5 Tips Sukses Lolos Beasiswa Chevening

  • Bagikan
af0f3699 ilustrasi mahasiswa belajar di perpustakaan 169

Program beasiswa dari pemerintah Inggris, Chevening kembali dibuka. Pendaftaran Chevening 2022/2023 dibuka 3 Agustus-2 November 2021. Program ini terbuka untuk seluruh warga negara Indonesia.

Wakil duta besar Inggris untuk Indonesia-Timor Leste, Rob Fenn, mengatakan, tahun lalu tercatat sebanyak 4.311 pendaftar beasiswa. Ada peningkatan sekitar 40 persen dari tahun sebelumnya.

Fenn mengakui bahwa Indonesia merupakan negara dengan jumlah pendaftar terbesar keempat dari 160 negara yang turut serta. Hanya 50 peserta yang bisa mendapatkan beasiswa sehingga program ini begitu kompetitif.

“Kami mencari orang-orang dari berbagai latar belakang, itu bisa penulis, pekerja bidang kesehatan, politikus, berbagai macam talenta. Kami mencari pemimpin masa depan, influential, change maker yang mampu berkontribusi pada masyarakat,” ujar Fenn dalam gelaran Peluncuran Beasiswa Chevening 2022/2023 secara virtual, Jumat (6/8).

Karena begitu kompetitif, persiapan matang jelas diperlukan. Anda pun perlu memperhatikan kunci sukses agar lolos program beasiswa bergengsi satu ini.

1. Alasan kuat mengikuti program beasiswa

Gita Syahrani, alumni Chevening 2010/2011, mengatakan ada satu hal mendasar yang benar-benar harus dipegang yakni alasan mengikuti program beasiswa sekaligus alasan belajar di Inggris.

“Kenapa Chevening adalah program beasiswa yang tepat? Dan kenapa Anda orang yang tepat [untuk memperoleh beasiswa]?” kata Gita dalam gelaran serupa.

Lulusan University of Dundee, Skotlandia ini mengingatkan proses untuk menemukan jawaban ini memang perlu waktu. Pembuat program beasiswa ingin memberikan bantuan pada peserta yang memang layak sehingga nantinya jadi investasi yang baik di masa mendatang.

Baca Juga :  Kemendikbud Buka Beasiswa Unggulan, Berikut Informasinya

2. Pemilihan kampus yang cermat

Setelah mantap memilih Chevening dan studi di Inggris, Anda perlu memantapkan pilihan pada subjek dan kampus. Marializia Hasni, penerima beasiswa Chevening yang kini sedang menyelesaikan studi di University of Birmingham, mengatakan satu hal yang kerap luput adalah pemilihan kampus.

Di Inggris banyak universitas-universitas terbaik dunia. Beberapa kampus masuk jajaran world class university. Namun jangan sampai Anda silau dengan deret kampus-kampus kenamaan ini. Maria mengingatkan bahwa untuk studi, orang harus fokus pada subjek yang ingin dipelajari baru cek kampus-kampus yang menawarkan subjek yang dituju.

“Bukan masalah, saya ingin melanjutkan studi di sini karena rankingnya bagus. Sebenarnya jauh di luar itu. Di sini masternya (S2) spesifik, sayang kalau tidak dicermati. Perlu dilihat modulnya secara detail,” katanya.

Simak kunci sukses lolos beasiswa Chevening lainnya di halaman berikut.

3. Ikuti petunjuk

Beasiswa Chevening terbuka bagi siapapun asal Anda warga negara Indonesia. Tentu saja Anda harus memenuhi beberapa persyaratan. Rowena Rompas, Scholarship and Alumni Coordination, British Embassy, mengatakan pelamar beasiswa kerap melupakan petunjuk pendaftaran.

Segala persyaratan bisa diakses di laman resmi Chevening. Di sini sudah disebutkan detail dokumen-dokumen yang diperlukan termasuk esai dengan topik-topik tertentu.

“Kita melihat karier kita ini ke depannya mau seperti apa. Apa Chevening bisa bantu. Itu enggak bisa dalam waktu sehari. Sudah bertahun-tahun kalau lihat statistik, minggu pertama ini 10 pelamar, kedua 20 lalu nanti bertambah, nanti dua hari sebelum tutup bisa ribuan. Untuk menghindari hal itu, bisa dipersiapkan mulai sekarang,” paparnya.

4. Esai? Siapa takut

Berbagai program beasiswa termasuk Chevening menuntut pelamar untuk menuliskan esai. Hal ini jadi tantangan buat para peserta untuk menuliskan esai yang ‘to the point’ tapi tetap jelas berisi.

Baca Juga :  Buruan! Pendaftaran Beasiswa Unggulan Kemendikbudristek Dibuka

Gita berkata esai untuk melamar Chevening memang dibagi dalam beberapa bagian. Namun jika mau dilihat lagi, esai merupakan satu cerita utuh.

“Kan ada empat esai (kepemimpinan, kemampuan berjejaring, rencana studi di Inggris dan rencana karier), semua itu nyambung jadi satu kesatuan dan berkesinambungan. Ada satu cerita besar, ambil poin untuk elemen kunci masing-masing esai,” ujarnya.

Alumni program Chevening pun menyelenggarakan program mentoring pada siapapun yang ingin melakukan persiapan. Gita berkata program akan mulai dibuka akhir Agustus nanti. Jika tertarik diharapkan sudah memiliki bekal yang nantinya membantu alumni mempertemukan Anda dengan mentor yang sesuai.

Rowena menambahkan esai tidak boleh lebih dari 500 kata. Namun jangan sampai Anda menuliskan terlalu sedikit. Menurut dia 300-500 kata dirasa pas untuk Anda ‘menjual diri’ atau memamerkan capaian.

5. Tidak perlu ragu

Keraguan banyak muncul dengan berbagai alasan. Padahal Chevening merupakan program beasiswa yang terbilang mudah dari segi persyaratan. Rowena berkata persyaratannya jelas, Anda harus seorang WNI dengan minimal pengalaman kerja 2 tahun.

“Enggak minta semua full time, bisa part time juga. Kombinasi full time, part time paling tidak memenuhi 2.800 jam kerja. Waktu S1 dulu sempat voluntary , internship, itu bisa dihitung,” ucapnya.

Di awal pun belum diminta Letter of Acceptance (LoA). Kemudian meski akan studi di Inggris, pihak penyelenggara tidak menuntut kemampuan bahasa Inggris mumpuni didukung dokumen terkait.

Bagaimana dengan IPK? Syaratnya memang paling tidak 3,00 tetapi Rowena menegaskan IPK bukan harga mati. Mungkin IPK kecil tetapi pengalaman kerja banyak. Sebaiknya Anda tidak terkungkung pada keraguan dan mulai bergerak untuk bersiap.

  • Bagikan
Positive SSL