal ini disebabkan karena persamaan permodelan sangat sensitif dengan data dan sumber pembangkit gempa yang digunakan,” terang Daryono.

Jika data yang digunakan untuk mengukur berbeda, maka hasilnya berubah. Selain itu, hasilnya juga akan berbeda jika sumber tsunaminya berubah.

“Inilah sebabnya maka selalu ada perbedaan hasil antara pembuat model tsunami,” kata Daryono.

Lebih lanjut ia menjelaskan tsunami di Selat Sunda dapat dipicu oleh erupsi gunung api dan gempa tektonik yang bersumber dari zona megathrust.

Baca Juga :  8 Fakta Gempa Maluku, Mulai Peringatan Telat hingga Sejarah Tsunami

Berdasarkan catatan sejarah, tsunami akibat erupsi Gunung Krakatau pada 1883 dapat menjangkau Pantai Jakarta karena tinggi tsunami dari sumbernya mencapai lebih dari 30 meter.

“Sedangkan tsunami pada 2018 lebih kecil, sehingga tidak sampai Jakarta,” jelas Daryono.

Senada, Kepala Laboratorium Geodesi Institut Teknologi Bandung (ITB) yang juga Ketua Lembaga Riset Kebencanaan IA-ITB Heri Andreas mengatakan tsunami di selatan Jawa akibat gempa bumi dapat mencapai pesisir Jakarta.

Menurutnya, gelombang tsunami bisa sampai di pesisir Jakarta dengan ketinggian 1 meter hingga 1,5 meter. Hasil permodelannya sama seperti BMKG, yakni sampai ke Jakarta dalam waktu tiga jam.

“Dari running software itu sampai Pelabuhan Ratu, Ujung Kulon 20 menit. Sementara sampai pesisir Jakarta sekitar 3 jam,” katanya kepada CNNIndonesia.com, Jumat (20/8) kemarin.

Ia mengatakan tsunami dapat mencapai Pluit, Ancol, Gunung Sahari, Kota Tua, dan Gajah Mada. Bahkan, hasil permodelannya juga menunjukkan bahwa tsunami nyaris menyentuh Istana.

“Kalau diperhatikan modelnya ternyata nyaris menyentuh Istana,” imbuh Andreas.

Untuk pemodelannya, ITB dan Lembaga penelitian Belanda, Deltares, menggunakan software sendiri dan memasukkan data untuk pengukurannya.

“Inputnya kan butuh energi gempanya berapa, kemudian mekanisme dari gempanya seperti apa, kemudian sumber gempanya ada di kedalaman berapa, ada Geometry rupture patahannya seperti apa,” kata Andreas.

Baca Juga :  Update Peringatan Dini BMKG Untuk Sulawesi Selatan

Dari parameter-parameter yang telah dimasukkan, peneliti baru dapat menghitung dan memperkirakan gelombang tsunami. Lebih lanjut, kecepatan menjalar gelombang juga akan dipengaruhi oleh kedalaman dari air laut sampai ke dasar.

Dengan simulasi model tsunami megathrust selatan Jawa itu, Heri ingin menekankan bahwa tanggul pantai atau laut di Jakarta akan berperan sangat penting. Tidak hanya mencegah banjir rob, tetapi juga memproteksi Jakarta dari tsunami itu sendiri.

Terkait hasil permodelan tsunami yang dapat mencapai Istana tersebut, Daryono enggan berkomentar. Hal yang pasti, hasil permodelan yang dibuat BMKG menyatakan bahwa dampak tsuami di Selat Sunda akibat gempa berkekuatan 8,7 magnitudo dapat sampai ke Jakarta.

“Saya tidak akan komentar terkait tsunami sampai Istana. Saya hanya bilang di pantai Jakarta, hanya (dengan ketinggian) 0,5 meter-0,6 meter,” jelas Daryono.

Ia menambahkan kajian potensi tsunami akibat gempa di selatan Jawa bisa digunakan untuk rujukan mitigasi. Namun, skenario terburuk belum tentu terjadi.

“Jadi ambil pahitnya agar lebih siap, meski kapan terjadinya tidak ada yang tahu, bahkan bisa jadi skenario terburuk tersebut belum tentu terjadi,” ujar Daryono.

melansir https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20210821092116-199-683313/bmkg-ungkap-potensi-tsunami-selatan-jawa-bisa-sampai-ancol

  • Bagikan
Positive SSL