Jamkrida Sumsel Catatkan Deviden Rp5,3 Miliar – cakrawalarafflesia

  • Bagikan
0330aeda


cakrawalarafflesia, PALEMBANG – PT Penjaminan Kredit Daerah Sumatera Selatan (Jamkrida Sumsel) berhasil mendapatkan deviden keseluruhan sebesar Rp5,3 Miliar tahun ini. Atas capaian itu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Provinsi Sumsel.

Wakil Gubernur Sumsel, H Mawardi Yahya mengatakan, selaku salah satu pemegang saham merasa cukup puas. Karena menurutnya, keuntungan tersebut sesuai dengan apa yang sudah diperhitungkan sebelumnya.

“Saya kira cukup baik, kita mendapatkan keuntungan. Tentu keuntungan yang sudah di perhitungkan,” ujar Mawardi, usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Penjaminan Kredit Daerah Sumatera Selatan (Jamkrida Sumsel), pada Senin (31/5) di Hotel Swarnadwipa, Palembang.

Kendati demikian, Mawardi tak mengharuskan segera membagikan keuntungan tersebut kepada setiap pemegang saham. Pasalnya, masih ada beberapa hal yang mesti diselesaikan.

Baca Juga :  Live Debat Publik Terbuka Putaran ke-2 Pilkada Kab Kepahiang

“Kalau memang ada beban beberapa dari tahun lalu, tentunya kita selesaikan dulu. Jangan buru-buru keuntungan itu kita bagi,” imbuhnya.

Jamkrida harus menyelesaikan beberapa dampak dari Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK), yang nominalnya Rp7 Miliar lebih.

“Pada 2020 lalu ada Rp 1,6 Miliar sudah terbayarkan Rp5,1 Miliar jadi sekarang masih kurang Rp2,1 Miliar lagi. Direksi tadi sudah berjanji cakrawalarafflesia pertengahan tahun – akhir tahun ini insy Allah mudah-mudahan akan terselesaikan,” harap Mawardi.

Komisaris Utama Jamkrida Sumsel, H Afrian Joni mengatakan, tahun ini pihaknya cukup sukses dibandingkan tahun 2020 lalu yang hanya peroleh Rp1,6 Miliar.

Baca Juga :  Olok – olok Buser, Pemuda Kepahiang Diamankan

Menurutnya, dari deviden keseluruhan sebesar Rp5,3 Miliar tadi setelah dipotong pajak. Mereka mendapatkan laba bersih sebesar Rp4,3 Miliar

“Itu didapat dari pelaporan penjaminan, Ejp dari yang terjamin ada kenaikan termasuk laba,” kata Afrian.

Namun memang, sambungnya, pandemi COVID-19 masih memenjadi faktor yang menghalangi mereka yang bekerja memberikan Kredit konsumtif dan KUR kepada pelaku UMKM Sumsel. Sebab banyak UMKM yang klaim karena mereka mengalami kolaps.

“Seperti apa yang disampaikan pak Wagub tadi. Tahun ini kita usahakan untuk menyelesaikan beban-beban yang menghambat,” tandasnya (Bim)





Melansir Sumeks co

  • Bagikan