5 Keunikan Warren Buffett, Value Investor Paling Sukses

  • Bagikan
8f580899 images 18

Bila disebut nama Warren Buffett, pastinya tak asing lagi bagi kalangan pemain pasar modal. Warganegara Amerika ini merupakan seorang genius dalam dunia saham. Banyak orang yang mulai masuk ke dunia pasar modal dan mulai memiliki saham karena terinspirasi olehnya. Kehandalannya ketika melakukan investasi menjadikannya sebagai bagian dari kelompok crazy rich tingkat dunia. Bisa dibayangkan berapa aset yang dikuasainya. Ingin menirunya? Ketahui 5 keunikan Warren Buffett, value investor paling sukses berikut ini.

5 Keunikan Warren Buffet

Laki-laki dengan zodiak Virgo ini belum lama berulang tahun ke 90. Pada usianya yang cukup uzur itu Buffett punya harta hingga US$ 78,9 miliar yang bila dikonversi menyamai Rp 1.160 triliun seperti yang dilaporkan majalah Forbes. Setidaknya ada 5 keunikan Warren Buffet yang layak untuk ditiru para investor diantaranya :

  • Warren Buffett dipanggil dengan julukan “Oracle of Omaha” membeli saham pertama kali ketika usianya 11 tahun.
  • Di usia 14 tahun Warren Buffett berhasil memiliki tanah pertanian seluas 16 hektar yang dibayar dari uang yang dikumpulkan sebagai loper koran.
  • Kendati keahliannya mengenai saham maupun pengelolaan keuangannya cukup bagus namun Warren Buffett tak dapat kuliah di  Harvard Business School ketika usianya menginjak 19 tahun.
  • Langkah investasi terbaik yang pernah dilakukan bukan pada saham atau perusahaan yang dikelolanya, akan tetapi buku berjudul The Intelligent Investor karangan Benjamin Graham yang dibelinya tahun 1949. Isi buku itu mampu mengubah hidupnya.
  • Warren Buffett tak menguasai banyak saham perusahaan. Akan tetapi, saat ia membelinya maka akan dimiliki selamanya. Misalnya saham Johnson and Johnson, Wells Fargo, Kraft, dan Coca Cola.

Melihat asetnya yang sebanyak itu, boleh jadi kebanyakan orang akan membayangkan jika cuan sebesar itu pasti tidak bakal habis untuk membiayai hidup sampai keturunan ketujuh. Warren Buffett memang tidak dapat dilepaskan dari saham. Kaidah investasi yang banyak dikenal orang adalah value investing.

Untuk seorang value investor layaknya Buffet, membeli saham cuma dari harga pasar semata tak dimasukkan bukanlah definisi investasi. Buffet terkenal dengan metode investasi yang teruji mampu melewati beberapa generasi. Memilih saham dengan fundamental dan masa depan bagus namun berharga murah adalah salah satu kuncinya. Benarkah taktik tersebut yang mengantarkan Warren Buffett sebagai orang super kaya sekaligus sebagai tokoh investor tersukses hingga hari ini?

Konsep value investing adalah diantara faktor yang menjadikan Warren Buffett punya kekayaan yang spektakuler. Begawan saham ini tertarik dengan konsep tersebut usai mempelajari banyak buku karangan Benjamin Graham diantaranya yang berjudul securities analysis lalu yang sangat populer yaitu buku dengan judul intelligence investor. Tentu ada aspek lain yang menjadikan Warren Buffett menjadi “The Have”. Rahasianya yaitu memulai investasi dari dini yang dilakukan sepanjang waktu.

Seperti diketahui, Warren Buffett adalah owner dari perusahaan investasi yaitu Berkshire Hathaway. Ia mulai melakukan investasi dari umur 10 tahun. Cuma dalam jangka waktu 20 tahun sesudahnya, aset dari “Oracle of Omaha” alias sang peramal dari Omaha tersebut telah menembus angka 1 juta dollar. Andai saja Buffett mengakhiri kegiatan investasi pada usia 60 tahun sebagaimana dilakukan banyak orang tentu asetnya tidak akan sebanyak saat ini.

Apabila di usia 60 tahun ia menyudahi langkah investasinya yang mana perkiraan setiap tahun imbal hasil yang diraihnya sebesar 22 % / tahun itu artinya harta Warren Buffett hanya 11,9 juta dollar atau hanya 0,01 % dari yang dimilikinya saat ini. Warren Buffett tak melakukan investasi untuk short term. Yang dipegang teguh Buffett yaitu menguasai perusahaan untuk selamanya lewat investasi. Investasi dalam jangka panjang tentu saja menawarkan kelebihan dalam bentuk bunga berbunga atau istilahnya compounding. Kehandalan sistem Compounding memang riil. Berkat sistem tersebut Warren Buffett dapat melipatgandakan asetnya dari tahun ke tahun.

Perhitungan mudahnya dapat dilihat dari contoh berikut ini. Diasumsikan kita mengawali investasi dari tahun 2010. Ketika itu kita menanamkan dana ebesar Rp 10 juta dengan membeli saham. Dalam kurun waktu antara tahun 2010 hingga tahun 2019 rata-rata imbal hasil capital gain atau kenaikan harga saham Indonesia adalah 9,53%. Bila termasuk pendapatan dari dividen misalnya sebesar 1,5% per tahun, itu artinya jumlah imbal hasil dari saham yang didapatkan yaitu sebanyak 11%.

Tiap kali kita memperoleh untung dari investasi saham itu, langsung diinvestasikan kembali misalnya selama 10 tahun. Sehingga dengan dana awal yang cuma Rp 10 juta otomatis akan mendapatkan profit sampai Rp 15.580.369. Atau jumlah dana yang kini dimiliki sebesar Rp 25.580.369. Itu artinya dana tersebut meningkat hingga 2,5 kali lipat. Profit yang diperoleh hingga 156%. Itu jelas berbeda dengan investasi dalam bentuk trading saham yang sangat beresiko.

Mengenal Portofolio Warren Buffet

Value investing mengaplikasikan rasio price/earnings (P/E), price/book (P/B), dan return on equity (ROE), dengan nilai dividen yang digunakan sebagai benchmark memilih saham yang hendak dikoleksi Warren Buffett. Setidaknya ada 6 emiten terbaik yang mengisi portofolio investasi jangka panjang Buffett yaitu :

  • Burlington Northern Santa Fe : Buffet membeli sahamnya tahun 2009. Burlington Northern Santa Fe adalah perusahaan kereta api Amerika. Kala Warren Buffett menebus perusahaan itu, dia berkeyakinan jika perusahaan ini adalah masa depan Amerika Serikat hingga ia tak ragu menanamkan sampai 44 miliar dolar USD. Keputusan Warren Buffett benar-benar tepat sebab return yang diperolehnya di kemudian hari mencapai 93 miliar dollar.
  • Berkshire Hathaway : merupakan perusahaan investasi sebagai bagian dari portofolio investasi jangka panjang terbaik. Keunikan perusahaan tersebut yaitu digunakan menjadi sarana mengakuisisi perusahaan lain. Berkshire Hathaway semula adalah perusahaan tekstil, lalu Warren Buffett mengubahnya sebagai perusahaan investasi.
  • Wells Fargo : adalah bank yang dibeli Warren Buffett atas nama Berkshire Hathaway pada tahun 1995 dengan nilai investasi kurang-lebih 290 juta dollar. Wells Fargo kemudian menjadi salah satu bank di Amerika yang cukup profitable dimana nilai kapitalisasi pasar yang semula 3 miliar dollar bertumbuh hingga 273 miliar USD. Warren Buffett memperoleh imbal hasil hingga 27 miliar dollar.
  • See’s Candy : adalah perusahaan permen yang dibeli Warren Buffet pada tahun 1972 seharga 25 juta dollar. Jumlah profit yang dihasilkan Warren Buffett dengan investasi tersebut sebesar 1.3 miliar dollar.
  • Bank of America :Warren Buffet menanamkan dananya senilai 5 miliar dollar ditambah harga likuidasi saham ketika itu hanya 100 ribu dollar. Bank of America diambil Warren Buffet dengan tujuan memulihkan kembali kesuksesan sektor perbankan dari kemunduran ketika itu.
  • Coca Cola : adalah perusahaan yang dipilih sebagai pendukung portofolio investasi jangka panjang terbaik dari Warren Buffet. Ketika masyarakat Amerika tak lagi percaya dengan saran Warren Buffet agar membeli saham Coca Cola di tahun 1980, namun Buffet tetap kukuh sebab ia memiliki pertimbangan jika Coca Cola punya model bisnis terbaik sehingga berpotensi menguasai pasar minuman. Warren Buffet menguasai 6.2% saham Coca Cola seharga 1.3 miliar dollar atau 2,45 dollar per lembar. Dan 20 tahun kemudian harga saham Coca Cola mencapai 50 dollar per lembar saham.

Satu hal yang bisa diambil dari portofolio Warren Buffett yaitu berinvestasi harus dalam jangka panjang. Melakukan investasi dari dini tak akan pernah rugi. Pastinya investor pun harus membekali dengan pengetahuan memadai sebelum terjun ke investasi sehingga dapat memahami risiko dan tidak cuma berfokus pada untung sesaat. Yang tak kalah penting yang patut ditiru dari Warren Buffett yaitu “Don’t put your eggs in one basket! Selamat berinvestasi!

  • Bagikan
Positive SSL