Aturan Malam Takbiran, Shalat Serta Pemotongan Kurban Idul Adha Saat PPKM Darurat

  • Bagikan
Aturan Malam Takbiran, Shalat Serta Pemotongan Kurban Idul Adha Saat PPKM Darurat
Aturan Malam Takbiran, Shalat Serta Pemotongan Kurban Idul Adha Saat PPKM Darurat

Menjelang hari raya Idul Adha 1442 H, Kementerian Agama (Kemenag) telah mengeluarkan surat edaran pelakasanaan shalat dan kurban ditengah pandemi Covid-19.

Dalam surat Edaran Menteri Agama Nomor 17 tahun 2021, Menteri Agama Yaqud Cholil Qoumas meniadakan shalat Idul Adha 10 Zulhijjah 1442 H/2021 M di tempat ibadah atau lapangan, malam takbiran, dan petunjuk teknis pelaksanan kurban.

Peniadaan ibadah di rumah ibadah ini untuk mencegah dan memutus rantai penyebaran Covid-19, terutama wilayah yang menerapkan PPKM Darurat.

Berikut ini aturan lengkap Penyelenggaraan shalat Idul Adha dan teknis penyembelihan kurban.

1. Aturan malam takbiran

Pelaksanaan malam takbiran di masjid atau mushala, takbir keliling dengan arak-arakan jalan kaki atau kendaraan ditiadakan.

2. Aturan shalat Idul Adha

  • Meniadakan pelaksanaan shalat Idul Adha di lapangan terbuka atau dan masjid/mushala yang dilaksanakan oleh masyrakat, instansi pemerintah atau swasta.
  • Aturan ditiadakannya takbiran dan shalat Idul Adha tersebut berlaku di kabupaten dan kota yang menerapkan PPKM Darurat level asesmen 3 dan 4 mencakup Jawa dan Bali.
Baca Juga :  4 Calon Mesin Motor Tim Rossi di MotoGP 2022

3. Aturan penyembelihan kurban

Kemenag meminta agar penyembelihan dilakukan selama tiga hari 11-13 Dzulhijjah agar tidak terjadinya kerumunan di lokasi.

Penyembelihan hewan kurban dilaksanan dengan syariat Islam, dan memilih kriteria hewan yang akan disembelih.

Sementara pemotongan hewan kurban dilakukan secara khusus di Rumah Pemotongan Hewan Ruminasia (RPH-P).

Penerapan protokol kesehatan dan kebersihan petugas dan pihak yang berkurban:

  • Pemeriksaan kesehatan awal yaitu melakukan pengukuran suhu tubuh petugas dan pihak yang berkurban di setiap pintu atau jalur masuk tempat penyembelihan dengan alat pengukur suhu tubuh.
  • Petugas yang menangani penyembelihan, pengulitan, pencacahan daging, tulang, serta jeroan harus dibedakan.
  • Setiap petugas yang melakukan penyembelihan, pengulitan, pencacahan, pengemasan, dan pendistribusian daging hewan harus menggunakan masker, pakaian lengan panjang, dan sarung tangan selama di area penyembelihan.
  • Penyelenggara hendaklah selalu mengedukasi para petugas agar tidak menyentuh mata, hidung, mulut, dan telinga, serta sering mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer.
  • Petugas menghindari berjabat tangan atau kontak langsung, serta memperhatikan etika batuk, bersin atau meludah.
  • Petugas yang berada di area penyembelihan harus segera membersihkan diri atau mandi sebelum bertemu anggota keluarga.
  • Pelaksanaan penyembelihan dan prosedur hingga pendistribusian daging kurban untuk warga, wajib menerapkan protokol kesehatan.
  • Panitia harus memperhatikan protokol kesehatan seperti penggunaan alat tidak boleh secara bergantian, kegiatan pemotongan hewan kurban hanya boleh dilakukan oleh panitia pemotongan hewan kurban dan disaksikan oleh orang yang berkurban.
  • Sementara pendistribusian daging kurban dilakukan langsung oleh panitia kepada warga di ternpat tinggal masing-masing dengan meminimalkan kontak fisik satu sama lain.
  • Bagikan