Kuasa Hukum Kasus Tanah, Advokat Dilaporkan – cakrawalarafflesia

  • Bagikan
90a5b385 img 20210624 wa0064


muba

cakrawalarafflesia, PALEMBANG – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Palembang kembali menggelar sidang lanjutan perkara dugaan pemalsuan surat tanah yang dilakukan terdakwa bernama Tjik Maimunah.

Pada persidangan kali ini, Rabu (23/6) di hadapan makelis hakim diketuai Toch Simanjuntak SH MH, terdakwa yang dihadirkan secara virtual melalui Tim penasihat hukum Titis Rachmawati SH MH menghadirkan dua orang saksi meringankan (ade chad).

Salah satu saksi bernama Rusno, ketua RT Kelurahan 16 Ulu dimana menjadi objek perkara, dihadapan majelis hakim mengakui bahwa objek tanah yang dimiliki terdakwa berbeda dengan objek tanah sebagaimana dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumsel.

“Sepengetahuan saya dari tahun 1992 hingga 2017 tanah tersebut berada di Kelurahan 16 Ulu bukan di Kelurahan 8 Ulu pak hakim, kala itu juga terlah diperiksa oleh pihak berwenang seperti dari kelurahan, hingga ke tingkat petugas BPN,” kata Rusno.

Namun dirinya mengaku tidak mengetahui persis, jika objek tanah tersebut saat ini menjadi polemik antara terdakwa Tjik Maimunah dengan pihak terlapor Ratna Juwita.

Baca Juga :  Pengurus Masjid di Makassar Dapat Teror Bom

“Baru beberapa waktu kemarin saya dimintai keterangan untuk jadi saksi atas perkara ini pak,” ujarnya.

Diwawancarai usai persidangan, Titis Rahmawati sebagaimana keterangan saksi yang dihadirkan dibawah sumpah yang mengetahui persis objek tanah yang saat ini menjadi sengketa.

“Dengan keterangan saksi tadi, sudah jelas objek tanah yang dituduhkan sebagaimana dakwaan JPU itu berbeda lokasinya, jadi siapa yang sebenarnya dikatakan pelapor bahwa klien kami adalah mafia tanah,” tegas Titis.

Bahkan menurut Titis, kliennya telah membuat Surat Pengakuan Hak (SPH) yang telah diperiksa oleh aparat yang berwenang yakni Kelurahan, Kecamatan, BPN dan Badan Aset Provinsi Sumsel.

“Karena dari mana dasarnya tanah di wilayah 8 Ulu akan dicaplokkan ke 16 Ulu. Perkara ini sudah terang benderang sesuai fakta persidangan, jadi jangan mentang-mentang ada keluarga polisi dengan seenaknya bilang kami mafia tanah, hati-hati kalau bicara soal mafia,” tegas Titis.

Menanggapi hal itu, dalam persidangan yang juga turut dihadiri advokat kawakan Razman Arif Nasution selaku kuasa hukum terlapor Ratna Juwita mengatakan akan melakukan upaya hukum dengan melaporkan Titis karena telah menuduh kliennya dekat dengan polisi kasus ini dapat berjalan.

Baca Juga :  Cukup Bayar Rp 250 Ribu /Bulan, Pedagang Dapat Berjualan di Pasar Kuliner Taman Santoso Kepahiang

“Saya ada bukti-bukti video dimana Titis telah menjustifikasi klien saya kasus ini dapat berjalan karena suami klien mantan polisi dan anak klien kami juga polisi, kami sepakat untuk melaporkan Titis,” ujar pengacara asal Jakarta ini kepada pewarta.

Dalam dakwaan singkat JPU, pada tangga 14 Juni 2012 terdakwa Tjik Maimunah menyuruh memasukkan keterangan palsu ke dalam suatu akta otentik mengenai sesuatu hal yang kebenarannya harus dinyatakan oleh akta itu.

Terdakwa mengajukan SPH atas namanya kepada Lurah 16 Ulu dan Camat SU II seolah-olah mempunyai sebidang tanah yang terletak di Jalan Pertahanan RT.053 RW 012, Kelurahan 16 Ulu, Kecamatan SU II tanpa disertai surat/dokumen bukti hak pemilikan yang sah. (fdl)





Melansir Sumeks co

  • Bagikan