Terbukti Terima Suap 200 Ribu Dolar, Eks Bupati Muara Enim Dihukum 8 Tahun Bui – cakrawalarafflesia

  • Bagikan
a0da5c99 sidang 1


banyuasin vaksin

cakrawalarafflesia, PALEMBANG,- Terbukti secara sah melakukan tindak pidana korupsi menerima uang suap atas proyek alih lahan produksi menjadi hutan produksi terbatas di Kabupaten Muara Enim tahun 2014, Bupati Muara Enim periode 2009-2018 Ir Muzakir Sai Sohar oleh majelis hakim Tipikor Palembang divonis 8 tahun penjara.

Selain menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 8 tahun majelis hakim juga mengganjar terdakwa dengan pidana tambahan berupa wajib mengganti uang kerugian negara Rp 2,3 miliar.

“Dengan ketentuan apabila terdakwa tidak sanggup membayar diganti drngan pidana penjara tambahan selama 2 tahun 6 bulan,” tegas Bongbongan bacakan amar putusan.

Majelis hakim sependapat dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumsel menjerat terdakwa Bupati Muara Enim dua periode ini dengan pasal alternatif kedua melanggar Pasal 12 B Jo Pasal 18 UU nomor 31 tahun 1999 tentang Tipikor.

Dalam pertimbangan majelis hakim bahwa terdakwa terbukti menerima sejumlah uang sebagai bentuk suap alih lahan PT Perkebunan Mitra Ogan (PMO) senilai 200.000 USD.

Hal-hal yang memberatkan terdakwa menurut majelis hakim yakni terdakwa selaku kepala daerah tidak memberikan contoh kepada masyarakat, memberikan keterangan berbelit selama persidangan serta tidak mengakui perbuatannya.

Baca Juga :  Sah Jadi Ketua DPD KNPD Sumsel, Amir Langsung Lakukan Konsolidasi Internal – cakrawalarafflesia

“Terdakwa masih mempunyai tanggungan keluarga serta belum pernah dihukum,” ujar Bongbongan bacakan putusan Kamis, (17/6)

Vonis yang dijatuhkan kepada terdakwa Muzakir Sai Sohar lebih rendah dari tuntutan JPU pada sidang sebelumnya menuntut agar terdakwa dapat dipidana penjara selam 10 tahun denda Rp 200 juta dengan subsider 6 bulan kurungan.

Atas putusan itu, terdakwa yang dihadirkan secar virtual didampingi penasihat hukum serta JPU Kejati Sumsel menyatakan pikir-pikir dan diberikan waktu satu minggu guna menentukan sikap terima atau banding.

Sementara untuk dua terdakwa lainnya yakni HM Anjapri mantan Dirut PT. Mitra Ogan dan Yan Satyananda, merupakan mantan kabag akuntansi PT Perkebunan Mitra Ogan masih dalam proses pembacaan putusan dikarenakan berkas kedua terdakwa terpisah dengan berkas terdakwa Muzakir Sai Sohar.

Diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel telah menetapkan empat tersangka dalam perkara dugaan suap dan gratifikasi alih fungsi lahan hutan produksi menjadi hutan tetap di Kabupaten Muara Enim tahun 2014, yang mengakibatkan kerugian negara kurang lebih sebesar Rp 5,8 miliar.

Keempat tersangka itu yakni mantan bupati Muara Enim Muzakir Sai Sohar, HM Anjapri mantan Dirut PT. Mitra Ogan, Yan Satyananda, merupakan mantan kabag akuntansi PT Perkebunan Mitra Ogan serta Abunawar Basyeban (Alm) selaku konsultan.

Baca Juga :  Kemenkumham Sulsel dan Pemda Bone Teken Kerjasama Pembentukan Produk Hukum Daerah

Dalam pemeriksaan oleh Tim Pidsus Kejati Sumsel, mendapatkan kerugian negara pada proyek tersebut yang merupakan proyek fiktif, sehingga penyidik beranggapan ada total loss atau tidak ada kegiatan sama sekali.

Untuk barang bukti ada uang sebesar Rp 200 juta didalam rekening, dan saat ini belum ada pengembalian kerugian negara.

Adapun keempat orang tersangka tersebut, mempunyai peran masing masing yakni dua orang tersangka dari PT mitra ogan dan ada satu orang konsultan dan juga pejabat negara.

Dua orang dari Mitra Ogan perannya yang mengeluaran dana Rp 5,8 miliar lebih, membuat seolah-olah ada proyek untuk mengurus perizinan dan patut diduga yelah dicairkan serta diserahkan kepada oknum pejabat di Kabupaten Muara Enim.

Namun selama proses pemeriksaan, salah satu tersangka Abunawar Basyeban yang berperan sebagai konsultan proyek pada Januari 2021 lalu meninggal dunia akibat sakit. (Fdl)





Melansir Sumeks co

  • Bagikan