Mereka Baik-Baik Saja – cakrawalarafflesia

  • Bagikan
1d7bd78d img 20210605 wa0015


cakrawalarafflesia, PALEMBANG – Dua orang pendaki gunung berasal dari Kota Palembang terjebak di jalur pendakian, saat mendaki Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (5/6). Kondisi sekarang, mereka masih dalam perjalanan keluar dari kawasan hutan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) tersebut.

Koordinator Gladian Nasional Pencinta Alam NTB, Didik M Asyari yang melakukan koordinasi terhadap para pendaki yang terjebak itu menjelaskan.

Ada dua rombongan pendaki yang terjebak saat berada di jalur Danau Plawangan Sembalun. Dua rombongan ini, berasal dari Palembang dan Jakarta.

Menurutnya, para pendaki tersebut menemukan bekas longsoran akibat gempa Lombok beberapa waktu lalu. Lantas mereka tidak mengetahui jalan perlintasan keluar dari Danau Plawangan. Peristiwa itu terjadi pada Jumat (4/6) malam waktu setempat.

Baca Juga :  Tinggi Sebaran Transmisi Lokal Virus Corona di Muratara dan Muba – cakrawalarafflesia

“Kurang tau juga pastinya orang mana yang kejebak (asal dari Palembang, red). Kayaknya yang rombongan dari Palembang ini ketemu sama rombongan lain. Rombongan yang di drop sama temen saya ke Sembalun. Mereka dari Jakarta Anak-anak IUB (ultralight). Rombongan Jakarta sama Palembang barengan gak menemukan jalur, karena ada bekas longsoran lama disana,” jelasnya saat dihubungi cakrawalarafflesia, Sabtu (5/6) malam.

Namun, selang beberapa waktu mereka mengabarkan kalau jalur yang mereka cari sudah ditemukan. Setelah salah satu dari para pendaki tersebut menghubungi pemandu yang mengantarkan mereka.

“Saat itu mereka nelpon terus-terusan tracking organizer (pemandu,red) yang drop mereka ke Sembalun. Ngabarain kalau mereka kejebak. Tapi yang sebenarnya itu nggak menemukan jalan. Dah jam 11 malam, Jumat (4/6) baru menemukan jalur yang mereka cari” tambahnya.

Baca Juga :  Kemendagri Minta Pemda Sumbar Cek Aturan Terkait Paksa Siswa Berhijab

“Seharusnya sekarang mereka sudah sampai ke bawah (keluar dari kawasan hutan,red) Soalnya yang rombongan Jakarta besok mereka flight (terbang, red) pulang jam 10.00 WIT),” bebernya.

Meskpun demikian, para pendaki tersebut dalam kondisi yang aman tidak ada hal mengkhawatirkan. Perjalanan turun mereka dipantau oleh para relawan.

“Kabarnya mereka lama di lokasi tempat meninggalnya anak Makassar dulu. Kayaknya kena mistis gitu. Yah begitulah namanya juga masuk hutan. Tapi Alhamdulillah aman, rekan-rekan disini juga berkordinasi dengan mereka para pendaki. Menunggu mereka sampai,” tandasnya. (Bim)





Melansir Sumeks co

  • Bagikan