Enam Saksi Beratkan Terdakwa Koordinator KB – cakrawalarafflesia

  • Bagikan
bc22bcdd enamsaksi1


cakrawalarafflesia, PALEMBANG – Enam kader penyuluh Keluarga Berencana (KB) Desa Petaling Tulung Selapan, Kabupaten OKI dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari setempat guna mengungkap perkara dugaan korupsi pungli insentif kader KB yang menjerat 4 dari 8 koordinator penyuluh KB pada Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) OKI tahun 2018.

Keenam saksi kader KB dihadirkan langsung dihadapan majelis hakim Tipikor Palembang dalam ruang sidang, Senin (7/6) dengan hakim ketua Sahlan Effendi SH MH guna mendengarkan keterangan soal adanya dugaan pemotongan insentif yang menjerat terdakwa bernama Samsudin selaku koordinator kader penyuluh khusus Desa Petaling Tulung Selapan.

Dalam keterangan enam saksi keseluruhan kompak mengatakan tidak mengetahui bahwa dana insentif per tahun telah dipotong terdakwa lebih dari separuh yakni hanya mendapatkan uang sebesar Rp1,2 juta dari jumlah Rp3 juta yang seharusnya didapatkan.

“Seingat saya akhir tahun 2018, Pak Samsudin langsung memberikan uang Rp1,2 juta ke rumah saya, katanya uang itu adalah insentif karena saya kader KB, ada tanda tangan kwitansi namun hanya Rp1,2 juta itu saja,” sebut Astina, salah satu saksi.

Astina juga mengatakan kala itu terdakwa Samsudin juga tidak menjelaskan nilai keseluruhan uang insentif yang didapat masing-masing kader.

“Namanya juga dikasih uang ya saya terima saja pak, tidak tahu kalau nominal insentif sebenarnya Rp3 juta itu sudah dipotong sama Pak Samsudin, baru tahu setelah kasus ini mencuat,” tambahnya.

Dijelaskan saksi lainnya bernama Masnila bahwa jumlah seluruh kader yang ada di Kecamatan Tulung Selapan kurang lebih ada 23 orang dengan koordinator terdakwa Samsudin. Seluruhnya hanya mendapat insentif Rp1,2 juta saja.

“Saya juga tidak melihat isi keseluruhan kwitansi penyerahan uang, hanya disuruh pak Samsudin tanda tangani saja kwitansi itu baru uangnya dikasih sama pak Samsudin secara tunai,” imbuh Masnila.

Mendengar kesaksian kader penyuluh tersebut, terdakwa Samsudin dengan didampingi penasihat hukum Supendi SH MH yang dihadirkan secara telekonferensi tidak membantah keterangan saksi dan mengakui perbuatannya.

Pada persidangan sebelumnya, majelis hakim Tipikor Palembang juga turut memeriksa belasan saksi untuk tiga terdakwa lainnya selain Samsudin yakni terdakwa Akhmad Wijaya, Saimin serta Sugiyo yang didakwa turut serta melakukan dugaan pungli insentif kader penyuluh KB kabupaten OKI.

Sebagaimana terlampir dalam SIPP keempat terdakwa tersebut dijerat melanggar Pasal 12 huruf a atau kedua Pasal 11 UU No 31 Tahun 1999, Tentang Tipikor, sebagaimana telah diubah dengan UU No 21 Tahun 2001, tentang perubahan atas UU RI No 31 tahun 1999 Jo 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana. (Fdl)





Melansir Sumeks co

Baca Juga :  Tim Agusrin Optimis Ditetapkan Sebagai Paslon Gubernur Bengkulu
  • Bagikan