Johann Zarco Ungkap Pembelaan Diri Soal Insiden Enea Bastianini

  • Bagikan
52f40beb johann zarco ungkap pembelaan diri soal insiden enea bastianini


Berita MotoGP: Johann Zarco, pebalap Pramac Ducati, mengungkapkan pembelaan dirinya usai dituding menjadi penyebab jatuhnya Enea Bastianini saat lap pemanasan di Mugello.

Berdasarkan tayangan ulang, terlihat bahwa Johann Zarco mengerem motor Desmosedici GP21. Enea Bastianini lantas menubruk bagian belakang motor pebalap berusia 30 tahun itu, lalu dirinya terpelanting bersama motornya di tengah lintasan. Beruntung, saat itu para pebalap lainnya tidak melaju dalam kecepatan penuh sehingga kondisi rider Avintia Esponsorama Racing tersebut aman.

Bastianini lantas menyalahkan sesama pebalap tim satelit Ducati itu atas pengereman mendadak yang membuatnya kaget dan sulit menghindar. Zarco membela diri dan tak ingin disalahkan. Pasalnya, dalam periode tersebut, wajar jika pebalap memacu motor dan mengerem keras berkali-kali.

“Banyak hal terjadi Senin ini, meski sebelum start. Bastianini menabrak saya. Kami semua keluar dari tikungan terakhir, melaju dan mengerem untuk menjaga ban hangat dan siap untuk start. Anda dapat lihat di TV. Yang paling penting, tidak ada yang cedera. Saya pikir motor saya, setelah ditabrak, rusak dan itu akan merusak balapan saya,” ujar Zarco seperti yang dikutip dari Motorsport.com.

Baca Juga :  Lorenzo : Dovizioso Menganggur di MotoGP 2021 Itu Wajar

Setelah melakukan pemeriksaan menyeluruh, pebalap asal Prancis itu tak menemukan kerusakan besar pada motornya sehingga memutuskan lanjut balapan. Ducati pun memberikan beberapa skenario strategi.

“Saya melihat motor dan ternyata (bagian belakang) baik-baik saja, jadi saya memilih untuk turun. Start kurang bagus, tapi saya mampu mempertahankan posisi. Francesco Bagnaia jatuh di Arrabiata 2 dan targetnya tidak membiarkan Fabio lolos,” ia mengungkapkan.

“Saya sangat nyaman dengan ban baru. Pecco jatuh di lap kedua. Strateginya melewati Fabio Quartararo di trek lurus dan menjaganya tetap di belakang. Pertama-tama, itu bekerja, tapi dia berjuang keras untuk melewati saya lebih cepat dan makin cepat, sehingga saya tak bisa mengejar di sektor lurus,” Zarco menuturkan.

Ia mengaku tak mau ambil risiko memburu pole sitter di MotoGP Italia. Apalagi sirkuit Mugello membuat banyak pebalap terjatuh, bahkan menelan korban jiwa.

“Fabio sangat bagus, sedikit seperti di Qatar. Strateginya kurang lebih sama. Saya sangat bagus, tapi saya bisa melihat bahwa ada sesuatu hilang dari motor sehingga bergetar hebat dan menguras banyak energi. Mungkin saya dapat mengawal Fabio dengan mengambil risiko di bagian depan, tapi lebih mudah crash,” katanya.

Baca Juga :  PSSI Yakin Izin Polri Untuk Liga Akan Segera Turun

Runner-up klasemen pebalap tersebut sempat menghuni posisi kedua selama beberapa lap, di depan pebalap KTM, Miguel Oliveira. Johann Zarco kemudian merosot ke urutan keempat setelah disalip oleh Joan Mir.

“Pada awalnya, dengan Oliveira di belakang, saya cukup bagus, juga dengan Mir. Tapi kemudian, saya mulai kehabisan energi. Saya berusaha keras selama tiga lap dan punya waktu bagus, tapi ketika saya ingin mendapat sedikit udara, mereka mulai lagi dan melewati saya,” jelas Zarco.

“Saya ingin berada di podium tapi saya kehilangan energi. Berada di peringkat kedua kejuaraan sangat bagus, 13 poin sangat banyak apalagi dengan berbagai kesulitan ini. Di podium, Anda langsung mendulang banyak poin, seperti 25 yang diraih Fabio, sangat penting untuknya,” ia menambahkan.

“Mugello adalah sebuah sirkuit di mana biasanya saya punya kesulitan di MotoGP. Itu kenapa finis dekat podium, peringkat keempat sebuah kepuasan besar,” tutupnya.

Artikel Tag: Johann Zarco, Enea Bastianini, MotoGP 2021, motogp italia





Source link

  • Bagikan