Terungkap Fakta Baru, Kadinkes Sumsel Perantara Pertama Sumbangan Rp2 Triliun – cakrawalarafflesia

  • Bagikan
86ec980a kapolda minta maaf


cakrawalarafflesia – Perkembangan kasus sumbangan dana penanganan Covid-19 yang diberikan mendiang Akidi Tio kepada Kapolda Sumsel, mengungkap fakta baru.

Perantara pertamanya ternyata bukan dari Prof Dr dr Hardi Darmawan, dokter keluarga Akidi Tio, melainkan dari Kadinkes Sumsel Lesty Nurainy.

Hal tersebut diungkapkan, Kapolda Sumsel Irjen Prof Dr Eko Indra Heri S MM di hadapan wartawan di gedung Promoter Mapolda Sumsel, Kamis (5/8).

Berawal dari Kapolda dihubungi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel Lesty Nurainy. Lesty mengatakan ke Kapolda, bahwa akan ada sumbangan Rp 2 triliun dari keluarga Akidi Tio yang akan disampaikan melalui Prof Hardi Darmawan.

Baca Juga :  Transfer 500ribu Penjual Bedcover Blokir Pembeli, Tertipu di Facebook

“Kami bertiga, saya, Kadinkes dan Hardi. Prof Hardi menyampaikan sumbangan itu kepada saya pribadi untuk diberikan kepada masyarakat Sumsel yang terdampak Covid-19,” terangnya.

Diakui, Kapolda dirinya secara pribadi memang mengenal keluarga Akidi, khususnya almarhum Akidi Tio dan anak pertama Akidi Tio Ahong, saat Eko bertugas di Aceh Timur.

Diskusi bersama Prof Hardi dan Kadinkes Sumsel, Heriyanti anak Akidi Tio menjelaskan bahwa uang tersebut ada dan berbentuk cek.

Baca Juga :  Melalui Binluh, Satbinmas Polres Pelabuhan Makassar Ajak Patuhi Penerapan Protokol Kesehatan

Setelah mendapatkan informasi dana hibah tersebut pihaknya membentuk tim mencari kebenaran dana tersebut. Namun, hingga kini Kapolda menegaskan dana itu belum ada.

Hingga saat ini sumbangan Rp 2 triliun dari keluarga Akidi Tio tidak ada dan menimbulkan kegaduhan.

Oleh karena itu, Kapolda Sumsel secara ksatria meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia Kapolri dan unsur Forkompimda Sumsel.





Melansir Sumeks co

  • Bagikan
Positive SSL