Perjalanan Mental, Spiritual Melawan Virus Corona (1)

  • Bagikan
e577f249 whatsapp image 2021 06 27 at 12.59.47


muba

Tulisan ini saya persembahkan kepada mereka yang sedang berjuang menghadapi Covid-19 untuk saling berbagi pengalaman. Bersama ikhtibar bagi mereka yang abai himbauan pemerintah. Bahkan masih tidak percaya bahwa Corona benar ada.

Kabar penambahan kasus inveksi virus corona kian meningkat sejak Juni 2021. Dilansir dari laman resmi covid.19.go.id penambahan kasus per Selasa (22/6/21) mencapai 13. 668 kasus dengan total kasus mencapai 2.018.113.

Faktanya, saya turut menyumbang data penambahan tersebut. Berawal dari sebuah perjalanan dinas ke Jakarta saya mulai merasakan gejala tidak normal di tubuh. Meski telah menerapkan protokol Kesehatan dan telah mendapat vaksin, tetap saja virus corona adalah mahluk astral yang tidak kasat mata.

Baca Juga :  18 Pasar Tradisional di Palembang Layani Pembeli secara Online

Pelayan publik seperti saya memang dikategorikan pemerintah sebagai orang-orang yang rentan terpapar Covid-19 karena mesti beraktivitas bertemu dan melayani banyak orang.

Tenggorokan yang sakit, pegal dan linu serta demam mulai menyerang di hari ke dua pulang dari perjalanan itu. Puncaknya di malam Jum’at saya tidak bisa memejamkan mata. Pukul 02.00 WIB dini hari masih terjaga. Badan yang panas, kulit terasa terbakar namun dingin menggerogoti hingga ke tulang.

Baca Juga :  Pameran Tanaman Hias di Bencoolen Mall

Ibu yang malam itu kebetulan menginap di rumah turut terjaga. Diambilnya minyak kayu putih, ibu melumurkan minyak ke seluruh tubuh tapi rasa sakit tak kunjung hilang. Pukul 03.00 fajar, saya beranikan ambil wudhu. Dingin air wudhu membasahi tubuh. Saya bentangkan sejadah dua rakaat Sholat Tahajud ditambah Sholat Hajat ditunaikan seraya doa panjang tak henti dimunajatkan.





Melansir Sumeks co

  • Bagikan