Catat… ini Jumlah Perusahanaan Melanggar Pemberian THR –

  • Bagikan
d0ae7e15 pemangkasrumput


cakrawalarafflesia, PALEMBANG – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumsel menerima puluhan aduan dari para karyawan. Mereka melaporkan kalau menjadi korban pelanggaran dari perusahaan mereka dalam hal pembayaran tunjangan hari raya (THR) pada Idulfitri 1442 H.

Kepala Dinas Tenaga dan Transmigrasi Sumsel Koimuddin mengungkapkan, ada 25 laporan yang mereka terima. Hampir seluruh karyawan mengadukan perusahaanya berasal dari Palembang.

“Kami menerima total sebanyak 25 aduan pelanggaran THR. Aduan itu dilaporkan oleh para karyawan ke posko-posko aduan yang ada di setiap kabupaten/kota. Mayoritas perusahaan yang diadukan ada di Kota Palembang,” beber Koimuddin, saat dikonfirmasi cakrawalarafflesia, pada Jumat (4/6) di Graha Bina Praja Palembang.

Koimuddin menjelaskan, aduan-aduan tersebut sudah ditindaklanjuti oleh pihaknya dengan cara mediasi terhadap kedua belah pihak. “Sudah kita mediasi para karyawan dan perusahaan mereka. Sebagian berhasil, perusahaan telah membayarkan THR karyawannya,” ujarnya.

Di samping itu, dia juga membenarkan ada juga perusahaan yang masih belum menunaikan pembayaran THR terhadap karyawannya. Bahkan sampai berlanjut ke proses hukum. “Ada juga yang kita lanjutkan ke prosesnya ke ranah hukum,” timbalnya.

Meski tidak dijelaskannya secara spesifik bagaimana proses hukum yang dimaksud, dia memastikan kalau pihaknya bakal memfasilitasi para karyawan untuk mendapatkan hak tunjangannya tersebut. “Kita akan terus kawal pembayaran THR yang diadukan ini,” tegasnya.

Ikhwal aturan THR ini telah diatur dalam Surat Edaran (SE) Nomor M/6/HK.04/IV/2021 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan Tahun 2021 bagi pekerja atau buruh di perusahaan yang wajib dibayarkan maksimal 7 hari sebelum lebaran. Tertanda tangan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 terkait Tunjangan Hari Raya keagamaan bagi pekerja atau buruh di perusahaan.

Pelaksanaanya ditujukan kepada para gubernur di seluruh Indonesia tersebut, mengimbau agar perusahaan membayarkan THR pekerja tahun 2021 secara penuh kepada pekerja atau buruh yang telah mempunyai masa kerja 1 bulan secara terus menerus atau lebih. THR keagamaan juga diberikan kepada pekerja atau buruh yang mempunyai hubungan kerja dengan pengusaha berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu atau perjanjian kerja waktu tertentu.

Terkait jumlah besaran, bagi pekerja atau buruh yang mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih, THR diberikan dengan ketentuan sebesar 1 bulan upah. Sementara bagi pekerja atau buruh yang telah mempunyai masa kerja 1 bulan secara terus menerus, tetapi kurang dari 12 bulan, THR diberikan secara proporsional sesuai dengan perhitungan masa kerja dibagi 12 bulan kemudian dikali 1 bulan upah.

Adapun bagi pekerja atau buruh yang bekerja berdasarkan perjanjian kerja harian yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan atau lebih, upah 1 bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima selama 12 bulan terakhir, sebelum hari raya keagamaan. Kemudian, bagi pekerja atau buruh yang telah mempunyai masa kerja kurang dari 12 bulan, upah 1 bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima tiap bulan selama masa kerja. (bim)





Melansir Sumeks co

Baca Juga :  PSBB Palembang Resmi Diberlakukan Hari ini
  • Bagikan