Perjalanan Mental, Spiritual Melawan Virus Corona (Habis)

  • Bagikan
81e92688 whatsapp image 2021 06 27 at 12.59.47


muba

Tulisan ini saya persembahkan kepada mereka yang sedang berjuang menghadapi Covid-19 untuk saling berbagi pengalaman serta ikhtibar bagi mereka yang masih abai akan himbauan pemerintah bahkan masih tidak percaya bahwa Virus Corona benar ada.

Fase Kejiwaan Penyintas Covid-19

Ketika kita terkena Covid-19 maka kita menghadapi beberapa fase kejiwaan. Fase pertama kita akan terdiskriminasi. Pada saat itu yang ada adalah rasa malu jangankan teman karib, keluarga bahkan dengan anak dan istri pun kita harus terpisah. Dari tautan Instagram yang dikirim istri saya mempelejari fase-fase itu dari pakar kecerdasan spiritual Ari Ginanjar Agustian serta Level Emosi (Power of Force) David Hawkin, saya mempelajari teknik penguasaan mental spiritual untuk penyembuhan.

Melansir Hawkins dan Ari, fase pertama penderita Covid berada pada level energi 20. Level yang paling rendah, paling berbahaya. Saat harga diri mulai hilang, itulah masa terpuruk. Masa hukuman mati yang zaman dulu diberikan kepada orang yang terusir dari kampung halamannya. Ini sangat berbahaya sekali. Kedua, level 30, yaitu ketika kita sudah mulai menyalahkan diri sendiri dan itu membuat penyakit kian bertambah.

Kemudian level 50 dimana mulai tumbuh rasa apatis, merasa tidak ada harapan, merasa semua dalam derita kita berada pada level kesedihan. Level ini tidak kurang bahayanya dari level sebelumnya. Level 75 saya berada pada zona penyesalan. Mengapa harus pergi kesana, mengapa harus makan disana, mengapa harus berkumpul dengan orang-orang disana.

Seharusnya Covid ini tidak kena di saya. Demikian pertanyaan-pertanyaan penyeselan datang dari pikiran. Ini adalah level duka. Dimana saya melihat segala sesuatu dari kaca mata duka. Kemudian lebih parah lagi jika saya masuk ke level kesedihan. Saat otak sudah diframing dengan segala macam kesedihan. Ini adalah level pemakaman dalam kehidupan saya. Lalu satu level di atasnya, yaitu ketakutan. Dimana saya merasa khawatir, tidak ada lagi harapan tidak ada lagi pencerahan.

Setop! Saya merasakan sedemikian terpuruk. Saya berpikir saatnya saya bangkit bertransformasi ke zona berbeda. Saya berusaha menyebarang ke zona energi positif. Di 200 atau 250 dimana bisa merasa netral. Zona saya menerima keadaan bahwa sedang berhadapan dengan Covid. Saya harus mau bersahabat dengan Covid bahkan mengalahkannya. Saya harus berada pada posisi High Energy. Saya berusaha menetralisir diri. Setelah mendapatkan netralitas, diatasnya ada satu tingkat lebih tinggi yaitu kerelaan.





Melansir Sumeks co

Baca Juga :  Operasi Yustisi, Satgas Covid-19 Bengkulu Datangi Pasar
  • Bagikan
Positive SSL