Tsunami Non-tektonik Masih Berpotensi Terjadi Selama Ada Gempa Susulan

  • Bagikan
874f9594 31099 ilustrasi tsunami selat sunda



31099 ilustrasi tsunami selat sunda

cakrawalarafflesia – Deputi Bidang Geofisika Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Muhammad Sadly mengatakan tsunami non tektonik (bukan akibat gempa bumi) masih berpotensi terjadi selama gempa susulan masih ada, sehingga masyarakat di Pulau Seram Maluku Tengah tetap harus waspada.

“Kita terus memantau tinggi muka air laut, rekaman tide gauge Tehoru menunjukkan masih ada kenaikan air laut. Jadi kita tunggu apakah masih ada gempa susulan atau tidak,” kata Sadly dalam konferensi pers terkait gempa bumi magnitudo 6,1 di Pulau Seram Maluku Tengah yang dipantau secara daring di Jakarta, Rabu (16/6/2021).

Sadly mengatakan, BMKG telah memasang alat untuk memantau gempa dalam laut yang terhubung dengan tide gauge yang mendeteksi tinggi muka air laut milik Badan Informasi Geospasial (BIG).

Baca Juga :  Peringatan! Batas Suhu Bumi Bisa Melewati 1,5 Derajat dalam 5 Tahun

Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno mengatakan cukup banyak sejarah kejadian gempa bumi dan tsunami di wilayah Maluku Tengah, sehingga daerah tersebut rawan tsunami.

Baca Juga:
BMKG: Belum Ada Negara Mampu Deteksi Dini Tsunami Non-tektonik

Sebelumnya terjadi gempa dengan magnitudo 6,1 pada pukul 11.43 WIB yang kemudian dimutakhirkan menjadi 6,0 yang berlokasi di laut pada jarak 69 km arah Tenggara Kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku pada kedalaman 19 km.

Bambang menjelaskan, berdasarkan peta geotektonik Maluku, gempa tersebut diduga akibat aktivitas tektonik Zona Sesar Kawa.

Baca Juga :  Masuk Kelas Menengah, OPPO A35 Andalkan ROM 128 GB dan Baterai 4.230mAh

Hasil pemodelan tsunami dengan sumber gempa tektonik menunjukkan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi tsunami, namun berdasarkan hasil observasi tinggi muka air laut di stasiun Tide Gauge Tehoru menunjukkan adanya kenaikan muka air laut setinggi 0,5 m. Hal ini diperkirakan akibat dari longsoran bawah laut.

Selain Tide Gauge Tehoru, tsunami kecil dengan ketinggian tujuh centimeter juga terekam di stasiun Tide Gauge Banda pada pukul 12.02 WIB. Bambang mengatakan, hingga pukul 14.35 WIB berdasarkan monitoring BMKG telah terekam 16 kali gempa susulan dengan magnitudo 1,9 hingga 3,7.

Baca Juga:
BMKG Mutakhirkan Data Gempa Maluku; Berkekuatan Magnitudo 6,1 di Antara Laut dan Pantai





cakrawalarafflesia

  • Bagikan