Catat… ini Jadwal Sidang Praperadilan Mukti Sulaiman – cakrawalarafflesia

  • Bagikan
a9c34260 muktisulaimantsk


cakrawalarafflesia, PALEMBANG – Kamis pekan ini, mantan Sekda Pemprov Sumsel Mukti Sulaiman yang telah ditetapkan sebagai salah satu tersangka kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Masjid Raya Sriwijaya, resmi prapredilkan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel ke Pengadilan Negeri (PN) Palembang.

Gugatan praperadilan itu resmi dilayangkan oleh tersangka Mukti Sulaiman pada Senin (28/6) lalu melalui tim kuasa hukum Syarkowi Tohir SH dengan nomor perkara 15/Pid.Pra/2021/PN.Plg. Guna menguji sah atau tidaknya penetapan tersangka yang dilakukan penyidik Kejati Sumsel terhadap dirinya.

“Setelah permohonan praperadilan kami terima, sekarang sudah ada penetapan, dijadwalkan sidang perdana praperadilan dilaksanakan Kamis (8/7) nanti,” kata juru bicara PN Palembang Abu Hanifah SH MH dikonfirmasi, Ahad (4/7).

Abu menjelaskan, untuk perangkat persidangan gugatan praperadilan, nantinya akan digelar di ruang persidangan Cakra gedung PN Palembang antara pihak pemohon Mukti Sulaiman SH MHum dengan pihak termohon yakni Kejaksaan Agung (Kejagung) RI Cq Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel.

“Ketua Pengadilan sudah menunjuk majelis hakim yang akan menyidangkan gugatan tersebut yakni Harun Yulianto SH MH, dengan mekanisme persidangan masih tetap mengedepankan protokol kesehatan selama pandemi,” ungkapnya.

Sekadar Informasi, Mukti Sulaiman telah ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan oleh tim Penyidik Pidsus Kejati Sumsel bersama lima tersangka lainnya dalam dugaan korupsi dana hibah pembangunan Masjid Sriwijaya tahun 2015-2017 senilai Rp130 miliar.

Mukti Sulaiman kala itu menjabat sebagai Sekretaris Daerah Pemprov Sumsel sekaligus ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Dia dikenakan melanggar Pasal 2 JO Pasal 18 UU No 20 tahun 2001 Jo 55 KUHPidana, dan subsider Pasal 3 Jo Pasal 18 No 20 Tahun 2001 Jo 55 ayat 1 ke 1 KUHPidana.

Untuk diketahui, alokasi dana pembangunan Masjid Raya Sriwijaya itu menggunakan dana hibah dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel tahun anggaran 2015 hingga 2017 sebesar Rp130 miliar.

Dana tersebut, diperuntukkan untuk penimbunan lokasi serta konstruksi beton sampai atap. Akan tetapi dalam perjalanannya, penyidik mencium adanya kejanggalan.

Pasalnya, dalam penilaian fisik bangunan masjid tersebut, penyidik menduga tidak sesuai dengan nilai kontrak.

Sementara hingga saat ini, kondisi pembangunan Masjid Raya Sriwijaya belum terlihat jelas bentuknya alias terbengkalai. Terlihat hanya beberapa tiang beton saja. Itu pun sudah ditumbuhi ilalang yang menjulang di lokasi proyek. (fdl)





Melansir Sumeks co

Baca Juga :  Sebelum Suntik Vaksin, Orangtua Anak Diwawancara
  • Bagikan