Canggih! Baterai Smartphone dan Laptop Ini Terisi Penuh Hanya 5 Menit

  • Bagikan
e58cda2a o 1af1fk95444hghdgi1i11r5fa


cakrawalarafflesia – Sebuah tim dari Universitas Cambridge mengembangkan teknik “murah” untuk melihat ke dalam baterai lithium-ion dengan cara yang tidak mungkin dilakukan sampai sekarang.

Metode yang diterbitkan dalam jurnal Nature, belum lama ini, memungkinkan para peneliti mengidentifikasi “batas kecepatan” untuk siklus pengisian baterai.

Kemudian, dilansir laman Independent, Senin (28/6/2021), mereka mencari cara untuk memaksimalkan potensinya.

“Kami menemukan bahwa ada batas kecepatan yang berbeda untuk baterai lithium-ion, tergantung pada pengisian atau pemakaiannya,” kata Dr Ashkay Rao dari Laboratorium Cavendish Cambridge, memimpin penelitian.

Baca Juga :  Kapsul Dragon SpaceX Menghindari Benda Misterius, Ternyata ...

Baca Juga:
Apple Gandeng Pemasok Baterai Mobil Listrik Asal China untuk Pengembangan Kendaraan?

Saat mengisi daya, dia menambahkan, kecepatannya tergantung pada seberapa cepat ion lithium dapat melewati partikel bahan aktif.

Saat pemakaian, kecepatannya tergantung pada seberapa cepat ion dimasukkan di tepinya.

Ilustrasi baterai Lithium-ion. [Kumpan Electric/Unsplash]
Ilustrasi baterai Lithium-ion. [Kumpan Electric/Unsplash]

“Jika kita dapat mengontrol dua mekanisme ini, itu akan memungkinkan baterai lithium-ion untuk mengisi daya lebih cepat,” katanya.

Baca Juga :  Spesifikasi dan Harga Vivo Y12s 2021 Resmi Dikenalkan

Baterai lithium-ion ditemukan dalam segala hal, mulai dari elektronik portabel hingga kendaraan listrik.

Meskipun begitu, beberapa faktor pembatas tetap ada yang memperlambat transisi ke dunia bebas bahan bakar fosil.

Baca Juga:
Vivo Y70T Andalkan Exynos 880 dan Baterai 4.500 mAh?

Waktu pengisian daya yang lambat dan kepadatan energi yang rendah dibandingkan dengan alternatif seperti bensin, dapat membuat pengguna frustrasi.





cakrawalarafflesia

  • Bagikan