Pernah Jadi Korban Pungli di Proyek Strategis Nasional – cakrawalarafflesia

  • Bagikan
a176f0ae peti kemas


banyuasin vaksin

cakrawalarafflesia, PALEMBANG – Sekretaris DPD Asosisasi Penguhasa Truk Indonesia (Aptrindo) Sumsel, Budi Susanto membenarkan kalau para sopir-sopir truk angkutan barang masih sering menjadi korban pungutan liar (pungli).

Namun, hal tersebut kerap mereka alami di kawasan industri di Sumsel, ataupun di wilayah luar pelabuhan Peti Kemas. Bukan di dalam lingkungan Pelabuhan.

“Saat Sopir truk melintas di jalan lingkar luar. Kawasan Project Sumsel I yang merupakan project pemerintah pusat. Proyek Strategis Nasional  untuk pembangunan PLTU di dekat kawasan PT TEL. Ada beberapa titik wilayah yang rawan. Di sana kami kerap dihadang oknum warga yang mengambil dan meminta uang kami,” ungkapnya saat dikonfirmasi cakrawalarafflesia, Selasa (15/6) petang.

Baca Juga :  Rekan Sejawat Lepas Kepergian Kakek Dulmukti– cakrawalarafflesia

“Untuk masuk ke kawasan pembangunan proyek tersebut sopir truk harus membayar Rp 200 ribu. Uang tersebut untuk dana pengawalan kendaraan. Kalau tidak bayar mobil dirusak dan saya mengalami sendiri,” imbuhnya.

Berbeda halnya di dalam kawasan pelabuhan Peti Kemas, seperti Boombaru. Menurutnya di kawasan tersebut sudah steril dari tindakan Pungli. Seperti Kawasan Project Sumsel I tadi. Sebab tidak mudah untuk masuk ke area tersebut, perlu ada ID Card.

“Kemudian ketika ditemukan pungli maka ada layanan aduan. Jadi kalau nekat pungli di Pelabuhan Boombaru berat karena sudah steril. Bila pun ada itu di luar wilayah pelabuhan, sekedar uang rokok Rp 5-10 ribu,” terangnya.

Baca Juga :  Kumpulan Foto Akses Dalam Kota Palembang Ketat Selama PSBB

Meskipun demikian, Budi mengharapkan ada ketegasan dari pemerintah dan aparat penegak hukum. Untuk konsisten menindak para pelaku pungli dan memastikan keselamatan para sopir-sopir truk angkutan barang dapat terjamin.

“Kasian para sopir truk dan kami juga pelaku usaha sangat diberatkan dengan adanya pungli ini karena membengkaknya biaya operasional,” tukasnya.(Bim)





Melansir Sumeks co

  • Bagikan