Kepahiang

  • Bagikan
kepahiang
kepahiang

Setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 18 Agustus 1945 sampai dengan tahun 1948, Kepahiang tetap menjadi ibukota Kabupaten Rejang Lebong dan menjadi ibukota perjuangan karena mulai dari pemerintahan sipil dan seluruh kekuatan perjuangan terdiri dari Laskar Rakyat, Badan Perlawanan Rakyat (BTRI dan TKR sebagai cikal bakal TNI juga berpusat di Kepahiang

Pada tahun 1948 terjadi aksi Militer Belanda ke II, maka untuk mengantisipasi gerakan penyerbuan tentara Belanda ke pusat pemerintah dan pusat perlawanan ini, seluruh fasilitas yang ada terdiri dari ; Kantor Bupati, Gedung Daerah, Kantor Polisi, Kantor Pos dan Telepon, penjara serta jembatan yang akan menghubungkan Kota Kepahiangdengan tempat lainnya semua dibumihanguskan.

Tahun 1949 Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong berada dalam pengasingan di hutan dan waktu penyerahan kedaulatan dari Pemerintah Belanda ke Republik Indonesia yang dikenal dengan istilah kembali ke Kota, maka Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong tidak dapat kembali ke Kota Kepahiang karena seluruh fasilitas telah dibumihanguskan maka seluruh staf Pemerintah menumpang di Kota Curup yang masih ada bangunan Pesanggrahan di tempat Gedung Olahraga Curup sekarang

Tahun 1956, Curup ditetapkan sebagai ibukota Kabupaten Rejang Lebong berdasarkan Undang-Undang dan sejak itu pula Kepahiang menjadi ibukota Kecamatan sehingga hilanglah Mahkota Kabupaten dari Kota Kepahiang.

Para tokoh masyarakat Kepahiang pernah memperjuangkan Kepahiang menjadi ibukota Propinsi dan Kota Administratif (Kotif) tapi tidak berhasil. Dengan dikeluarkannya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999, maka terbukalah peluang bagi Kepahiang untuk menjadi Kabupaten kembali. Sejak Januari 2000 oleh para tokoh dan segenap komponen masyarakat Kepahiang baik yang berada di Kepahiang maupun yang berada diluar daerah, baik yang berada di Curup, Bengkulu, Jakarta, Bandung dan kota-kota lainnya bersepakat untuk mengembalikan mahkota Kepahiang sebagai Kabupaten kembali sebagai realisasi dari kesepakatan bersama para tokoh masyarakat Kepahiang, maka dibentuk Badan Perjuangan dengan nama Panitia Persiapan Kabupaten Kepahiang (PPKK). Sebagai tindaklanjut dari Badan Perjuangan tersebut maka secara resmi Panitia Persiapan Kabupaten Kepahiang (PPKK) telah menyampaikan proposal pemekaran Kabupaten Kepahiang kepada ; Bupati Kepala Daerah Rejang Lebong, DPRD Kabupaten Rejang Lebong, Gubernur Bengkulu, DPRD Propinsi Bengkulu dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia di Jakarta.

Merebut kembali Mahkota Kepahiang ini memang tidak semudah membalikkan telapak tangan demikian kata pepatah, walaupun untuk Propinsi Bengkulu, Kepahiang merupakan daerah yang pertama memperjuangkan pemekaran tetapi terakhir mendapat pengesahan karena Kabupaten Induk (Rejang Lebong) tidak mau melepas Kepahiang ini karena Kepahiang merupakan daerah yang paling potensial di Rejang Lebong.

Kepala Daerah Pertama untuk Kabupaten Kepahiang ditetapkan berdasarkan Keputusan Mendagri Nomor : 131.28-8 Tahun 2004 tanggal 6 Januari 2004 tentang Pengangkatan Penjabat Bupati Kepahiang Propinsi Bengkulu, dan telah dilantik oleh Gubernur Bengkulu atas nama Menteri Dalam Negeri pada tanggal 14 Januari 2004, Ir. Hidayattullah Sjahid, MM.

Sampai dengan saat ini Kabupaten Kepahiang telah dipimpin oleh 3 orang Kepala Daerah, yaitu :

  • Hidayatullah Sjahid, MM, periode 14 Januari 2004 s/d 29 April 2005, sebagai Penjabat Bupati Kepahiang (Caretaker).
  • Husni Hasanuddin, periode 30 April 2005 s/d 6 Agustus 2005, sebagai Penjabat Bupati Kepahiang (Caretaker).
  • H. Bando Amin C, Kader. MM, periode 6 Agustus 2005 s/d 6 Agustus 2010, sebagai Bupati Kepahiang Defenitif berdasarkan Hasil Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Kepahiang Tahun 2005.
  • Ir. Hidayattullah Sjahid,MM, periode 2016 – 2021
  • Ir. Hidayattullah Sjahid,MM, periode 2021 – 2025

Kota Kepahiang sejak zaman penjajahan Belanda dikenal sebagai ibukota Kabupaten Rejang Lebong yang pada waktu itu disebut afdeling Rejang Lebong dengan ibu kotanya Kepahiang. Pada zaman pendudukan Jepang selama tiga setengah tahun, Kepahiang tetap merupakan pusat pemerintah Kabupaten Rejang Lebong.Akhirnya dengan kesungguhan dan keikhlasan para pejuang Kabupaten Kepahiang, maka Mahkota Kepahiang yang hilang dapat direbut kembali bagai pinang pulang ketampuknya pada tanggal 7 Januari 2004 yang diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri di Jakarta berdasarkan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Lebong dan Kabupaten Kepahiang di Propinsi Bengkulu.

Kota Kepahiang sejak zaman penjajahan Belanda dikenal sebagai ibukota Kabupaten Rejang Lebong yang pada waktu itu disebut afdeling Rejang Lebong dengan ibu kotanya Kepahiang Pada zaman pendudukan Jepang selama tiga setengah tahun, Kepahiang tetap merupakan pusat pemerintah Kabupaten Rejang Lebong.Akhirnya dengan kesungguhan dan keikhlasan para pejuang Kabupaten Kepahiang, maka Mahkota Kepahiang yang hilang dapat direbut kembali bagai pinang pulang ketampuknya pada tanggal 7 Januari 2004 yang diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri di Jakarta berdasarkan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Lebong dan Kabupaten Kepahiang di Propinsi Bengkulu.

Asal Usul Nama Kepahiang

Kata Kepahiang yang saat ini menjadi nama kelurahan, kecamatan dan kabupaten masih belum diketahui asal-usulnya. Termasuk, kapan nama Kepahiang itu mulai muncul dan digunakan. Untuk itu, Kasi Cagar Budaya dan Permuseuman Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kepahiang, Firmansyah berusaha menelusuri asal-usul kata Kepahiang.

“Dari penelusuran yang kita lakukan, ada beberapa makna dari kata Kepahiang.  Pertama, kata Kepahiang berasal dari kata Kepohiangan yang artinya silsilah atau keturunan. Nama Kepohiangan ini muncul sejak zaman pra sejarah. Wilayah Kepohiangan meliputi daerah aliran Sungai Musi dari wilayah Rejang Lebong – Kepahiang  hingga Empat Lawang, Sumsel. Terbukti, hingga saat ini di wilayah Empat Lawang ada nama Desa Kepahiang, Bukit Kepahiang dan Sungai Kepahiang,’’ ungkap Firmansyah yang akrab disapa Emong Suwandi.

Dikatakan, sejak zaman prasejarah, wilayah Kepohiangan ini merupakan wilayah pertapaan. Hal ini didukung beberapa bukti sejarah berupa menhir yang masih ada hingga saat ini di beberapa desa.

Kedua, lanjut Emong, Kepahiang merupakan nama buah. Yakni buah Kepahiang yang berasa pahit. Tapi, pohon Kepahiang bukan tanaman endemik di wilayah Kepahiang. Sehingga, nama Kepahiang yang berasal dari nama buah itu terkesan kurang beralasan untuk menjadi nama wilayah.

Baca Juga :  Gubernur Serahkan Bantuan, APD, Daging, Ikan, dan Produk Pertanian Ke Kabupaten Kepahiang

Ketiga, ada juga pendapat yang menyebutkan kata Kepahiang berasal dari 2 suku kata. Yakni, Kepa dan hyang. Kepa berarti kapal dan hyang adalah dewa. Jadi, Kepahiang dimaksudkan sebagai kapal dewa. Namun, Kepahiang yang berarti kapal dewa inipun belum didukung bukti sejarah. Karena, Sungai Musi yang merupakan sungai terbesar yang melintasi wilayah Kepahiang kondisi airnya tidak bisa dilalui kapal. Sebab, topografi wilayah Kepahiang yang bergelombang tidak memungkinkan dilalui kapal.

Sedangkan pendapat lain menyebutkan bahwa kata Kepahiang berasal dari 2 suku kata, Kepah dan hyang yang menyebutkan kepah sebagai kursi dan hyang adalah dewa. Jadi, Kepahiang versi ini dimaksudkan sebagai kursi dewa.

“Namun, beragam makna tentang kata Kepahiang ini, masih perlu dibuktikan lagi dengan data dan fakta sejarah. Karena dalam sketsa peta buatan kolonial Belanda tahun 1831 wilayah ini belum dinamai Kepahiang. Wilayah Kepahiang saat ini masih disebut dengan nama Rejang Tengah, Rejang Musi Ulu dan Rejang Musi Ilir. Tahun 1860, wilayah Rejang Tengah, Rejang Musi Ulu dan Musi Ilir dibentuk menjadi Onder Afdeling Rejang. Sedangkan pusat kotanya dinamai Kepahiang. Saat itu Kepala pemerintahan Kolonial Belanda yang pertama bertugas di Kepahiang adalah Pruy Van Der Hoeven. Apakah kata Kepahiang ini pertama dimunculkan tahun 1860 atau jauh sebelum itu? ini yang perlu dibuktikan,’’ ujar Emong Suwandi.

TEMPAT WISATA DI KEPAHIANG

tugu kopi kepahiang
Kepahiang 7

Teranyar Kabupaten kepahiang memiliki Lokasi wisata baru yang terletak di jantung kota kepahiang yaitu tugu kopi, selain tugu kopi masih banyak sekali tempat wisata yang ada di Kabupaten Kepahiang antara lain :

1. Taman Kota Kepahiang (Taman Santoso)

Taman santoso Kepahiang
Kepahiang 8

Di taman tersebut tersedia fasilitas bermain untuk anak-anak. Selain itu, juga terdapat tempat duduk dan air mancur yang menghiasi monumen mantan Presiden Republik Indonesia, Ir. Soekarno dan wakilnya Mohamad Hatta. Suasana di taman ini sangatlah nyaman dan panorama alam di sekitarnya juga sangat cantik. Ditambah lagi pemandangan di sisi kanan bagian atas bukit terdapat bacaan “KEPAHIANG ALAMI” bak tulisan “HOLLYWOOD” yang ada di Amerika, jadi terasa seperti di luar negeri.2. Tirta Muara Langkap

Objek wisata Tirta Muara langkap yang terletak di Kecamatan Bermani Ilir ini sangatlah banyak diminati pengunjung lokal, terlebih di sore hari. Objek wisata yang telah dilengkapi dengan gedung pertemuan dan villa ini dapat ditempuh kurang lebih 15 menit dari Kota Kepahiang.

3. Kebun Teh Kabawetan

5f39d68f kebun teh kabawetan kepahiang
Kepahiang 9

Objek Agrowisata Perkebunan Teh Kabawetan adalah perkebunan teh peninggalan Kolonial Belanda, Kabawetan terletak tidak jauh dari pusat Kota Kepahiang. Letak perkebunan teh ini mungkin lebih kurang 10 km dari pusat Kota Kepahiang. Sebuah sensasi panorama yang indah dan kesegaran alamnya, itu yang ditawarkan berwisata di daerah ini.

4. Taman Wisata Konak

6082013a hutan konak
Kepahiang 10

Taman Wisata Konak ialah taman terpadu dengan konsep alami dan modern yang berlokasi di wilayah Kepahiang. Taman ini memiliki banyak koleksi satwa berukuran kecil-sedang serta memiliki banyak wahana permainan keluarga.

5. Flora Langka Amorphophallus dan Bunga Rafflesia Arnoldi

76842283 apakah sama antara rafflesia arnoldii dan bunga bangkai
Kepahiang 11

Konservasi Flora Amorphophallus di wisata hutan tropis yang ditawarkan oleh Kepahiang ini terletak di Desa Tebat Monok. Kawasan yang masih masuk daerah hutan lindung ini menyimpan kekhasan yang bernilai tinggi yaitu merupakan daerah habitat flora langka Amorphophallus. Daerah ini juga menjadi daerah konservasi flora langka lainnya yaitu Rafflesia Arnoldi . Seperti diketahui, bunga yang memiliki ukuran raksasa ini dapat mencapai diameter 1,5 meter. Sedangkan Amorphophallus ini mencapai tinggi 2 meter.

6. Air Terjun Curug Gayung

Tak banyak yang tahu keberadaan potensi wisata air terjun yang satu ini. Air terjun ini juga punya daya tarik tersendiri. Lokasinya di Desa Gunung Agung, Kecamatan Bermani Ilir.

7. Air Terjun Bukit Hitam

Sesuai namanya, air terjun ini berada di Desa Bukit Hitam Kecamatan Kabawetan. Akses menuju air terjun ini cukup jauh dan belum dapat dilalui kendaraan umum. Air Terjun Bukit HItam ini cukup tinggi dan debit airnya yang lumayan besar, butiran air yang jatuh terasa begitu menyegarkan ketika berada di area air terjun. Kamu juga bisa bersantai menikmati segarnya air di aliran sungainya yang dihiasi bebatuan alam.

8. Air Terjun Curug Embun

Yang terdapat di Kecamatan Tebat Karai tepatnya berada di Desa Tapak Gedung. Kabupaten Kepahiang. Objek wisata Air terjun Curug Embun Kabawetan ini memiliki daya tarik wisata Air Terjun Curug Embun yang merupakan air terjun dengan ketinggian 100 meter dan panorama pegunungan dengan udara yang sejuk.

Alamat: Tapak Gedung, Tebat Karai, Kabupaten Kepahiang, Bengkulu.

9. Air Terjun Mandap Sari

Lokasinya tidak begitu jauh dengan Air Terjun Sengkuang yang bisa kamu tempuh dengan berjalan kaki saja. memang tidak sepopuler Air Terjun Sengkuang, tetapi Air Terjun Mandap Sari ini memiliki eksotisme tersendiri. Salah satunya adalah banyaknya bebatuan yang ada di samping air terjun yang biasanya sebagai spot untuk bersantai sembari menikmati air terjun. Meski kolamnya juga tidak begitu besar tapi tetap bisa kamu gunakan untuk berendam, sembari merasakan sensai guyuran derasnya air terjun. Lokasinya juga sama dengan Air Terjun Sengkuang yang berada di Desa Suka Sari yang masih di wilayah Kecamatan Kabawetan.

Alamat: Suka Sari, Kaba Wetan, Suka Sari, Kaba Wetan, Kabupaten Kepahiang, Bengkulu.

10. Air Terjun Desa Bukit Menyan

Desa Bukit Menyan ternyata juga menyimpan potensi objek wisata air terjun yang bisa dijadikan salah satu pilihan untuk tempat tujuan para wisatawan dengan panorama dan keindahan alamnya. Dengan jarak tempuh ± 200 M dari Desa Bukit Menyan, wisatawan bisa menikmati 3 sekaligus pesona keindahan wisata air terjun yang terletak di Dusun I (Air Terjun Ampel Gading), Dusun II (Air Terjun Renah Sempurna) dan Dusun III (Air Terjun Sidomulyo).

11. Air Terjun Kali Gede

Air Terjun Kali Gede terletak di Desa Bukit Menyan Kecamatan Bermani Ilir yang mempunyai ketinggian 10 meter. Lokasinya tak jauh dari pemukiman warga. Akses jalan Desa yang sudah Hotmik dan hanya berjarak sekitar 300 meter.

12. Air Terjun Curug Burung Gendang

Curug Burung Gendang adalah air terjun yang punya nilai historis mengusir penjajah Belanda dari tanah air. Dibalik air terjun ini ada lubang tempat persembunyian pejuang tempo dulu. Air terjun ini berada di Desa Sukamerindu, Kecamatan Kepahiang. Meski air terjunnya tidak begitu tinggi yang hanya 2 meteran saja, tapi memiliki kolam yang cukup besar dengan kedalaman yang sedang. Hal ini memungkinkan wisatawan untuk berendam maupun berenang kesana-kemari. Yang cukup mengasyikkan kamu juga bisa menyusuri sungai di bagian atas air terjunnya.

13. Air Terjun Sengak Sengkuang

Air terjun ini punya keistimewaan tersendiri, yakni airnya yang dingin dan segar. Air terjun ini berada di Desa Sukasari, Kecamatan Kabawetan. Jaraknya pun juga tidak begitu jauh dari pusat Kota Kepahiang yang hanya sekitar 15 km. air terjun ini memiliki debit air yang cukup besar dengan kolam di bawahnya yang juga lebar, semakin memanjakan para pengunjung yang ingin berendam bahkan berenang. Yang cukup menarik adalah tidak jauh dari tempat wisata di Bengkulu Utara ini ada air terjun baru yang juga tidak kalah pesonanya.

14. Air Terjun Desa Curug Temedak

Air terjun Curug Temedak atau juga disebut dengan nama Air Terjun Curug Layak berada di Desa Temedak, Kecamatan Seberang Musi. Air terjun ini masih alami, karena tak banyak warga yang mengunjunginya. Lokasi yang berada di pedesaan dengan pemandangan alamnya yang masih sangat asri, cukup menyenangkan untuk melepaskan penat dan bersantai di pinggir air terjun dan Sungai Musi.

15. Air Terjun Tearambon

Air Terjun Tearambon berada di Desa Daspetah, Kecamatan Ujan Mas. Air terjun ini cukup mudah diakses dari jalan raya Kepahiang-Curup. Air terjun ini kadang disebut Curug Terambon atau Teak Rambon, sesuai nama penemunya.

16. Air Terjun Daspetah

Dinamakan Air Terjun Daspetah karena lokasinya secara administratif berada di Desa Daspetah dan di Kecamatan Ujan Mas. Ada keunikan tersendiri dengan tempat wisata di Bengkulu ini. Yang paling terlihat mencolok adalah bebatuan yang ada di di air terjun dan juga di kolamnya. Warna batunya yang sangat hitan pekat dan rata-rata bentuk persegi atau kotak dan seakan terjajar rapi secara alami. Kolam airnya yang sangat lebar dan juga debit airnya yang cukup besar membuat para pengunjung bersuka ria menikmati segarnya air yang sangat jernih dan juga segar. Rapatnya pepohonan di sekeliling air terjun seakan ditata dengan rapi untuk menghiasi Air Terjun Daspetah.

17. Air Terjun Belimbing

Air terjun Belimbing terletak di Desa Sosokan Taba, Kecamatan Muara Kemumu. Lokasinya memang belum bisa dijangkau dengan kendaraan, dan kamu harus berjalanan kaki melewati sungai-sungai kecil dan menerobos semak belukar. Tapi kamu tetap bakal menikmati perjalanan karena suguhan pesona alam yang bisa dibilang masih perawan, dan sangat jarang pengunjung yang datang. Tempat wisata di Bengkulu ini memang cukup tinggi, dan memiliki kolam di bawahnya yang dikelilingi semak-semak nan hijau, dan nyaris dipayungi dedaunan yang memang sangat lebat.

18. Air Terjun Curug Cokoah

Air terjun ini tak terlalu tinggi, namun cukup mempesona. Warga setempat banyak melakukan aktifitas memancing di sekitar air terjun yang masih dalam kawasan Kelurahan Dusun Kepahiang, Kecamatan Kepahiang ini.

19. Air Terjun Air Donok

Air terjun ini berada di Desa Batu Ampar, Kecamatan Merigi. Dinamai Air Terjun Air Donok karena airnya mengalir ke Sungai Air Donok.

20. Air Terjun Batu Kampit

Sebenarnya dilihat dari lokasinya Air Terjun Batu Kempit ini sangat mudah dijangkau dan tidak membutuhkan waktu yang lama untuk berjalan kaki. Tapi karena belum digarap secara serius dan juga masih belum begitu banyak traveler yang tahu, jadi masih jarang pengunjung yang datang. Padahal pesona alam di Desa Babakan Bogor ini memiliki potensi yang luar biasa. Tidak hanya keindahan Air Terjun Batu Kempit saja, tapi juga sungai yang ada di dekat air terjun memiliki arus yang cukup deras dan cocok untuk olahraga arung jeram. Pesona alam pedesaaan begitu terasa, udaranya yang sejuk, pepohonan yang rindang, dan suasananya tenang membuat betah wisatawan yang mengunjungi Air Tejrun Batu Kempit. Tempat wisata di Bengkulu ini berada di Desa Babakan Bogor, Kecamatan Kabawetan.

21. Air Terjun Anggun

Seperti namanya air terjun ini menampakkan keanggunannya di depan para wisatawan yang datang untuk menikmatinya. Air Terjun Anggun, itulah nama yang memang cukup tepat untuk tempat wisata di Bengkulu ini, tepat di Desa Karang Indah, Kecamatan Kepahiang. Dengan ketinggian sekitar 10 meter aliran airnya yang cukup deras memberikan efek gemuruk dan mengeluarkan embun kesejukan.

22. Air Terjun Curug Cabang

Pesona Air Terjun Curug Cabang ini bagi pertama kali yang melihatnya sungguh menggoda. Suasananya yang sangat sejuk nyaman dan juga damai semakin membuat betah wisatawan. Tebing bebatuan yang di air terjunnya begitu artistik dengan relief dan warna alami bebatuan alam yang berwarna hitam semakin membuat tempat wisata di Bengkulu ini lebih eksotis daripada di photo. Kolamnya memang tidak begitu luas tapi dengan berselimutkan embun benar-benar akan membuat kamu terasa begitu damai berdekatan dengan alam. Lokasi Air Terjun Curug Cabang ini berada di Desa Nanti Agung, Kecamatan Tepat Karai.

23. Danau Suro

Objek wisata Danau Suro adalah salah satu obyek wisata yang ada di Kabupaten Kepahiang adalah Danau Suro yang terletak di Desa Suro Kecamatan Ujan Mas. Danau ini merupakan hasil pembendungan Sungai Musi yang digunakan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Selain untuk pembangkitan listrik, air danau juga digunakan masyarakat untuk kerambah ikan. Potensi yang dapat dikembangkan dapat berupa tempat pemancingan dan rumah makan terapung, hotel dan penginapan untuk acara, outbound, perkemahan, seminar, pelatihan dan acara perkantoran lainnya.

Alamat: Suro Ilir, Ujan MAS, Kabupaten Kepahiang, Bengkulu.

24. Danau dan PLTA Musi

PLTA Musi terletak di Kabupaten kepahiang ini merupakan tujuan wisata yang biasanya dikunjungi wisatawan lokal yang masih dikembangkan potensinya oleh pemerintahan Kabupaten Kepahiang. Pembangkit Listrik yang diresmikan oleh presiden Indonesia bapak Susilo Bambang Yudoyono pada bulan Oktober tahun 2006 ini dapat menghasilkan 3 x 70 mega watt yang dapat menyuplai kebutuhan listrik bagi Sumatera bagian Selatan.

25. Benteng Kuto Aur

Kuto aur berarti pagar bambu. Salah satu cagar budaya yang berpotensi menjadi objek wisata sejarah di Kabupaten Kepahiang. Sebuah benteng unik yang tidak seperti benteng pada umumnya. Benteng ini terbentuk dari konstruksi alam, berupa rumpun bambu aur yang tersusun rapat. Benteng Kuto Aur ini berada di Desa Tebat Monok, Kabupaten Kepahiang, Terdapat juga situs megalithikum yaitu  Batu Penjemuran. Situs batu penjemuran ini konon sudah ada sejak abad 17 dahulu semasa dengan adanya warga asli Kepahiang Bengkulu.

26. Bukit Hitam

Serasa di negeri atas awan ketika kamu mengunjungi tempat wisata di Bengkulu ini. Bahkan kamu bisa melihat jelas awan yang melayang tepat di depan mata. Udara yang bersih dan sangat sejuk selalu menyelimuti Bukit Hitam. Memang membutuhkan perjalanan yang cukup jauh untuk menuju puncaknya, tapi rasa lelah kamu sekejap akan menghilangkan dengan sajian panorama istimewa di Bukit Hitam. Selain itu ada kawah aktif yang juga berada di Bukit Hitam yang biasanya menjadi andalan wisatawan untuk selfie. Bahkan jika kamu lapar bisa memasak telor di air kawahnya yang cukup untuk mematangkan telor dalam sekejap. Lokasi Bukit Hitam ini berada di Desa Bukit Hitam yang masih berada di wilayah Kecamatan Kabawetan.

Alamat: Mekar Sari, Kaba Wetan, Kabupaten Kepahiang, Bengkulu.

27. Bukit Jupi

Ingin melihat keindahan Kota Kepahiang, datang saja di Bukit Jupi, tepat di tulisan Kepahiang. Memang sedikit menguji keberanian kamu untuk naik di atas bangunan yang bertuliskan “Kepahiang”. Tapi viewnya sungguh mempesona dan kamu merasa di atas awan. Sudah pasti salah satu spot selfie terbaik yang ada di Kepahiang. Lebih menarik lagi datang saja ketika malam hari, cahaya lampu perkotaan memberikan nuansa begitu romantis di Bukit Jupi.

28. Taman Wisata Alam Bukit Kaba

Taman Wisata Alam (TWA) Bukit Kaba yang terletak di Kabupaten Rejang Lebong dan Kabupaten Kepahiang, merupakan aset wisata berharga Provinsi Bengkulu. Keunikan utama kawasan wisata yang merupakan satu-satunya destinasi wisata alam berbasis fenomena vulkanis di Provinsi Bengkulu. Nilai keindahan suasana pegunungan yang didukung kondisi ekosistem hutan dan hidupan tumbuhan satwa liar yang masih alami, menjadi daya tarik tersendiri dan perlu terus untuk dikembangkan dan ditingkatkan pengelolaannya.

Alamat: Air Sempiang, Kaba Wetan, Kabupaten Kepahiang, Bengkulu.

29. ARUNG JERAM KEPAHIANG

BERLOKASI di ARUNG JERAM KEPAHIANG Sungai Musi wilayah Kecamatan Tebat Karai-Bermani Ilir.

30. MESJID AGUNG KEPAHIANG

saat ini masih dalam proses penyelesaian.

itulah dia beberapa rekomendasi daftar tempat wisata yang ada di kabupaten Kepahiang prov Bengkulu yang bisa saya berikan kepada anda. jika masih ada tempat wisata di kabupaten kepahiang yang belum masuk di daftar rekomendasi tempat wisata diatas harap maklum. anda bisa membantu saya dengan menuliskannya di komentar nama dan deskripsi singkat tempat wisatanya.

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Kepahiang

Bermani Ilir, Kepahiang19CiutkanlbsKecamatan Bermani IlirKabupaten KepahiangBengkuluKelurahanKeban AgungDesaAir RamanBatu BelarikBukit MenyanCinta MandiCinta Mandi BaruEmbong IjukEmbong SidoGunung AgungKembang SeriKota AgungLanggar JayaLimbur LamaMuara LangkapPagar AgungSosokan Cinta MandiTaba BaruTalang PitoTalang Sawah
Kabawetan, Kepahiang15CiutkanlbsKecamatan KabawetanKabupaten KepahiangBengkuluDesaAir SempiangBabakan BogorBandung BaruBandung JayaBarat WetanBukit SariMekar SariPematang DonokSido MakmurSido RejoSuka SariSumber SariTangsi BaruTangsi DurenTugu Rejo
Kepahiang, Kepahiang23CiutkanlbsKecamatan KepahiangKabupaten KepahiangBengkuluKelurahanDusun KepahiangKampung PensiunanPadang LekatPasar KepahiangPasar SejantungPasar UjungPensiunanDesaBogor BaruImigrasi PermuKampung BogorKarang AnyarKarang EndahKelobakKelilikKuto RejoPagar GunungPelangkianPermu BawahPermuSukamerinduTaba TebeletTebat MonokWestkust
Merigi, Kepahiang8CiutkanlbsKecamatan MerigiKabupaten KepahiangBengkuluKelurahanTaba MulanDesaBatu AmparBukit BarisanDurian DepunLubuk PenyamunPulo GetoPulo Geto BaruSimpang Kota Bingin
Muara Kemumu, Kepahiang8CiutkanlbsKecamatan Muara KemumuKabupaten KepahiangBengkuluDesaAir PungurBatu BandungBatu KalungDamar KencanaLimbur BaruPematang Danau Air LesRenah KurungSosokan BaruSosokan TabaTalang TigeWarung Pojok
Seberang Musi, Kepahiang13CiutkanlbsKecamatan Seberang MusiKabupaten KepahiangBengkuluDesaAir PesiAir SelimangBenuang GalingCirebon BaruKandangLubuk SahungTaba PadangTalang GelompokTalang BabatanTebat LautTemdak
Tebat Karai, Kepahiang14CiutkanlbsKecamatan Tebat KaraiKabupaten KepahiangBengkuluKelurahanTebat KaraiDesaTaba SalingTaba SatingTertikTalang KaretTebing PenyamunPeraduan BinjaiPenanjung Panjang AtasPenanjung PanjangTaba Air PauhNanti AgungSinar GunungKarang TengahTapak Gedung
Ujan Mas, Kepahiang17CiutkanlbsKecamatan Ujan MasKabupaten KepahiangBengkuluKelurahanUjan Mas AtasDesaAir HitamBumi SariCugung LalangDaspetahDaspetah IIMeranti JayaPekalonganPungguk BeringangPunggung MerantiSuro BaliSuro BaruSuro IlirSuro LembakSuro MuncarTanjung AlamUjan Mas Bawah
TOTAL117
  • Bagikan
Positive SSL