Terpidana Mati ini Dijerat Hukum, ini Kasusnya… – cakrawalarafflesia

  • Bagikan
59aafba9 donidprd1


banyuasin vaksin

cakrawalarafflesia, PALEMBANG – Terpidana mati kasus kepemilikan 4,2 kg sabu serta 21 ribu pil ekstasi, Doni SH alias Doni Timur alias Doy kembali akan berurusan dengan majelis hakim Palembang. Pasalnya berkas perkara Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) eks anggota DPRD Kota Palembang ini telah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Palembang.

Kasi Pidum Kejari Palembang Agung Ary Kesuma SH MH melalui Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ursula Dewi SH MH membenarkan bahwa pada Kamis lalu berkas TPPU terpidana Doni tinggal menunggu penetapan majelis hakim PN Palembang.

“Kamis kemarin berkas TPPU mantan anggota DPRD sekaligus terpidana mati kasus narkotika Doni SH sudah kita limpah ke Petugas Panitera PN Palembang, untuk itu perkaranya kembali akan disidangkan,” kata Ursula dikonfirmasi via sambungan telepon, Ahad (20/6).

Dia menjelaskan dalam perkara ini, terpidana mati Doni patut diduga dalam menjalankan bisnis narkotika tersebut diketahui sejak tahun 2013 hingga 2020 telah menghasilkan pundi-pundi uang baik dalam bentuk kendaraan hingga aset bangunan.

“Barang bukti berupa aliran dana pulahan juta hingga puluhan miliar dari berbagai rekening bank diduga uang yang berasal dari keuntungan yang diperoleh Doni Timur dari pentransferan hasil bisnis narkotika,” ungkapnya.

Dari hasil bisnis itu, lanjut Ursula, terpidana mati Doni SH telah dibelikan aset-aset bergerak berupa beberapa unit kendaraan roda dua dan empat, maupun tidak bergerak termasuk peralatan-peralatan usaha laundry yang nilainya lebih kurang Rp500 juta.

“Itu akan kita beberkan nanti dipersidangan, terpidana Doni kembali kita jerat sebagaimana dakwaan kita yakni Pasal 3 atau Pasal 4 jo Pasal 10 UU No.8 tahun 2010 atau Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang,” tandasnya.

Dikonfirmasi terpisah, juru bicara PN Palembang Abu Hanifah SH MH juga membenarkan bahwa berkas terpidana mati Doni Timur telah diterima PN Palembang, dan telah ada penetapan majelis hakim.

“Untuk perkara tersebut sudah keluar jadwal persidangannya, akan digelar pada Selasa tanggal 29 Juni 2021 mendatang dan kemungkinan besar digelar secara online mengingat masih kondisi Pandemi,” ungkap Abu.

Ditambahkannya, untuk perangkat majelis hakim juga telah ditetapkan, persidangan akan diketuai oleh hakim Harun Yulianto SH MH dengan hakim anggota Touch Simanjuntak SH MH serta Paul Marpaung SH MH, sebagai Panitera yakni Afiudin SH MH.

Sebagai informasi, Doni SH alias Doni Timur Alias Doy bersama empat orang pelaku lainnya pada bulan April lalu divonis pidana mati oleh majelis hakim PN Palembang diketuai Bongbongan Silaban SH LLM.

Doni Timur, Alamsyah, Zulkarnain, Ahmad Najmi Ermawan, Mulyadi dan Yati Suherman menurut majelis hakim kala itu terbukti secara sah meyakinkan melakukan tindak pidana kepemilikan narkotika dengan berat melebihi 5 gram sebagaimana dalam dakwaan primer JPU melanggar Pasal 114 Ayat 2 jo Pasal 132 ayat 1 UU RI nomor 35 tahun 2009. (fdl)





Melansir Sumeks co

Baca Juga :  Penimbunan Kawasan Perkantoran Disoal – cakrawalarafflesia
  • Bagikan