Jawa Timur Diterpa Cuaca Dingin, BMKG Sebut Fenomena Bediding

  • Bagikan
d8e30986 ddc8 44f6 b038 3247deb22bd3 169

Beberapa hari belakangan masyarakat Jawa Timur (Jatim) mengeluhkan cuaca dingin di malam hingga pagi hari. Padahal, saat ini di Indonesia sudah memasuki musim kemarau.

Berdasarkan pantauan Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kals I Juanda, sejumlah wilayah di Jatim saat ini mengalami fenomena Bediding.

“Bediding adalah kondisi di mana pada malam hingga pagi hari terasa lebih dingin dari biasanya,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Klas I Juanda Surabaya Teguh Tri Susanto, Rabu (7/7).

Bediding merupakan hal yang wajar dan normal terjadi pada musim kemarau. Fenomena ini rutin terjadi di wilayah Indonesia pada bulan Juni hingga Agustus di setiap tahunnya.

“Fenomena ini terjadi ketika tutupan lapisan awan sedikit pada malam hari, bahkan tidak ada sama sekali,” ucapnya.

Baca Juga :  Gubernur Jatim Kembali Positif Covid-19

Sedikitnya awan, membuat energi yang berasal gelombang panjang yang dipancarkan bumi, akan langsung ke angkasa. Tidak terpantul kembali ke bumi.

“Maka energi yang dipancarkan bumi akan lepas ke angkasa tanpa ada yang dipantulkan kembali ke bumi, sehingga suhu udara akan semakin dingin,” ujarnya.

Selain karena tidak ada atau menipisnya lapisan awan di langit, hal lain yang mempengaruhi suhu dingin ialah masuknya musim dingin di Australia.

“Lalu, sebab lainnya adalah posisi matahari yang saat ini berada di sisi utara khatulistiwa,” katanya.

Sebelumnya, peneliti Cuaca dan Iklim Ekstrim BMKG, Siswanto mengatakan pada akhir Juni, gangguan atmosfer pemicu pertumbuhan awan berupa gelombang ekuatorial tropis MJO terpantau aktif dan merambat dari Samudera Hindia bagian barat.

Baca Juga :  Pemkab Magelang Akui Unggah Data Pribadi Warga

Lalu awan itu melewati wilayah benua maritim kontinen Indonesia, dan bergerak ke arah timur hingga pertengahan dasarian II Juli 2021.

“Sirkulasi angin monsun Australia dan propagasi MJO diperkirakan akan berdampak pada peningkatan potensi hujan di wilayah Indonesia dekat dengan ekuator dan wilayah bagian utaranya,” ujar Siswanto lewat keterangan tertulis, Selasa (6/7).

Lebih lanjut ia menjelaskan suhu permukaan laut Samudera Hindia bagian barat didominasi kondisi dingin hingga netral, sedangkan di bagian tengah dan timur memiliki suhu netral hingga hangat.

  • Bagikan
Positive SSL