Peringatan! 100 Kasus Gangguan Autoimun Langka setelah Divaksin Johnson & Johnson

  • Bagikan
cb82478f 61640 johnson johnson


cakrawalarafflesia – Food and Drug Administration (FDA) akan mengumumkan peringatan baru untuk vaksin Covid-19 Johnson & Johnson.

Langkah ini diambil menyusul laporan awal tentang kondisi saraf langka pada sebagian kecil orang yang menerima suntikan.

Tetapi regulator mengatakan bahwa risiko mengembangkan kondisi langka ini, yang dikenal sebagai sindrom Guillain-Barré.

Mengutip The Washington Post, sindrom ini merupakan sistem kekebalan menyerang saraf, sangat rendah dan manfaat menerima vaksin masih jauh lebih besar daripada risikonya,

Baca Juga:
Studi: Antibodi dari Vaksin Johnson & Johnson Bisa Tahan 8 Bulan

Baca Juga :  Lebih Akurat, Ini Cara Mengaktifkan GPS di Handphone OPPO

Melalui sistem pemantauan gejala yang disebut Vaccine Adverse Event Reporting System, regulator telah menemukan 100 kasus dugaan sindrom Guillain-Barré, tetapi laporan tersebut dianggap maish telalu dini, mengutip The New York Times.

Di Amerika Serikat (AS), lebih dari 12,8 juta orang telah divaksinasi dengan vaksin Covid-19 Johnson & Johnson, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).

Johnson & Johnson. [Mark Ralston/AFP]
Johnson & Johnson. [Mark Ralston/AFP]

Namun, risiko mengembangkan kondisi tersebut mungkin sekitar tiga hingga lima kali lebih tinggi pada mereka yang menerima vaksin Johnson & Johnson dibandingkan dengan populasi umum AS.

Baca Juga :  Elon Musk Tinggal dalam Trailer Kecil "Numpang" di Situs SpaceX

Di antara populasi umum AS, sekitar 3.000 hingga 6.000 orang diperkirakan mengembangkan kondisi tersebut setiap tahun.

Peringatan kemungkinan akan ditambahkan ke lembar fakta yang diberikan kepada penyedia layanan kesehatan dan pasien.

Baca Juga:
Vaksin Covid-19 Johnson & Johnson Diklaim Efektif Melawan Varian Delta

Kasus-kasus itu terutama dilaporkan sekitar dua minggu setelah vaksinasi.





cakrawalarafflesia

  • Bagikan