Rupiah Lesu ke Rp14.510 per Dolar AS pada Awal Pekan Ini

  • Bagikan
259277dd us one dollar bill obverse series 2009

Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.510 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Senin (26/7) pagi. Posisi tersebut melemah 0,12 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya di level Rp14.492 per dolar AS.

Pagi ini, mata uang di kawasan Asia terpantau bergerak melemah terhadap dolar AS. Kondisi ini ditunjukkan oleh dolar Singapura melemah 0,05 persen, bath Thailand melemah 0,13 persen, dan ringgit Malaysia melemah 0,01 persen.

Lalu, dolar Taiwan menguat 0,07 persen, won Korea Selatan melemah 0,25 persen, peso Filipina melemah 0,08 persen, rupee India menguat 0,08 persen, yen Jepang menguat 0,13 persen, dan yuan China bergerak stagnan.

Baca Juga :  Rupiah Tertekan ke Rp14.150

Senada, mayoritas mata uang di negara maju tampak melemah terhadap dolar AS. Tercatat, dolar Australia melemah 0,18 persen, dolar Kanada melemah 0,14 persen, franc Swiss melemah 0,03 persen, dan poundsterling Inggris menguat 0,02 persen.

Analis Pasar Uang Ariston Tjendra memproyeksi rupiah melaju di zona merah pada awal pekan ini. Pasar tengah menantikan hasil rapat kebijakan moneter The Fed yang akan digelar pekan ini.

Baca Juga :  Jelang Rilis Inflasi Mei 2021, Rupiah Naik Tipis ke Rp14.265
i?clid=spm&paid=sps&dvid=v&avid=Adsparc Player&plid={{DEMAND TAG ID}}&caid=cnnindonesia.com AdSparc&kv1={{SIZE}}&kv2=cnnindonesia.com&publisherId=cnnindonesia

“Pasar mengantisipasi kemungkinan bank sentral AS mengeluarkan pandangan pengetatan moneter dalam waktu dekat,” ungkap Ariston Melansir CNNIndonesia.com.

Selain itu, kenaikan kasus covid-19 di kawasan Asia Tenggara juga menambah sentimen negatif untuk rupiah.  Pemerintah saat ini masih memberlakukan pembatasan yang cukup ketat untuk menekan laju penularan covid-19.

“Potensi pergerakan rupiah hari ini di kisaran Rp14.450-Rp14.520 per dolar AS,” pungkas Ariston.

  • Bagikan
Positive SSL