Nasib PKL Yang Selalu Kucing-Kucingan Dengan Satpol-PP – cakrawalarafflesia

  • Bagikan
637d2cc2


banyuasin vaksin

SUMEK.CO, PALEMBANG – Warga yang melintasi jalan POM IX, Lorok Pakjo, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang, tentunya tak asing lagi melihat pedagang yang berjualan menggunakan mobil atau pun gerobak di pinggir jalan.

Rina, pedagang es durian yang berjualan dari pagi sampai sore ini mengatakan, sudah hampir satu tahun berjualan di sana, setiap harinya dia membawa es durian sebanyak 30/40 cup. Satu cup nya rina menjual dengan harga Rp10 ribu.

“Setiap hari bawa 30/40 cup es durian, laku paling 20 cup perharinya,” ungkap rina, Sabtu (12/6). Rina juga mengatakan semenjak pandemi dagangannya sedikit mengalami penurunan, karena sedikit yang beli dan lewat di kawasan itu. “Kalau dulu masih rami yang beli, karena kan banyak yang lewat juga daerah sini, semenjak pandemi sekarang jadi sepi,” tambah Rina.

Baca Juga :  23 Pasien Positif Covid-19 Kabupaten Kepahiang Dinyatakan Sembuh

Tidak hanya sepi pembeli, Namun pedagang disana juga harus kucing-kucingan dengan anggota Satpol-PP Kota Palembang, yang hampir tiap bulannya berpatroli untuk menertibkan para pedagang yang berjualan disana. Jika tertangkap razia, maka dagangannya ikut diangkut dan dibawa ke kantor Satpot-PP Kota.

Sementara itu, Bustomi yang kesehariannya berdagang siomay dan batagor di daerah POM IX juga menuturkan, sudah sering terkena razia dan barang dagangannya sudah dua kali diangkut oleh Satpol-PP.

“Selama enam bulan jualan disini sudah tiga kali terkena razia pol-pp, pertama diambil gas 3kg, kursi dan panci yang berisi siomay, yang kedua diambil gas 3kg, kursi, dan panci yang berisi batagor, dan yang terakhir sampai dikejar masuk lorong, tapi Cuma KTP saya saja yang ditahan,” tutur Bustomi.

Baca Juga :  Gubernur Minta Karang Taruna jadi Organisasi Solutif

Pedagang disana berharap kepada Satpol-PP khususnya untuk pemerintah Kota Palembang, agar dapat memikirkan kondisi para pedagang disana yang hanya ingin mencari nafkah.

“Kami tidak mengapa jika tidak diperbolehkan jualan di sekitar sini, Cuma kami juga minta solusi kepada pemerintah kota untuk mencarikan lokasi tempat kami berjualan, karena kami juga ingin mencari rejeki untuk menafkahi keluarga,” imbuh Bustomi.(mg4)





Melansir Sumeks co

  • Bagikan