Penerima Vaksin Sinovac dan Pfizer Diperlakukan Lain di Singapura, Ini Bedanya

  • Bagikan
65bcbef9 73429 ilustrasi vaksin covid 19 unsplashathakannural


cakrawalarafflesia – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menambahkan vaksin Sinovac yang dikembangkan China, ke daftar vaksin Covid-19 yang disetujui untuk penggunaan darurat.

Sejak awal pandemi, tim ilmuwan di seluruh dunia berusaha mengembangkan vaksin untuk melawan Covid-19. Saat ini, ada beberapa vaksin yang telah disetujui oleh WHO, salah satunya Pfizer.

Setiap vaksin tentunya memiliki cara kerja yang berbeda. Dilansir dari CGTN, Kamis (1/7/2021), berikut ini hal-hal yang harus diketahui tentang perbedaan antara vaksin Sinovac dan Pfizer:

Baca Juga :  Tanpa Aplikasi Tambahan, Ini Cara Mengganti Background Foto Online

1. Vaksin Sinovac

Baca Juga:
Singapura: Warga yang Disuntik Vaksin Sinovac Akan Diperlakukan Khusus

Vaksin yang dibuat oleh China ini disebut juga sebagai CoronaVac. Sinovac dikembangkan menggunakan teknologi yang telah digunakan secara tradisional dan terbukti bekerja dengan aman serta efisien pada manusia.

Dalam vaksin ini, partikel dari virus dinonaktifkan dengan menggunakan bahan kimia, kemudian disuntikkan ke dalam tubuh.

Vaksin Sinovac yang bernama CoronaVac digunakan di Kuala Lumpur, Malaysia pada 21 Juni 2021. [AFP/Mohd Rasfan]
Vaksin Sinovac. [AFP/Mohd Rasfan]

Kondisi ini akan memicu respons kekebalan tubuh manusia yang mencegah seseorang sakit parah ketika tertular Covid-19.

Baca Juga :  OPPO Indonesia Segera Rilis Handphone Baru di Bulan Ramadan

Untuk pemberian vaksin ini, diperlukan dua dosis vaksin dengan jarak 21 hari.

Dari segi efektivitas, para peneliti di negara-negara tempat uji klinis diadakan menemukan hasil yang berbeda.

Baca Juga:
Good News! Vaksin Pfizer Mendarat Agustus, Jumlah Vaksin Masuk Indonesia Makin Banyak

Para ahli di Universitas Chili melaporkan bahwa vaksin itu 56,5 persen efektif dua minggu setelah dosis kedua diberikan.





cakrawalarafflesia

  • Bagikan