Kades ini Gunakan Dana Desa untul Nyaleg – cakrawalarafflesia

  • Bagikan
d42c09f9 img 20210607 wa0099 1


cakrawalarafflesia, PALEMBANG – Majelis hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Palembang diketuai Abu Hanifah SH MH menggelar sidang perdana kasus dugaan korupsi penyelewengan dana desa (DD) Kabupaten Lahat anggaran tahun 2018 yang menjerat Antoni (45) oknum mantan Kepala Desa (Kades) Perangai, Kecamatan Merapi Selatan.

Dalam sidang yang digelar secara virtual, Senin (7/6) dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Lahat Anjasra Karya SH serta Ariansyah SH terungkap bahwa desa Perangai pada tahun 2018 lalu mendapatkan kucuran dana dari APBN sebesar Rp964 juta.

Baca Juga :  Tukang Listrik Tersetrum, Jenazahnya tergantung Di Palembang

“Kuat dugaan terdakwa menyalahgunakan wewenang jabatan selaku Kades, serta telah menghamburkan uang negara untuk kepentingan pribadi, dengan berdalih anggaran yang dicairkannya untuk pembangunan desa,” kata JPU bacakan dakwaan.

Adapun modus yang dilakukan terdakwa ini, lanjut JPU dengan melakukan pembangunan fiktif berupa pembangunan beberapa gasilitas desa salah satunya yakni Pos pelayanan terpadu (Posyandu)

“Bahwa dalam pengakuannya, terdakwa menggunakan DD tersebut untuk kampanye pada saat Pileg tahun 2019 kabupaten Lahat dari partai Demokrat,” ungkap JPU.

Baca Juga :  Galang Dana Pengobatan Korban Pembacokan Kepahiang

Untuk itu, sebagaimana dakwaan JPU jumlah kerugian negara yang diakibatkan oleh terdakwa senilai Rp376 juta ini dijerat primer Pasal 2 atau subsider Pasal 3 ayat 1 Jo Pasal 18 Undang-Undang Republik Indonesia No 31 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi.

Setelah mendengarkan pembacaan dakwaan, terdakwa yang didampingi penasihat hukum Eka Sulastri SH secara virtual mengatakan tidak mengajukan keberatan (Eksepsi) dengan dakwaan JPU dan persidangan akan dilanjutkan dengan pembuktian perkara dengan menghadirkan saksi-saksi pada persidangan Senin pekan depan. (fdl)





Melansir Sumeks co

  • Bagikan