Pantau Warga saat PPKM Darurat, Pemerintah Gandeng Google-NASA

  • Bagikan
b00f00b8 d74b 430c b174 b47d4b15292e 169

Pemerintah bekerja sama dengan Google, Facebook, dan NASA dalam memantau mobilitas masyarakat selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat 3-20 Juli 2021.

Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah mengambil data dari tiga instansi itu untuk melihat indeks mobilitas warga di setiap daerah.

“Kita engage Facebook Mobility dan Google Traffic serta cahaya malam dengan NASA. Dengan begitu, kita bisa lihat pelaksanaan dari PPKM ini apa dilaksanakan dengan baik,” kata Luhut dalam jumpa pers daring yang disiarkan kanal Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (6/7).

Baca Juga :  FPI Ganti Nama Jadi Front Persatuan Islam

Luhut menyampaikan pemerintah menghimpun data pergerakan warga pada 24 Mei hingga 6 Juni sebagai basis data. Kemudian, data itu dibandingkan dengan pergerakan warga selama PPKM Darurat, 3-20 Juli.

Data dipantau setiap saat oleh pemerintah pusat. Data yang sudah dibandingkan akan dikirim ke pemerintah daerah dan aparat keamanan.

Luhut berkata pemerintah perlu menekan mobilitas warga setidaknya sampai 30 persen untuk mengurangi penularan virus corona. Namun, ia menaikkan target hingga 50 persen agar hasil lebih optimal.

“Kita berharap kalau bisa minggu ini kita 50 persen, saya kira minggu depan kita akan mulai lihat flattening. Kemudian, kita lihat akan secara perlahan dia mulai menurun,” ujarnya.

Baca Juga :  Polisi Tangkap Penyebar Video Porno Mirip Gisel

Luhut menyebut warga baru berkurang sekitar 26-27 persen. Ia berharap aparat di daerah terus menggencarkan pembatasan PPKM Darurat.

“Kita akan tetap melakukan konsisten mengenai PPKM Darurat diterapkan dan penyekatan mobilitas terus dilakukan. Harap warga patuh karena ujung-ujungnya keselamatan kita semua,” tutur Luhut.

ready viewed PPKM Darurat berlaku selama 3-20 Juli. Pengetatan pembatasan ini diterapkan di 122 kabupaten/kota di Jawa dan Bali. Daerah-daerah itu menyandang status level 4 dan level 3 berdasarkan kriteria Badan Kesehatan Dunia (WHO).

  • Bagikan
Positive SSL