Honda Dinilai Sudah Terlalu Banyak Lakukan Kesalahan

  • Bagikan
9d358e4e honda dinilai sudah terlalu banyak lakukan kesalahan


Berita MotoGP: Eks Bos Honda, Livio Suppo, menilai masalah yang dialami pabrikan asal Jepang tersebut saat ini merupakan dampak dari kesalahan yang mereka buat di masa lalu.

Eks Bos Honda, Livio Suppo, menyebut pabrikan asal Jepang tersebut telah melakukan banyak kesalahan di masa lalu. Salah satunya saat membuang Dani Pedrosa yang telah memberikan banyak kontribusi kepada tim.

Pria asal Italia itu juga menganggap mantan timnya itu membuat blunder ketika mengizinkan Marc Marquez untuk mengaspal di MotoGP Andalusia 2020, tiga hari setelah operasi patah tulang lengan kanan.

Berbagai kesalahan yang dilakukan Honda membuat Suppo mengkritik kebijakan yang dibuat oleh para petinggi yang bertanggung jawab.

“Mereka membuat banyak kesalahan di masa lalu. Melepas Dani Pedrosa juga jadi kesalahan besar. Dia menunjukkan bahwa pengembangan motor menuju ke arah di mana hanya Marc yang bisa menjadi kuat,” kata Suppo dilansir Speedweek.

Baca Juga :  Morbidelli Berambisi Lanjutkan Tren Positif di MotoGP Portugal 2020

“Saya telah melihatnya di Ducati dan Casey Stoner, situasinya hampir sama. Saya sangat menyadari pengembangan motor tidak benar. Jika itu terjadi, bahkan seorang juara akan mengalami banyak masalah,” imbuhnya.

Setelah Pedrosa pensiun, Jorge Lorenzo pun masuk untuk mengisi kursi kosong usai kontraknya di Ducati tak diperpanjang.

Namun, pebalap berjuluk X-Fuera itu gagal menjinakkan motor RC213V dan mengalami banyak kecelakaan. Hal tersebut membuatnya memutuskan untuk pensiun dari MotoGP pada akhir 2019 karena ingin jauh dari tekanan yang menghantuinya selama menjadi pebalap.

“Dengan kebijakan pebalap di Honda, Anda mengalami kesulitan. Perekrutan Jorge adalah sebuah bencana. Kemudian datang Alex Marquez, yang tahu pada musim berikutnya dia tak akan lagi bekerja dengan tim,” ujar Suppo.

“Mereka juga mencoba peruntungan dengan Johann Zarco. Sekarang dia menunjukkan apa yang bisa dilakukannya,” ia menambahkan.

Baca Juga :  Marc Marquez Sesumbar Punya Modal Berharga Untuk GP Spanyol

“Sekarang mereka memiliki Pol Espargaro. Tanpa mengurangi rasa hormat, Pol belum pernah memenangi balapan di MotoGP. Dia mampu tampil kompetitif, tapi dia gagal meraih kemenangan bersama KTM,” lanjutnya.

“Saya mengakui dia seorang pebalap yang cepat, tapi perasaan saya lebih kuat kepada Joan Mir ketika Dani memutuskan pergi,” tutur Suppo.

Baginya, saat ini Honda tak memiliki pandangan yang jelas tentang masa depan mereka.

“Mereka sama sekali tak memiliki persiapan setelah kehilangan Marc. Di zaman saya, ada pebalap seperti Franco Morbidelli atau Jack Miller yang tersedia di pasar,” ungkapnya.

“Kami membawa Jack dari Moto3 langsung ke MotoGP, lompatannya memang terlalu besar. Tapi, ketika dia mulai menunjukkan kualitasnya, kontraknya justru tak diperpanjang,” ia mengakhiri.

Artikel Tag: Honda, Marc Marquez, Pol Espargaro, MotoGP 2021, Livio Suppo





Source link

  • Bagikan