Gerai McD Depok Disegel dan Denda Rp10 Juta Karena Antrean BTS Meal

  • Bagikan
e526dc2b antrean ojek daring membeludak di mcdonalds 169

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok menjatuhkan sanksi berupa denda hingga Rp10 juta kepada salah satu gerai McDonald’s (McD) Depok buntut antrean panjang karena promo paket BTS Meal. Antrean tersebut melanggar protokol kesehatan pencegahan virus corona (Covid-19).

Kepala Satpol PP Kota Depok Lienda Ratnanurdianny menyebut sanksi tersebut diberikan kepada gerai McD di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Depok, City Plaza (Ciplaz).

“Untuk pelanggaran pertama [didenda] antara Rp 5-10 juta,” kata Lienda kepada CNNIndonesia.com, Rabu (9/6).

Baca Juga :  Tottenham Hotspur Duduki Klasemen Liga Inggris

Dia mengatakan, sedikitnya kerumunan terjadi di lima gerai McD di Kota Depok akibat paket BTS Meal. Namun penutupan hanya dilakukan kepada gerai McD Ciplaz akibat massa yang menumpuk terlalu banyak.

Gerai McD Ciplaz ditutup selama 3×24 jam atau sampai denda dibayar. Sedangkan empat gerai McD lain petugas hanya membubarkan kerumunan. Masing-masing berada di McD Bojong Sari, Margonda, Cinere, dan Depok Town Square (DTS).

“Dari enam gerai McD, yang terpantau ada kerumunan lima, namun satu yang di Ciplaz yang dipandang perlu ada tindakan denda dan penyegelan,” katanya.

Baca Juga :  7 Rekomendasi Film Action Korea yang Wajib Ditonton

“Yang lainnya dibubarkan dan langsung mereka membatalkan aplikasi pesanan,” imbuh Lienda.

Menurut penuturan manajemen, kata Lienda, kerumunan di McD Ciplaz terjadi akibat kerusakan sistem, sehingga gerai tak bisa mengalihkan pesanan online.

Namun, ia memastikan saat ini kondisinya telah dikendalikan. Ia meminta pengelola gerai mewaspadai kerumunan dalam setiap pemberian promo kepada pelanggan.

“Memang di Ciplaz ada error sistemnya sehingga tidak bisa dibatalkan dan mendapat pelimpahan order dari gerai lainnya. Sehingga ada penumpukan,” katanya.

  • Bagikan