Lonjakan Kasus Covid-19 Buat Rupiah Tertekuk ke Rp14.518

  • Bagikan
259277dd us one dollar bill obverse series 2009

Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.518 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Rabu (21/7) pagi. Mata uang Garuda melemah 0,14 persen jika dibandingkan perdagangan Senin (19/7) di level Rp14.517 per dolar AS.

Pagi ini, mata uang di kawasan Asia terpantau bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Kondisi ini ditunjukkan oleh yen Jepang turun 0,07 persen, dolar Singapura melemah 0,06 persen, bath Thailand koreksi 0,02 persen. dan ringgit Malaysia turun 0,28 persen.

Sedangkan, dolar Taiwan berhasil naik 0,03 persen, won Korea Selatan menguat 0,07 persen, peso Filipina naik 1,06 persen, rupee India bertambah 0,35 persen, dan yuan China menguat 0,09 persen.

Baca Juga :  Rupiah Menguat ke Rp14.467 27 Juli 2021

Sementara itu, mayoritas mata uang di negara maju tampak lesu terhadap dolar AS. Tercatat, poundsterling Inggris turun 0,02 persen, dolar Australia berkurang 0,10 persen, dan dolar Kanada koreksi 0,06 persen. Namun, franc Swiss berhasil naik 0,03 persen.

Analis Pasar Uang Ariston Tjendra mengatakan rupiah masih tertekan penguatan dolar AS dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap lonjakan kasus covid-19 di berbagai negara akibat varian delta.

Baca Juga :  Jelang Rilis Inflasi Mei 2021, Rupiah Naik Tipis ke Rp14.265

“Sentimen penguatan dolar AS belum berhenti, masih didukung oleh kekhawatiran pasar terhadap kondisi kenaikan kasus covid-19 di dunia akibat varian delta,” ujarnya melansir CNNIndonesia.com.

Selain itu, membaiknya data perumahan AS menunjukkan perbaikan ekonomi AS sehingga mendukung penguatan dolar AS. Karenanya, ia memperkirakan rupiah melaju di rentang Rp14.550 hingga Rp14.500 per dolar AS, cenderung melemah.

  • Bagikan