Saran Nabi pada Sa’ad yang Ingin Sedekah Setengah Hartanya

  • Bagikan
6c59facc ilustrasi padang pasir 190422194548 723

Sa’ad merupakan tokoh Quraisy dari Bani Zuhrah.

Setelah bermukim selama sekitar 10 tahun di Madinah, Rasulullah SAW mengumpulkan niat dan maksud beliau untuk menunaikan ibadah haji pada tahun itu juga. Niat dan maksud beliau tersebut mendapatkan sambutan luar biasa dari kaum Muslimin, termasuk Sa’ad Ibn Abu Waqqash.

Ahmad Rofi Usmani dalam bukunya Pesona Ibadah Nabi, Salat, Zakat, Puasa dan Haji mengatakan Saad ibn Abu Waqqas adalah sahabat Nabi. Ia menjadi pemeluk Islam ketujuh dan terkenal sebagai seorang komandan pasukan yang piawai di medan pertempuran. Ia bernama lengkap Aa’ad Ibn Malik yang juga dikenal Abu Waqqash Ibn Muhammad Ibn Abd Manaf bin Zuhrah bin Kilab bin Murrah.

“Dia merupakan tokoh Quraisy dari Bani Zuhrah,” kata Ahmad Rofi Usmani dalam bukunya.

Maka pada Sabtu empat hari sebelum habis bulan Dzulqa’dah tahun itu rombongan jamaah haji dari Madinah itu pun bertolak menuju Makkah. Namun, ketika tiba di Makkah, Saad jatuh sakit. Sakitnya parah.

Karena itulah, ketika Rasulullah SAW menjenguknya, Sa’ad pun berkata kepada beliau. “Wahai Rasul, seperti yang engkau lihat sendiri, sakitku parah. Padahal aku memiliki banyak harta, dan yang menjadi ahli warisku hanyalah putri semata wayangku. Karena itu, bolehkah aku sedekahkan dua pertiga kekayaan yang kumiliki?”

“Jangan Sa’ad,” jawab beliau.

Baca Juga :  Ketangguhan Siti Hajar yang Diabadikan dalam Manasik Haji

Source link

  • Bagikan
Positive SSL