Materi Khutbah Jumat Singkat Mari Hindari Perbuatan Israf

  • Bagikan
511bcc70 materi khutbah jumat singkat mari hindari perbuatan israf dakwah.id

Materi Khutbah Jumat Singkat
Mari Hindari Perbuatan Israf

Pemateri: Sodiq Fajar, S.Pd.I

*) Link download PDF materi khutbah Jumat ada di akhir tulisan

إِنَّ الْحَمْدَ لِلهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ، وَعَلَى كُلِّ مَنِ اقْتَفَى أَثَرَهُ، وَاسْتَمْسَكَ بِسُنَّتِهِ وَسَارَ عَلَى طَرِيْقَتِهِ، وَانْتَهَجَ نَهْجَهُ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.

عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ حَيْثُ قَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ:

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.

Jamaah shalat Jumat arsyadakumullah

Segala puji bagi Allah subhanahu wata’ala yang telah melimpahkan nikmat dan karunia-Nya kepada kita. Dengan nikmat dan karunia tersebut, kita mendapat kesempatan seluas-luasnya untuk memilih ingin mengikuti kebenaran atau ingin mengikuti kebatilan, ingin meniti jalan kebaikan atau meniti jalan keburukan, ingin memenuhi seruan Allah subhanahu wata’ala atau ingin memenuhi seruan setan laknatullah ‘alaih.

Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada khatimul anbiya’, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, kepada keluarga, sahabat, serta seluruh umat yang meniti jalan kebenaran yang telah beliau bentangkan di muka bumi ini.

Jamaah shalat Jumat arsyadakumullah

Pada siang hari yang mulia ini, kami wasiatkan kepada diri kami juga kepada jamaah sekalian agar senantiasa merawat dan meningkatkan kualitas iman dan takwa kepada Allah subhanahu wata’ala.

Iman dan takwa kita kepada Allah subhanahu wata’ala akan terus terawat dengan baik, bahkan semakin menguat dengan cara mengamalkan syariat Islam, baik yang hukumnya wajib atau pun yang hukumnya sunnah, baik yang terkesan memberatkan atau yang tampak ringan.

Allah subhanahu wata’ala berfirman,

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهٗ حَيٰوةً طَيِّبَةًۚ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ اَجْرَهُمْ بِاَحْسَنِ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ

Barang siapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An-Nahl: 97)

Jamaah shalat Jumat arsyadakumullah

Salah satu unsur penting dalam syariat Islam adalah perintah untuk menjauhi perbuatan israf.

Apakah yang dimaksud dengan perbuatan israf?

Pengertian israf adalah perbuatan berlebihan, melampaui batas atau ukuran yang semestinya.

Dalam bahasa sederhana, israf adalah perbuatan boros.

Istilah israf sering disandingkan dengan istilah tabdzir atau mubadzir, karena dua istilah tersebut lebih sering digunakan dalam hal berlebih-lebihan dalam hal harta atau makanan.

Jamaah shalat Jumat arsyadakumullah

Kenapa syariat Islam memerintahkan untuk menghindari perbuatan israf?

Pertama: Karena perbuatan israf adalah seburuk-buruk penyakit yang dapat menghancurkan peradaban umat.

Suatu kaum yang telah terjangkiti penyakit perbuatan israf, mereka akan tenggelam dalam hidup yang penuh kemewahan dan glamor. Perbuatan mereka ini, selangkah lagi akan menyebabkan mereka terjerumus dalam kesengsaraan yang menyakitkan di akhirat kelak. Mereka inilah yang Allah subhanahu wata’ala sebut dengan ashabu asy-Syimal atau golongan kiri.

Baca Juga :  Khutbah Jumat, Lima Perkara Yang Menghalangi Terkabulnya Doa

Allah subhanahu wata’ala berfirman,

وَاَصْحٰبُ الشِّمَالِ ەۙ مَآ اَصْحٰبُ الشِّمَالِۗ. فِيْ سَمُوْمٍ وَّحَمِيْمٍۙ. وَّظِلٍّ مِّنْ يَّحْمُوْمٍۙ. لَّا بَارِدٍ وَّلَا كَرِيْمٍ. اِنَّهُمْ كَانُوْا قَبْلَ ذٰلِكَ مُتْرَفِيْنَۚ

Dan golongan kiri, alangkah sengsaranya golongan kiri itu. (Mereka) dalam siksaan angin yang sangat panas dan air yang mendidih, dan naungan asap yang hitam, tidak sejuk dan tidak menyenangkan. Sesungguhnya mereka sebelum itu (dahulu) hidup bermewah-mewah.” (QS. Al-Waqi’ah: 41-45)

Kedua: Perbuatan israf menyebabkan pelakunya menjadi sombong dan takabur.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

كُلُوا وَاشْرَبُوا وَتَصَدَّقُوا وَالْبَسُوا مَا لَمْ يُخَالِطْهُ إِسْرَافٌ أَوْ مَخِيلَةٌ

Makan dan minumlah, bersedekah dan berpakaianlah kalian dengan tidak berlebih-lebihan atau kesombongan.” (HR. Ibnu Majah No. 2605)

Ketiga: Perbuatan israf menumbuhkan perilaku foya-foya dan suka menghamburkan harta.

Padahal, dua perilaku tersebut adalah perilaku tercela yang telah dilarang oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Beliau bersabda,

إِنَّ اللَّهَ ‌كَرِهَ ‌لَكُمْ ‌ثَلَاثًا: قِيلَ وَقَالَ، وَإِضَاعَةَ المَالِ، وَكَثْرَةَ السُّؤَالِ

Sesungguhnya Allah membenci atas kalian tiga perkara; mengatakan sesuatu yang tidak jelas sumbernya, menyia-nyiakan harta dan banyak bertanya.” (HR. Al-Bukhari No. 1477)

Keempat: Perbuatan israf membawa manusia pada kesesatan, menjadi kawan setan, dan tempat kembalinya adalah neraka.

Segala bentuk perbuatan berlebihan yang dilakukan oleh manusia, baik pada harta atau lainnya, akan membawa seseorang pada jalan kesesatan. Jalan kesesatan inilah yang diinginkan oleh setan.

Sehingga, seseorang yang telah tenggelam dalam perbuatan israf dan ia tidak mau bertobat kepada Allah subhanahu wata’ala, maka tempat kembalinya adalah neraka. Sekali-kali Allah subhanahu wata’ala tidak akan memberi petunjuk kepada orang yang berbuat israf lagi pendusta.

Allah subhanahu wata’ala berfirman,

اِنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِيْ مَنْ هُوَ مُسْرِفٌ كَذَّابٌ

Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang yang melampaui batas dan pendusta.” (QS. Al-Mukmin: 28)

Dalam surat yang lain, Allah subhanahu wata’ala berfirman,

اِنَّ الْمُبَذِّرِيْنَ كَانُوْٓا اِخْوَانَ الشَّيٰطِيْنِ ۗوَكَانَ الشَّيْطٰنُ لِرَبِّهٖ كَفُوْرًا

Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Rabbnya.” (QS. Al-Isra’: 27)

Dalam ayat lain, Allah subhanahu wata’ala berfirman,

وَاَنَّ الْمُسْرِفِيْنَ هُمْ اَصْحٰبُ النَّارِ

“Dan sesungguhnya orang-orang yang melampaui batas, mereka itu akan menjadi penghuni neraka.” (QS. Al-Mukmin: 43)

Kalau kita baca sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan firman Allah subhanahu wata’ala dalam al-Quran, akan kita jumpai banyak sekali nash yang mengingatkan kita tentang larangan dan ancaman bagi perbuatan israf.

Baca Juga :  Khutbah Jumat Pegawai dan Majikan Dalam Islam

Sebab, sudah menjadi tabiat manusia akan selalu menuruti hawa nafsunya. Dan hawa nafsu manusia cenderung untuk menuruti perbuatan-perbuatan israf, mubadzir, dan melampaui batas dalam hal apa pun.

Namun, di samping adanya ancaman yang cukup keras terhadap para pelaku perbuatan israf dan tabdzir, Allah subhanahu wata’ala tetap memberikan secercah harapan bagi mereka yang ingin kembali ke jalan yang benar.

Allah subhanahu wata’ala berfirman dalam kalam-Nya dengan penuh kasih sayang,

قُلْ يٰعِبَادِيَ الَّذِيْنَ اَسْرَفُوْا عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوْا مِنْ رَّحْمَةِ اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعًا ۗاِنَّهٗ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Katakanlah, ‘Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.’” (QS. Az-Zumar: 53)

وَاَنِيْبُوْٓا اِلٰى رَبِّكُمْ وَاَسْلِمُوْا لَهٗ مِنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لَا تُنْصَرُوْنَ

Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu, kemudian kamu tidak dapat ditolong.” (QS. Az-Zumar: 54)

Demikian materi khutbah Jumat singkat tentang perintah untuk menjauhi perbuatan israf dalam segala hal. Semoga Allah subhanahu wata’ala memberi kita kemudahan dalam menjauhi perbuatan buruk tersebut lalu kembali ke jalan kebenaran dalam naungan rahmat dan ridha-Nya.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هذا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

KHUTBAH KEDUA

إِنَّ الْحَمْدَ لِلهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ حَيْثُ قَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ:

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.

ثُمَّ اعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ، فَقَالَ فِيْ مُحْكَمِ التَّنْزِيْلِ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الذِيْنَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا.

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنْ خُلَفَائِهِ الرَّاشِدِيْنَ الَّذِيْنَ قَضَوْا بِالْحَقِّ وَبِهِ كَانُوْا يَعْدِلُوْنَ: أَبِي بَكْرٍ، وَعُمَرَ، وَعُثْمَانَ، وَعَليٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِيْنَ، وَعَنَّا مَعَهُمْ بِجُوْدِكَ وَكَرَمِكَ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِيْنَ.

Materi Khutbah Jumat: 4 Amalan Agar Panjang Umur

اَللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ، وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنَ، وَاجْعَلِ اللَّهُمَّ هَذَا الْبَلَدَ آمِنًا مُطْمَئِنًّا رَخَاءً وَسَائْرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ.

اَللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ، اَللَّهُمَّ انْصُرِ المُجَاهِدِيْنَ الْمُؤْمِنِيْنَ فِي كُلِّ مَكَانٍ، اَللَّهُمَّ كُنْ لَهُمْ وَليًّا وَنَصِيْرًا، وَمُعِيْنًا وَظَهِيْرًا…

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْإِخْلَاصَ فِي الْقَوْلِ وَالْعَمَلِ.

اَللَّهُمَّ وَفِّقْ إِمَامَنَا لِهُدَاكَ، وَاجْعَلْ عَمَلَهُ فِي رِضَاكَ، وَوَفِّقْ جَمِيْعَ وُلَاةِ أُمُوْرِ الْمُسْلِمِيْنَ لِلْعَمَلِ بِكِتَابِكَ، وَتَحْكْيْمِ شَرْعِكَ.

عِبَادَ اللهِ: إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.

فَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ الْجَلِيْلَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى آلَائِهِ وَنِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ، وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.

Download PDF Materi Khutbah Jumat Singkat dakwah.id
Mari Hindari Perbuatan Israf di sini:

DOWNLOAD PDF

Semoga bermanfaat!

Source link

  • Bagikan
Positive SSL