Catat… BOR RS ini Penuh – cakrawalarafflesia

  • Bagikan
dfcc7465 rsarbunda1


cakrawalarafflesia, PRABUMULIH – Jika bed occupancy rate (BOR) alias ketersediaan tempat tidur ruang isolasi pasien COVID-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Prabumulih belum full alias belum terisi 100 persen. Lain hal nya dengan BOR pasien COVID-19 di RS Ar-Bunda Kota Prabumulih yang sudah terisi 100 persen. Hal itu dibenarkan Humas RS Ar Bunda, Marini, dikonfirmasi Ahad (11/7).

“Ya, sebanyak 38 ruangan isolasi COVID-19 di Rumah Sakit AR Bunda Kota Prabumulih penuh pasien isolasi positif COVID-19,” kata  Marini.

Dikatakannya, sesuai Surat Keputusan pihak RS AR Bunda hanya menyiapkan sebanyak 38 ruangan isolasi dan 1 Instalasi Gawat Darurat (IGD) sehingga jika pasien bertambah maka tidak bisa dilayani. “Kita melayani sesuai SK, jika masih ada pasien datang maka diarahkan ke RS lain,” terangnya.

Perempuan berkerudung itu juga menegaskan, tak ada pasien yang dilakukan perawatan di luar seperti yang diinformasikan atau diperbincangkan masyarakat. Pasien menunggu karena melihat ketersediaan ruangan sehingga di luar.

“Kalau dirawat di luar ruangan tidak ada, mungkin ketika memeriksa ketersediaan ruangan mereka menunggu di luar. Bisa juga karena persyaratan karena untuk dirawat juga harus ada syarat sesuai agar bisa diklaim. Kami tegaskan memang benar sebanyak 38 ruangan kita penuh pasien terkonfirmasi menjalani isolasi bukan 34 ruangan,” tegasnya.

Kendati demikian dia tak menampik, sebagian besar pasien yang menjalani perawatan di RS Bunda kebanyakan dari luar daerah seperti PALI dan Muara Enim. “Mungkin karena hal itu pemerintah kita tidak mengambil tindakan karena banyak warga luar daerah, begitu juga di rumah sakit lainnya yang kita tahu,” bebernya.

Disinggung bagaimana ketersediaan oksigen dan obat, Marini mengaku untuk oksigen hingga saat ini aman dan tidak ada kendala namun untuk stok obat menipis. “Untuk obat menipis, kita bahkan sempat mencari ke apotik namun untungnya masih dapat. Obat ini dari pusatnya tidak ada khususnya vaksin menipis, kita tidak tahu apa persoalannya,” tambahnya.

Saat ini kata Marini, pihaknya kewalahan terlebih tenaga medis yang tidak banyak namun pasien yang terus silih berganti masuk. “Kami pasrah dan kasihan tenaga medis, makanya kami terus imbau masyarakat jalankan protokol kesehatan,” tukasnya. (chy)





Melansir Sumeks co

Baca Juga :  Kalsel Masih Digenang Banjir, Ketinggian Air Hingga 1 Meter
  • Bagikan